• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result

Doa Setelah Sholat Syuruq: Menyambut Cahaya Dhuha dengan Kalimat-Kalimat Istighfar dan Doa

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
335
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sholat Syuruq, atau yang juga dikenal sebagai sholat Isyraq, merupakan sholat sunnah yang memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik dan penuh keberkahan. Sholat ini dikerjakan setelah terbit fajar, tepatnya sekitar 15 menit setelah matahari terbit, ketika matahari telah mencapai ketinggian sepertiga tombak. Waktu pelaksanaannya yang terbatas menekankan pentingnya ketepatan dan keistiqomahan dalam menunaikannya. Lebih dari sekadar ibadah sunnah, Sholat Syuruq memiliki keutamaan yang luar biasa, menawarkan pahala yang setara dengan ibadah haji dan umrah jika dikerjakan dengan khusyuk dan ikhlas setelah sholat Subuh berjamaah di masjid.

Sholat Syuruq: Jeda Berkah Antara Subuh dan Dhuha

Sholat Syuruq bukanlah ibadah yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian integral dari rangkaian ibadah sunnah Dhuha, menandai peralihan yang penuh makna antara sholat Subuh dan sholat Dhuha. Waktu pelaksanaan Sholat Syuruq yang sesaat setelah matahari terbit membuatnya menjadi momen unik untuk memanjatkan doa dan rasa syukur atas karunia Ilahi yang melimpah. Bagi para jamaah yang tetap berada di masjid setelah sholat Subuh, menanti waktu Syuruq menjadi kesempatan emas untuk memperdalam keimanan melalui zikir, tilawah Al-Qur’an, atau doa-doa pribadi.

Keutamaan menunggu waktu Sholat Syuruq di masjid setelah sholat Subuh berjamaah telah dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Thabrani dari Abu Umamah, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid, lalu tetap duduk di tempatnya hingga menunaikan sholat sunnah Dhuha, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berhaji dan berumrah dengan sempurna." Hadits ini bukan sekadar janji pahala, melainkan sebuah ajakan untuk mengoptimalkan waktu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi dalam beribadah. Pahala yang dijanjikan setara dengan ibadah haji dan umrah—dua rukun Islam yang membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan materi—menunjukkan betapa besar nilai dan keutamaan Sholat Syuruq dan ketekunan dalam beribadah di masjid.

Keutamaan ini tidak hanya menekankan pentingnya sholat Syuruq itu sendiri, tetapi juga menunjukkan keutamaan berjamaah dan bertahan di masjid untuk beribadah setelah sholat fardhu. Hal ini mencerminkan nilai persaudaraan dan kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama. Lebih dari itu, hadits ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan hanya dengan ibadah fardhu, tetapi juga dengan ibadah sunnah yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Doa Setelah Sholat Syuruq: Menyambut Cahaya Dhuha dengan Kalimat-Kalimat Istighfar dan Doa

Dua Doa Pilihan Setelah Sholat Syuruq: Ungkapan Syukur dan Permohonan Hidayah

Setelah menunaikan Sholat Syuruq, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur dan permohonan kepada Allah SWT. Berikut ini dua bacaan doa yang dapat diamalkan, dikutip dari referensi terpercaya, yaitu buku "Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji dan Umrah" karya Ibnu Watiniyah dan buku "Fikih Wanita" karya Ust. Muiz al Bantani:

Doa Pertama:

(Arab): الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَعَلَ الشَّمْسَ مِنْ مَطْلَعِهَا. اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَدَفَعْ عَنِّي شَرَّهُ. اللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِي بِنُورِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ الْأَرْضَ بِنُورِ شَمْسِكَ أَبَدًا. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

(Latin): Alhamdulillahil ladzi ja’alal yauma ‘afiyataw waja-‘asy syamsu min mathla’iha. Allahummar-zuqni khaira hadzal yaumi wadfa’ ‘annii syarrah. Allahumma nawwir qalbi binuri hidayatika kama nawwartal ardla binuri syamsika abada. Birahmatika ya arhamar rahimin.

(Terjemahan): "Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah, beri lah aku kebaikan hari ini dan jauhkan lah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari-Mu terus-menerus. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi."

Doa ini merupakan ungkapan syukur atas nikmat kesehatan dan cahaya matahari yang menerangi kehidupan. Ia juga merupakan permohonan perlindungan dari keburukan dan permohonan hidayah agar selalu berada di jalan yang benar. Penggunaan metafora cahaya matahari sebagai simbol hidayah Ilahi menambah keindahan dan kedalaman makna doa ini. Doa ini mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri nikmat Allah dan memohon perlindungan serta petunjuk-Nya dalam menjalani kehidupan.

Doa Kedua:

(Arab): اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِالثُّرِّ وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ فِي رِقِّ مَنْشُورٍ وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي نُورًا أَسْتَهْدِي بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَشْهَدُ فِي حَيَاتِي وَبَعْدَ انْتِقَالِي مِنْ ظُلَمِ قَبْرِي مِثْلَكَ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَسْوَّاةِهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِي لَا يَحْجُبُهُ غَيْمُ الْأُهَمِّ وَلَا يَعْتَرِيهِ كُسُوفُ قَمَرِ الْوَحْدِيَّةِ عِنْدَ التَّأْمَلِ، بَلْ أَدِيمَ لَهُ إِشْرَاقًا وَضُحَاءَ عَلَى مَضْمَرِ الأَيَّامِ وَالدُّهُورِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِإِخْوَانِنَا فِي الدِّينِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِينَ.

(Latin): Allāhumma ya’ nūrān nūrī bi thūrī wa kitābin masṭūrin fī riqqin manshūrin wal baytil ma’mūr, as’aluka an tarzuqanī nūran astahadī bihi ilayka wa adullu bihi ‘alayka wa yashhadu fī ḥayāti wa ba’da intiqālī min ẓulam qabrī mislika, wa as’aluka bisshamsī wa ḍuhāhā wa nafsin wa maswātihā, an taj’ala shamsa ma’rifatika musyriqatan bī lā yahjubuhū ghaimul uhammi walā ya’tarihū kusūfu qamaril wahidiyyati ‘indat ta’ammul, bal adīma lahū ishrāqan wa ḍuhā’an ‘alā maḍmaril ayyāmi wa duhūr. Wa ṣallillāhumma ‘alā sayyidīnā Muḥammadin khātamil anbiyā’-i wal mursalīn. Wal ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn. Allāhummaghfir lanā wa liwālidainā wa li-ikhwāninā fid-dīn aḥyā’-an wa amwātā ajma’īn.

(Terjemahan): "Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma’mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu. Cahaya yang dapat mengiringi hidupku dan menerangiku setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan dengan jiwa dan kesempurnaannya, agar Engkau menjadikan matahari ma’rifat kepada-Mu yang seperti matahari cerahnya bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Berikanlah rahmat ta’dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Segala Puji hanya milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal."

Doa kedua ini lebih panjang dan kaya akan simbolisme. Ia memohon cahaya hidayah yang akan menuntun di dunia dan akhirat, menggunakan beberapa simbol yang kuat dalam Islam, seperti Bukit Thur, Kitab yang terbuka, dan Baitul Ma’mur. Permohonan ini juga meminta agar cahaya kebenaran itu selalu bersinar dan tidak pernah tertutup oleh keraguan atau kesesatan. Doa ini menunjukkan kedalaman spiritual dan permohonan yang komprehensif terhadap Allah SWT. Doa ini juga mengajarkan kita untuk memperluas doa tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan umat Islam secara keseluruhan.

Kedua doa ini menawarkan dua perspektif yang berbeda, namun sama-sama menunjukkan pentingnya mencari hidayah dan perlindungan Allah SWT. Pengamalan doa-doa ini setelah Sholat Syuruq diharapkan dapat meningkatkan keimanan, menguatkan hubungan dengan Allah SWT, dan memberikan ketenangan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penting untuk diingat bahwa keikhlasan dan kesungguhan hati merupakan kunci utama dalam mengamalkan doa dan ibadah apapun. Semoga dengan mengamalkan Sholat Syuruq dan doa-doanya, kita selalu diberikan kebaikan dan pertolongan dari Allah SWT.

Previous Post

Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1446 H Jatuh Pada Tanggal 29 Juli 2025

Next Post

Doa Pelunas Utang: Menggali Hikmah dan Amalan dari Ajaran Rasulullah SAW

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post

Doa Pelunas Utang: Menggali Hikmah dan Amalan dari Ajaran Rasulullah SAW

Sembilan Produk Makanan Olahan Berlabel Halal Terindikasi Mengandung Babi, BPOM-BPJPH Temukan Kejanggalan Besar

Badal Haji: Menggantikan Ibadah Suci yang Tertunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.