Puasa Ayyamul Bidh, amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam, kembali memasuki agenda ibadah umat Muslim di bulan Juli 2025. Puasa ini, yang dikerjakan selama tiga hari di pertengahan bulan Hijriah—yakni tanggal 13, 14, dan 15—memiliki keutamaan yang sangat besar dan telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Nama "Ayyamul Bidh" sendiri, yang berarti "hari-hari putih," merujuk pada kecerahan bulan di langit malam pada tanggal-tanggal tersebut, menandakan keindahan dan kesucian waktu tersebut.
Landasan Hukum dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Anjuran untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh bersumber dari hadits-hadits shahih yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah SAW. Salah satu hadits yang paling sering dikutip berasal dari hadits Abu Darda’ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: "Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak akan meninggalkannya selama aku hidup; berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dua rakaat duha, dan tidak tidur sampai aku salat witir." Hadits ini, meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan tanggal 13, 14, dan 15, menunjukkan anjuran kuat Rasulullah SAW untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan.
Hadits lain yang secara spesifik menyebutkan tanggal-tanggal tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani. Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Abu Dzar! Jika kamu ingin berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas." Hadits ini memberikan panduan yang jelas mengenai waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh, menegaskan keutamaan berpuasa pada tanggal-tanggal tersebut.
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sendiri sangatlah banyak. Dalam berbagai literatur keagamaan, puasa ini dikaitkan dengan penghapusan dosa-dosa kecil, peningkatan keimanan dan ketakwaan, serta mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Sebagai amalan sunnah yang dianjurkan, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh diyakini dapat memperkuat hubungan hamba dengan Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Selain itu, puasa ini juga dapat menjadi sarana untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan kepekaan sosial.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2025
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2025. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Muharram 1447 H/Juli 2025 M adalah sebagai berikut:
- Tanggal 13 Muharram 1447 H: Jumat, 11 Juli 2025
- Tanggal 14 Muharram 1447 H: Sabtu, 12 Juli 2025
- Tanggal 15 Muharram 1447 H: Minggu, 13 Juli 2025
Penting untuk diingat bahwa waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa-puasa lainnya, yaitu dimulai sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib). Umat Muslim diimbau untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjalankan ibadah puasa ini dengan penuh khusyuk dan keikhlasan.
Niat Puasa Ayyamul Bidh: Mengukuhkan Kesungguhan Ibadah
Niat merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa Ayyamul Bidh. Niat yang tulus dan ikhlas akan meningkatkan kualitas ibadah dan pahala yang didapatkan. Niat puasa Ayyamul Bidh dapat diucapkan baik secara lisan maupun dalam hati, sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, bagi mereka yang lupa atau baru berniat pada siang hari, niat tersebut masih sah selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam tulisan Arab, latin, dan artinya:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyamil bidhi lillahi ta’ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala."
Kalimat "lillahi ta’ala" menunjukkan keikhlasan dalam beribadah, mengarahkan niat semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT. Dengan niat yang khusyuk dan tulus, puasa Ayyamul Bidh diharapkan dapat menjadi ibadah yang penuh berkah dan mendatangkan pahala yang melimpah.
Mengoptimalkan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Selain menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan niat yang benar, umat Muslim juga dapat mengoptimalkan keutamaan puasa Ayyamul Bidh dengan memperbanyak amal ibadah lainnya, seperti shalat sunnah, membaca Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak doa. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjadi ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritualitas dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Puasa Ayyamul Bidh juga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan mengamalkan nilai-nilai Islam secara kaffah, umat Muslim dapat meraih keberkahan dan kemuliaan yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Kesimpulan:
Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, dengan keutamaan yang besar dan landasan hukum yang kuat dari Al-Quran dan As-Sunnah. Jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Juli 2025 telah dijelaskan di atas, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa Ayyamul Bidh dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Aamiin.




