ERAMADANI.COM, JIMBARAN – Seruan aksi menggantung almamater berlangsung di depan Rektorat Universitas Udayana (Unud), Jimbaran pada Rabu (5/1/21). Aksi itu suarakan ajakan menolak pembayaran UKT, hingga pihak Universitas Udayana menyatakan akan melakukan penurunan UKT di tengah pandemi Covid-19 yang masih membayangi Bali.
Aksi mahasiswa dimulai sejak pukul 09:00 WITA. Akan tetapi, hingga menjelang sore mereka tak kunjung mendapat kejelasan dari pihak Universitas.
Dialog Singkat Depan Rektorat
Hingga pada pukul 15:00 WITA, Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) turun dan menyempatkan berdialog dengan mahasiswa.
Sayangnya, dialog yang mahasiswa harapkan membuahkan kesepakatan itu tidak terjadi.
Dialog berlangsung dengan cepat dan Rektor pun segera masuk ke dalam mobil, yang mengakibatkan sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan pihak keamanan.

Adapun kemudian Wakil Rektor IV yang bertugas pada Bidang Perencanaan, Kerja sama & Informasi, Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum menemui mahasiswa.
Kesempatan itu mahasiswa gunakan untuk menyampaikan kajian aksi, dasar tuntutan, dan meminta diberikan jadwal audiensi terbuka untuk publik.
Dari diskusi singkat itu akhirnya tersepakati audiensi terjadwal pada Kamis, 6 Januari 2021, dengan hanya 10 mahasiswa yang mengikuti audiensi.
Adapun materi mahasiwa yang akan mereka bawa dalam meja diskusi itu ialah sebagai berikut.
Pertama, pembahasan timeline pembayaran yang tumpang-tindih dengan waktu pengajuan keringanan UKT.
Kedua, pembebasan UKT bagi seluruh mahasiswa golongan UKT I dan 2.
Ketiga, pemberian diskon 50% bagi seluruh mahasiswa golongan UKT 3, 4, dan 5.
Keempat, memastikan kebijakan berlangsung seadil-adilnya dan tepat sasaran.

Hasil Survei Mahasiswa Unud
Dari hasil survei sukarela yang masiswa lakukan, sebanyak 4.427 sampel mahasiswa mengisi kuesioner.
Terdapat enam kategori yang menjadi acuan materi mahasiswa untuk mereka sampaikan ke pihak Universitas Udayana.
Enam kategori itu mulai dari profil responden, tahun angkatan mahasiswa, golongan UKT, sektor pekerjaan, hasil jajak pemilih untuk pengunduran UKT, dan tanggapan terhadap kebijakan pembayaran UKT.
A. Profil Responden
Dari sebanyak 4.427 mahasiswa itu, sebaran mahasiswanya sebagai berikut.
Fakultas Ilmu Budaya (355 mahasiswa atau 8%), Fakultas Kedokteran (427 mahasiswa atau 9,6%), Fakultas Peternakan (106 mahasiswa atau 2,4%), Fakultas Hukum (249 mahasiswa atau 5,6%).
Selanjutnya Fakultas Teknik (577 mahasiswa atau 13%), Fakultas Pertanian (406 mahasiswa atau 9,2%), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (741 mahasiswa atau 16,7%), Fakultas Matematika dan IPA (381 mahasiswa atau 8.6%)
Fakultas Kedokteran Hewan (102 mahasiswa atau 2.3% ), Fakultas Teknologi Pertanian (190 mahasiswa atau 4,3%), Fakultas Pariwisata (438 mahasiswa atau 9,9% ).
Kemudian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (272 mahasiswa atau 6.1%) dan Fakultas Kelautan dan Perikanan (182 mahasiswa atau 4,1%).
B. Tahun Angkatan Mahasiswa
Angkatan 2020 (1587 mahasiswa atau 35,8%), Angkatan 2019 (1213 mahasiswa atau 27,4), Angkatan 2018 (591 mahasiswa atau 13,3%).
Sementara itu, Angkatan 2017 (117 mahasiswa atau 2,6%), Angkatan 2016 (32 mahasiswa atau 0,7%), dan Angkatan 2015 (30 mahasiswa atau 0,7%).
C. Golongan UKT
UKT 1 (126 mahasiswa atau 2,8%), UKT 2 (136 mahasiswa atau 3,1%), UKT 3 (2239 mahasiswa atau 50,6%), UKT 4 (905 mahasiswa atau 20,4), dan UKT 5 (1021 mahasiswa atau 23,1%).
D. Sektor Pekerjaan
- Pedagang/Wirausaha/UMKM (1.288 mahasiswa atau 29,1%)
- Karyawan (1.053 mahasiswa atau 23,8%)
- Sektor Wisata (540 mahasiswa atau 12,2%)
- Petani/Perkebunan/Peternak/Nelayan (455 mahasiswa atau 10,3%)
- Pemerintah (298 mahasiswa atau 6,7%)
- Guru/Dosen/Tenaga Didik (229 mahasiswa atau 5,2%)
- Freelancer (204 mahasiswa atau 4,6%)
- Tidak Bekerja/Pensiunan (133 mahasiswa atau 3,0%)
- Aparat/Militer (88 mahasiswa atau 2,0%)
- Buruh (76 mahasiswa atau 1,7%)
- Sektor Hukum/Rohani/Kesenian/Kesehatan (31 mahasiswa atau 0,7%)
- Lainnya (32 mahasiswa atau 0,7%)
E. Hasil Jajak Pemilih untuk Pengunduran UKT
- 1,4% mahasiswa memilih tidak setuju
- 10,2% mahasiswa memilih cukup setuju
- 88,4% mahasiswa memilih setuju
F. Tanggapan Terhadap Kebijakan Pembayaran UKT
- 2,3% mahasiswa menyatakan kebijakan pembayaran UKT tidak mendadak
- 24,7% mahasiswa menyatakan kebijakan pembayaran UKT cukup mendadak
- 73,0% mahasiswa menyatakan kebijakan pembayaran UKT sangat mendadak
Dari hasil survei itu dan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih membayangi Indonesia dan khsusnya Bali, mahasiswa Unud menggelar aksi gantung almamater di depan Rektorat Universitas Udayana.
Sebagai bentuk solidaritas dan memperjuangkan keadilan. (ITM/*rls)




