• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Beras

Pemerintah Rencanakan Impor Beras Saat Produksi Beras Diprediksi Surplus. - (Foto: tirto.id).

Pemerintah Rencanakan Impor Beras Saat Produksi Beras Diprediksi Surplus

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
336
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, JAKARTA – Rencana impor beras pada tahun ini dengan jumlah 1 juta ton terus mendapat perhatian. Terkait hal itu, Komisi IV DPR RI memanggil Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (15/3/21), untuk mempertanyakan rencana impor tersebut.

Pergolakan terkait rencana impor itu menyusul lantaran hasil produksi dalam negeri diperkirakan mengalami kenaikkan atau surplus.

Sementara rencana impor beras ini muncul dalam paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto beberapa pekan lalu.

Lantas, Sudin selaku Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP meminta Kementan untuk menjelaskan wacana impor itu di tengah adanya panen raya.

“Komisi IV ingin mendapat gambaran dari pemerintah secara detail dan sejujur-jujurnya. Hal lain yang menjadi perhatian adalah terkait rencana impor beras dari Bulog sebanyak 1 juta ton di tengah masa panen raya,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual, Senin (15/3/21), seperti mengutip kumparan.com.

Menurut BPS, potensi produksi padi atau gabah kering giling (GKG) pada Januari-April 2021 mencapai 25,37 juta ton.

Angka itu meningkat 26,88 persen dari produksi pada Januari-April 2020 yang sebenar 19,99 juta ton.

Selain itu, juga meningkat 6,70 persen dari produksi padi pada Januari-April 2019 yang sebesar 23,78 juta ton.

“Kalau 25 juta ton GKG rasanya stok nasional sudah cukup. Ini menimbulkan pertanyaan berapa sesungguhnya produksi padi nasional,”

Sudin, Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP

Komisi IV turut memanggil Bulog untuk menjelaskan peran jika memang impor beras terealisasi, juga penjelasan mengenai penyerapan beras petani pada periode panen awal tahun Maret-Juni 2021.

“Ya kalau Bulog suruh beli beli-beli nanti taruhnya (stok beras) di pinggir jalan, penyimpan enggak bagus bulukan setelah itu yang kena Bulog lagi. Oleh karena itu, perlu pembahasan,” kata Sudin.

Dirut Perum Bulog Dapat Instruksi Dadakan untuk Impor Sementara Sisa Beras Impor 2018 Masih Ada

Budi Waseso selaku Direktur Utama Perum Bulog lantas buka suara mengenai keputusan pemerintah yang hingga kini riuh mendapat pertentangan.

Budi menjelaskan, penugasan impor beras tahun ini merupakan instruksi secara mendadak dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, pada saat Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) beberapa waktu lalu.

“Sehingga saat rakortas saat itu enggak diputuskan untuk impor.

Hanya kebijakan dari Pak Menko (Perekonomian) dengan Mendag itu

yang pada akhirnya kita dikasih penugasan tiba-tiba untuk laksanakan impor,”

Budi Waseso, Direktur Utama Perum Bulog dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Legislasi DPR secara virtual, Selasa (16/3/21)

Lanjutnya, terdapat stok beras impor sisa tahun 2018 yang turun mutu sebanyak 106.642 ton.

Sementara realisasi impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.

Bulog telah menyalurkan 321.320 ton pada tahun 2018, kemudian 529.110 tahun berikutnya, dan 617.574 ton pada tahun 2020.

Selanjutnya pada tahun ini rencana realisasi beras impor tahun 2018 sebanyak 41.635 ton.

“Nah sedangkan kalau boleh disampaikan bahwa eks impor 2018 itu masih bermasalah sisanya,”

Budi Waseso

Rakortas yang Airlangga pimpin itu hanya membahas mengenai kemungkinan kelangkaan dan prediksi cuaca.

“Enggak ada. Jadi saat itu hanya membahas kemungkinan dan cuaca prediksi kelangkaan, sehingga waktu itu perlu kita impor sebagai buffer stock atau iron stock,” jelasnya. (ITM)

Tags: BaliBerasBulogDenpasarImpor BerasIndonesiaInfo DenpasarInfo SarbagitaInformasi Terkini!JakartaKementanPertanian
Previous Post

Lebaran 2021, Tak Ada Larangan Mudik dari Pemerintah

Next Post

Introspeksi, Inilah Karakter dan Sifat Kenabian yang Tampak Buram pada Zaman Sekarang

benlaris

benlaris

Next Post
Sifat

Introspeksi, Inilah Karakter dan Sifat Kenabian yang Tampak Buram pada Zaman Sekarang

Puasa

Vaksinasi COVID-19 Saat Ramadan Tak Batalkan Puasa

Iuran

Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Dipastikan Tak Jadi Naik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.