ERAMADANI.COM, DENPASAR – Meski ditengah merabaknya virus corona, jamaah yang berada di Kota Denpasar menjadi pendaftar Haji terbanyak di tahun 2020 dari 698 kuota yang tercatat.
Dilansir dari Republika.co.id, data ini berdasarkan data yang sudah tercatat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali tahun 2020 untuk wilayah Pulau Bali.
Hal ini juga disampaikan oleh Kasi Penyelenggara Bina Umrah dan Haji Khusus, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Aminah usai dihubungi di Denpasar, Sabtu (14/03/2020).
“Dari semua pendaftar terbanyak ada di Kota Denpasar sesuai dengan daftar Haji tersebut, dan memang kami mencatat kuota Haji untuk wilayah Bali di tahun 2020 sebanyak 698 orang jamaah,” tuturnya.
Ketersedian Kuota Pendaftar Haji 2020 di Denpasar
Ia menjelaskan keberangkatan Haji tahun 2020 tersedia kuota sebanyak 698 untuk wilayah Bali. Hingga saat ini calon jamaah sudah mempersiapkan dokumen yang menjadi syarat eberangkatan.
“Untuk tahun kemarin porsi haji terpenuhi semua, kalau tahun ini dirasa kurang, ya, porsinya untuk Bali,” kata Aminah.
Bahkan beberapa calon jamaah haji sudah ada yang mulai melengkapi dokumen, salah satunya paspor yang tercatat di Kantor Wilayah Kemenag Bali.
“Untuk porsi Bali yang pasti yang punya KTP Bali,” katanya.
Aminah pun menuturkan sesuai dengan Rencana Perjalanan Haji (RPH) keberangkatan gelombang I dimulai pada 25 Juni mendatang.
Sementara untuk keberangkatan gelombang kedua atau terakhir 25 Juli mendatang, sesuai perencanaan pada awalnya.
“Sesuai RPH, kita ini berangkat 25 Juni sebagai gelombang I dan mulai masuk asrama, kemudian 25 Juli gelombang kedua terakhir.
“Hingga saat ini belum ada informasi ditunda karena virus Corona, jadi persiapan tetap berjalan normal,” ungkapnya.
“Yang pasti kita masih mempersiapkan, gimana nanti, ya, itu nanti dibicarakan,” tegasnya.
Dimatanya, jumlah 698 yang dialokasikan untuk Bali terbilang kurang karena untuk di Bali daftar tunggunya hingga 22 tahun.
“Kalau dibandingkan porsi 2019 Bali dapat tambahan porsi sebanyak 354 calon haji, dengan adanya tambahan itu jadi totalnya 1.054 calon haji dan terpenuhi,” ucapnya.
“Yang menentukan porsi setiap provinsi Pusat. Kalau tahun ini tidak ada tambahan porsi jadi kembali lagi untuk 698 orang,” tambahnya.
Ia menambahkan untuk keberangkatan Haji 2020 diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp36 juta dengan waktu tunggu selama 22 tahun. (MYR)




