ERAMADANI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, berkomitmen ingin memperkuat pengembangan wisata alam berbasis lingkungan (ekonomi hijau), seperti Desa Wisata yang dibangun dengan konsep Green Development Integrated Farming Tourism.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam keterangan pers, Kamis (23/07/2020) kemarin.
“Hal itu bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga menciptakan pembangunan hijau berbasis pertanian yang menjadi modal dasar dan nafas dari Kabupaten Tabanan,” tuturnya.
Dilansir dari Republika.co.id, sementara saat ia menjadi salah satu narasumber dalam temu wicara virtual yang diprakarsai Global Green Growth Institute (GGGI) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 22 Juli.
Ia menjelaskan masa depan hanya milik mereka yang berinvestasi pada bisnis berkelanjutan terutama pada wisata alam.
“Untuk itu kami membuat kebijakan yang mengatur dari hulu hingga hilir, yang melindungi dan memberdayakan petani,” katanya.
“Kami utamakan penggunaan produk lokal petani kami dan kami menyediakan pasar bagi produk petani kami,” ujarnya dalam acara yang bertajuk “Membangun daerah yang maju dan berketahanan” itu.
Dalam acara yang diikuti Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani itu.
Bupati Eka mengatakan para wisatawan rela membayar lebih untuk berjalan-jalan menikmati keindahan persawahan di Tabanan atau wisata alam.
“Hal ini membuktikan bahwa pertanian dan persawahan memiliki potensi wisata yang dapat membantu ketahanan ekonomi dan keamanan pangan,” katanya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengaku gerakan ekonomi hijau atau pembangunan ekonomi.
Dalam hal ini memperhatikan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan merupakan visi Indonesia untuk masa kini dan masa yang akan datang, seperti wisata alam.
“Indonesia akan dan sedang menuju pembangunan rendah karbon dan rendah emisi.,” imbuhnya.
“Gerakan ekonomi hijau merupakan upaya konkret mendorong pengurangan deforestasi yang manfaatnya akan dirasakan pada skala nasional dan global,” tambahya. (MYR)




