• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
sekulerisme

Menurut Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin, paham sekulerisme juga harus diantisipasi, - CCNindonesia.com

Wapres Ma’ruf: Waspadai Sekulerisme Yang Paham Radikal

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
509
SHARES
3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, – Wakil Presiden Indonesia, Kyai Ma’ruf Amin menyatakan bahwa selain radikalisme, paham sekulerisme juga harus diantisipasi atau diwaspadai di Tanah Air.

Dilansir dari viva, Ma’ruf juga menyebutkan bahwa sekulerisme adalah paham yang berbahaya, karena anti dengan agama.

“Itu kan paham, paham yang anti agama. Agamaphobis, islamphobis, ingin menjauhkan agama dari kehidupan beragama, berbangsa, bernegara. Itu tentu termasuk paham yang radikal, sekuler, yang tentu perlu kita antisipasi,” ujar Ma’ruf di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (20/11/2019) kemarin.

Ia juga mengatakan tentang paham sekuler ini menyebabkan rentan terjadinya konflik di kalangan masyarakat.

Menurutnya sudah banyak fakta yang bermunculan dan terlihat oleh banyak orang sebagai salah satu contoh orang orang yang menggaungkan sekulerisme.

“Saya kira sudah ada fenomena itu, jangan bawa bawa agama lah, padahal agama tu kan tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan. Tentu agama saya kira bagian dari karakteristik kehidupan bangsa ini” ujar Ma’ruf

Ia mengakui bahwa sekulerisme ini tidak terlalu menonjol. Sehingga pemerintah memang lebih banyak fokus pada deradikalisasi untuk mencegah terorisme.

Padahal sekulerisme ini perlu di lirik juga karena sekulerisme merupakan sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan.

Sekularisme juga merujuk pada anggapan aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.

“Ya makanya itu menjadi fokus adalah radikalisme dan terorisme, salah pemahaman keagamaan atau karena merasa diperlakukan tidak adil. Nah, aspek-aspek itu yang menjadi fokus,” tuturnya. (MYR)

Tags: IndonesiaIndonesia Masa Kiniindonesia rayaPotret BudayaPotret IndonesiaPotret NusantaraRadikalismesekularisme
Previous Post

Kententuan Aturan Impor Sampah di Indonesia

Next Post

Sejarah Suku Tengger Bromo Jawa Timur

benlaris

benlaris

Next Post
suku tengger

Sejarah Suku Tengger Bromo Jawa Timur

fotografi

DSM Gelar Pelatihan Fotografi Melalui Ponsel Kamera

Penipuan Berkedok Donasi

Waspadai Penipuan Berkedok Donasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.