• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Puasa Tarwiyah: Keutamaan, Tata Cara, dan Kontroversi Klaim "Lebih Utama dari Jihad"

Puasa Tarwiyah: Keutamaan, Tata Cara, dan Kontroversi Klaim "Lebih Utama dari Jihad"

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
334
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 5 Juni 2025 – Puasa Tarwiyah, amalan sunnah yang dijalankan pada tanggal 8 Zulhijah, kembali menjadi sorotan umat Muslim di Indonesia. Tahun ini, puasa Tarwiyah jatuh pada hari Rabu, 4 Juni 2025, berdasarkan penetapan Kementerian Agama RI pasca sidang isbat awal Zulhijah 1446 H pada 27 Mei 2025. Meskipun hukumnya sunnah, bukan wajib, puasa Tarwiyah diyakini memiliki sejumlah keutamaan yang menarik minat banyak muslim untuk menjalankannya. Namun, klaim yang beredar mengenai keutamaannya yang "lebih baik daripada jihad" memicu perdebatan dan memerlukan penelaahan lebih mendalam.

Fadilah Puasa Tarwiyah: Antara Hadits Shahih dan Dhaif

Salah satu keutamaan yang paling sering dikaitkan dengan puasa Tarwiyah adalah penghapusan dosa selama setahun. Klaim ini berasal dari hadits yang diriwayatkan dalam Musnad Firdaus Juz II: "Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun." Namun, status hadits ini dipertanyakan oleh sebagian ulama. Banyak yang mengklasifikasikannya sebagai hadits dha’if atau lemah, mengakibatkan perbedaan pendapat mengenai keabsahan pengamalannya.

Meskipun demikian, sejumlah ulama menganggap perbolehkan mengamalkan hadits dha’if dalam konteks fadha’il amal, yakni untuk mendapatkan keutamaan ibadah. Mereka berpendapat bahwa niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan hal yang utama, sehingga amal berdasarkan hadits dha’if tetap bernilai selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam yang shahih. Perlu diingat bahwa penghapusan dosa merupakan hak prerogatif Allah SWT, dan puasa Tarwiyah hanyalah salah satu upaya untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan-Nya.

Klaim "Lebih Utama dari Jihad": Analisis Hadits dan Konteksnya

Puasa Tarwiyah: Keutamaan, Tata Cara, dan Kontroversi Klaim "Lebih Utama dari Jihad"

Klaim yang lebih kontroversial adalah pernyataan bahwa puasa Tarwiyah lebih utama daripada jihad. Pernyataan ini seringkali dikaitkan dengan hadits yang menyebutkan keutamaan amal di sepuluh hari pertama Zulhijah. Hadits tersebut, yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi, menyatakan: "Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah." Ketika para sahabat bertanya apakah hal ini termasuk jihad fi sabilillah, Rasulullah SAW menjawab: "Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)."

Interpretasi hadits ini sangat penting. Perlu dipahami bahwa hadits tersebut tidak secara eksplisit menyatakan puasa Tarwiyah lebih utama dari jihad. Kalimat "Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)" menunjukkan eksepsi bagi para syuhada. Mereka yang gugur dalam membela agama Islam mendapatkan kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, perbandingan antara puasa Tarwiyah dan jihad harus dilihat dalam konteks yang tepat.

Jihad merupakan konsep yang luas dalam Islam, meliputi perjuangan melawan musuh, perjuangan melawan hawa nafsu, dan perjuangan untuk menegakkan keadilan. Puasa Tarwiyah, di sisi lain, merupakan ibadah sunnah yang berfokus pada penyucian diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua amal ini memiliki nilai dan keutamaan masing-masing, dan tidak dapat dibandingkan secara sederhana. Menyatakan salah satunya lebih utama tanpa memperhatikan konteks dan niat pelakunya dapat mengarah pada kesalahpahaman.

Tata Cara Puasa Tarwiyah: Kesederhanaan dan Kesungguhan Niat

Tata cara puasa Tarwiyah sama dengan puasa sunnah lainnya. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Niat puasa Tarwiyah dilakukan pada malam hari sebelum puasa dimulai, dengan lafal: "Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta’ālā." (Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala). Setelah itu, muslim menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Kesimpulan: Mengimbangi Keutamaan dengan Pemahaman yang Tepat

Puasa Tarwiyah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim. Meskipun ada hadits yang mengungkapkan keutamaannya, penting untuk memahami konteks dan status hadits tersebut. Klaim tentang keutamaannya yang "lebih baik daripada jihad" perlu diinterpretasikan dengan hati-hati dan tidak diambil secara harfiah. Kedua amal ini memiliki nilai dan keutamaan tersendiri, dan tidak seharusnya dibanding-bandingkan secara sederhana. Yang paling penting adalah niat yang ikhlas dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah apapun, sejalan dengan ajaran Islam yang shahih dan menjauhi tafsir yang dapat mengarah pada kesalahpahaman. Semoga pemahaman yang benar tentang puasa Tarwiyah dapat membawa keberkahan bagi umat Muslim.

Previous Post

Sensasi Mencuci Pakaian di Tanah Suci: Kisah Para Jemaah Haji 2025 yang Menemukan Keunikan di Tengah Ibadah

Next Post

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Niat, dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Kamis

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Niat, dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Kamis

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Niat, dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Kamis

Masjidil Haram Dipadati Jutaan Jemaah Jelang Puncak Haji: Suasana Khusyuk dan Haru Menyelimuti Makkah

Masjidil Haram Dipadati Jutaan Jemaah Jelang Puncak Haji: Suasana Khusyuk dan Haru Menyelimuti Makkah

Puasa Tarwiyah 2025: Antara Tradisi, Hadits, dan Pertimbangan Hukum

Puasa Tarwiyah 2025: Antara Tradisi, Hadits, dan Pertimbangan Hukum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.