ERAMADANI.COM, DENPASAR – Ahad (15/03/2020) kemarin, sekelompok muda-mudi yang tergabung dalam project HOPE di Bali melakukan aksi “open donasi” di bilangan Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar.
Liburan akhir pekan biasanya menjadi hal yang dinanti-nanti oleh muda-mudi. Kesempatan untuk sekedar mengisi kepenatan kuliah atau bekerja selama sepekan.
Berbeda dengan teman-teman dari komunitas HOPE (Humanity Operation Project) yang terdiri dari anak-anak muda Kuliahan bahkan anak Sekolahan ini. Pagi kemarin, mereka terlihat di Lapangan Renon, Denpasar saat sedang melakukan aksi open donasi teruntuk kaum dhuafa dan fakir miskin.
Mereka membawa atribut dan perhelatan lainnya seperti spanduk, kardus dan poster. Tak lupa dalam kegiatan ini, mereka juga membagi-bagikan nasi bungkus bagi orang tua yang sedang bekerja di Lapangan Renon dalam riuh ramainya Car Free Day.
Berbagi Bersama Masyarakat

Koordinator dalam aksi ini, Andi Noviawan menjelaskan bahwa kegiatan HOPE merupakan sarana menuangkan ide kreatif dalam hal kebaikan dan kemanusiaan. Disamping itu projectnya mengajak muda-mudi turut serta memanfaatkan liburan yang berfaidah.
Selain berbagi makanan gratis kepada orang yang layak diberi seperti orang tua atau anak dibawah umur yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga, HOPE juga memiliki target kegiatan yang lebih dari sekedar berbagi makanan.
“Perlu diketahui bahwa kegiatan kami (HOPE) tidak memandang Ras, suku dan agama karena kita memang bergerak untuk kemanusiaan, sementara ini kita juga sudah mengagendakan untuk berkunjung ke panti asuhan,” Ungkapnya.
Aksi kali ini merupakan agenda perdana dari HOPE dan harapannya ini akan terus berlanjut dan menebarkan virus kegabutan (berbuat baik) jelas Pemuda lulusan Universitas Udayana ini.
Dela Adelia Somala salah satu anggota HOPE mengaku tergerak hatinya untuk bisa nimbrung dalam kegiatan seperti ini karena selain diajak oleh Andi.
Ia juga mengaku ingin membantu sesama yang membutuhkan dan bisa mewujudkan keinginannya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.
Tujuan dan niat baik harus diwujudkan dan itu tidak bisa dengan sendiri saja, perlu ada partner dan dukungan dari lingkungan kita dan HOPE adalah tempatnya, tambah mahasiswi fakultas Pariwisata UNUD ini.
Terlihat dari teman-teman komunitas membagikan nasi kepada orang tua yang bekerja dan seorang kakek yang kebetulan ditemui di lapangan kemudian diajak ke Stand HOPE.
Mereka yang mendapat nasi dan sepasang sandal yang diberikan oleh HOPE tersebut terlihat sangat senang sekali saat menerimanya.
Sekilas Tentang HOPE

Komunitas HOPE (Humanity Operation Project) dibentuk oleh anak muda, yang saat itu sedang dalam fase malas untuk melakukan apapun (gabut)
“Sebenarnya keinginan untuk membentuk project ini sudah lama, berasal dari sebuah kegabutan kemudian melahirkan ide,” jelas Andi.
“Alhamdulillah bisa direalisasikan dalam project ini. Berawal dari sana akhirnya awal maret kemarin, kita rencana untuk membuat agenda pada hari ini,” tambahnya.
“InsyaAllah kita akan mencoba merambah ke daerah lain, diantaranya Lombok dan Bandung karena sudah ada request untuk berkolaborasi,” harapnya.
“Entah nanti dengan nama HOPE Lombok atau Bandung,” jelas pemuda berusia 24 tahun ini.
Sementara, salah satu tagline dari HOPE sendiri ialah “banyak orang baik di dunia ini. Jika kalian tidak menemukannya maka jadilah salah satunya”. (TAG)




