ERAMADANI.COM, DENPASAR – Mengunjungi Bank Syariah Indonesia (BSI) Bali dan juga melihat prospek bisnis syariah yang cerah, Anggota DPD RI Dapil Bali, Bambang Santoso sampaikan harapannya.
Di beberapa daerah, masyarakat memiliki kecenderungan untuk memilih bank syariah sebagai bank pilihan untuk menempatkan dana dan meminjam fasilitas.
Hal itu juga berkaitan dengan Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim.
Dengan peluang yang bagus dan pangsa pasar masih terbuka lebar di Indonesia, Senator Bambang Santoso berharap Bank Syariah Indonesia semakin meningkatkan layanannya.
“Setelah merger diharapkan dapat membuat sinergi yang baik dan dapat meningkatkan layanan untuk nasabah bank syariah,” katanya.

Sementara itu, adapun tantangan bank syariah kedepan ialah disrupsi teknologi.
Bank syariah harus bisa cepat melakukan inovasi untuk menghadapi persaingan perbankan yang mengarah ke digital banking.
Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi prioritas dalam memajukan industri keuangan syariah.
Bank harus bisa mencetak SDM yang berkualitas dan memahami dengan baik terkait bisnis bank syariah, sehingga dapat memperbesar pasar syariah di industri keuangan dan perbankan.
Tahun ini, bank syariah juga menghadapi tantangan yang sama seperti bank konvensional di tengah pandemi Covid-19.
Lantaran bank masih melakukan restrukturisasi pembiayaan, sehingga dalam tiga tahun kedepan bank masih dalam tahap konsolidasi perbaikan kinerja.
Senator Bambang Santoso berharap BSI terdepan dalam menumbuhkan UMKM yang bisa menjadi tulang punggung pada masa krisis. (ZAN)




