**Jakarta, Rep*** – Industri otomotif China kembali diguncang kabar buruk. Yuanhang, merek mobil listrik (EV) yang dimiliki oleh Dayun Group, dikabarkan tengah menghadapi krisis keuangan yang serius. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan membayar gaji karyawan dan telah terjadi pengurangan jumlah pekerja secara signifikan.
Kabar ini muncul hanya beberapa bulan setelah Human Horizons, produsen mobil merek HiPhi, mengajukan kebangkrutan. Kejadian ini semakin menguatkan kekhawatiran bahwa industri EV China, yang selama ini tumbuh pesat, kini tengah menghadapi masa-masa sulit.
Gejala Krisis: Karyawan Keluar, Gaji Tertunda
Seorang karyawan di Departemen R&D Yuanhang, yang bertanggung jawab atas bagian sasis, mengungkapkan bahwa banyak staf telah mengundurkan diri. Saat ini, hanya tersisa belasan karyawan di departemen tersebut. Karyawan lain melaporkan bahwa departemennya terpaksa mengambil cuti tanpa gaji selama seminggu.
Situasi ini menunjukkan bahwa Yuanhang tengah mengalami kesulitan keuangan yang serius. Laporan internal menyebutkan bahwa perusahaan mengalami masalah arus kas dan sedang mencari pembiayaan dari pemerintah daerah dan investor potensial lainnya.

Jejak Yuanhang: Merek Baru dengan Penjualan yang Terbatas
Yuanhang sendiri baru berdiri pada Agustus 2022. Merek ini telah meluncurkan empat model, yaitu sedan Y6 dan Y7 serta SUV H8 dan H9. Namun, penjualan selama sembilan bulan pertama tahun 2024 hanya mencapai 5.584 unit.
Harga mobil-mobil Yuanhang berkisar antara 300.000 hingga 500.000 yuan (sekitar Rp 630 juta hingga Rp 1,05 miliar). Mobil-mobil tersebut menggunakan komponen dari pemasok Tier 1, termasuk Huawei, Alibaba, dan Bosch.
Tanggapan Yuanhang: Reorganisasi Strategis dan Penyangkalan Kebangkrutan
Menanggapi kabar tersebut, Yuanhang Automobile menyatakan bahwa perusahaan sedang menjalani penyesuaian dan reorganisasi strategis. Mereka menegaskan bahwa perusahaan saat ini berada dalam fase transisi dan akan melanjutkan operasi normal setelah reorganisasi selesai.

Yuanhang juga menekankan bahwa, sebagai bagian dari Dayun Group, perusahaan tidak akan mudah bangkrut. Mereka menyatakan bahwa para eksekutif senior dan karyawan tingkat menengah masih bekerja seperti biasa.
Dayun Group: Konglomerat dengan Jejak Panjang di Industri Otomotif
Dayun Group sendiri berdiri sejak tahun 1987. Selama ini, perusahaan lebih dikenal sebagai produsen kendaraan komersial dan sepeda motor. Selain Yuanhang, Dayun Group juga menjual mobil EV yang lebih murah dengan merek Dayun.
Pertanyaan Mencuat: Faktor Penyebab dan Dampak yang Lebih Luas
Kabar tentang kesulitan Yuanhang menimbulkan pertanyaan tentang faktor penyebab krisis yang tengah dihadapi perusahaan. Beberapa faktor yang mungkin berperan, antara lain:
- Persaingan yang Ketat: Pasar EV China sangat kompetitif, dengan banyak pemain baru yang berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar. Yuanhang, sebagai merek baru, mungkin kesulitan bersaing dengan merek-merek yang lebih mapan.
- Tantangan Ekonomi: Ekonomi China sedang mengalami perlambatan, yang berdampak pada daya beli konsumen. Hal ini dapat mempengaruhi permintaan terhadap mobil EV, termasuk produk-produk Yuanhang.
- Masalah Arus Kas: Yuanhang mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola arus kas, terutama jika penjualan tidak sesuai dengan target. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan kesulitan dalam membayar gaji karyawan dan membiayai operasional.




