ERAMADANI.COM, BALI – Istilah pemedek merupakan istilah yang lumrah bagi umat Hindu. Kata “pemedek” berasal dari kata “pedek” yang berarti ‘orang atau umat yang mendekatkan diri pada Tuhan’. Nah, ajaran Veda membagi pemedek menjadi 3, kira-kira semoton kategori yang mana?
Pemedek ialah orang yang sedang melakukan usaha pendekatan pada Tuhan.
Melalui suatu rangkaian upacara agama (penyembah Tuhan dalam manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
Melansir dari laman Instagram @filsafat_hindu (instagram.com/p/CDplu54JoGE/?igshid=sirgstomhyks), dalam petuah Sri Havir untuk Maharaja Nimi pada Bhagavata Purana (11.2.45-47), ada tiga tingkatan penyembah, yakni sebagai berikut.
1. Mahā-bhāgavata (Pemedek Utama)
Mereka yang melihat segalanya dalam diri Tuhan atau segalanya terkait dengan Tuhan.
Juga melihat dalam segalanya terjalin suatu hubungan yang abadi dengan Tuhan, hingga tidak ada lagi ada suatu apa pun dalam batas-batas penglihatan mereka kecuali Tuhan.
Mereka inilah para Mahā-bhāgavata, atau peringkat 1 atau utama.
"Para penyembah yang paling maju melihat segala sesuatu (orang baik dan orang jahat) ada di dalam Diri Tuhan Yang Maha Esa. Dia melihat segala sesuatu dalam hubungannya dengan Tuhan, memahami bahwa segala yang ada selamanya bersama Tuhan." (11.2.45)
Selaras dengan Bhagavad-gītā (6.30): "Aku tidak pernah hilang bagi orang yang melihat Aku di mana-mana dan melihat segala sesuatu berada di dalam Diri-Ku dan dia pun tidak pernah hilang bagi-Ku."
2. Madhyama-adhikārī (Madya)
Orang-orang yang telah mengembangkan sikap melayani secara murni kepada Tuhan.
Sementara relasi yang mereka bangun terbatas, hanya kepada para penyembah yang sama seperti mereka.
Juga selalu berkarunia kepada para pemula dan menghindari ateis dan penyembah ini ialah penyembah peringkat 2, madia atau menengah.
"Seorang penyembah menengah, disebut madhyama-adhikārī, menawarkan cintanya kepada Tuhan, adalah kawan yang tulus untuk semua penyembah Tuhan, menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang tidak tahu tetapi mengabaikan mereka yang menaruh rasa iri kepada Tuhan." (11.2.46)
3. Kaniṣṭha-adhikārī (Nista)
Dia yang bersemangat pergi ke pura untuk bersujud sehormat-hormatnya kepada Tuhan.
Namun, tuna pengetahuan teologi, sehingga tidak menghormati para penyembah Tuhan yang lain.
Karena itu, kategori ini masuk kategori penyembah peringkat 3.
"Seorang penyembah yang dengan setia terlibat dalam pemujaan Tuhan di tempat suci tetapi tidak berperilaku baik terhadap sesama penyembah lain atau orang-orang pada umumnya, disebut prākṛta-bhaka, seorang penyembah materialistis, dan dianggap berada pada posisi terendah." (11.2.47).
Dalam upacara keagamaan, umat Hindu melaksanakan kegiatan upacara persembahyangan sebagai wujud bakti terhadap Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam segala manifestasinya.
Pemedek biasanya pergi ke pura bersama sanak keluarganya dengan membawa banten untuk memohon keselamatan dan pengampunan dosa.
Adat ini sudah menjadi kebiasaan umat beragama Hindu dalam merayakan hari sucinya. (LWI)




