ERAMADANI.COM, DENPASAR – Selasa (25/02/2020) kemarin, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bekerja sama dengan Australian Department of Home Affair kembali mengelar kampanye keselamatan pelayaran di Pelabuhan Benoa, Bali.
Setelah sebelumnya digelar di dua Pelabuhan, Labuan Bajo dan Gili Mas, Maritime and Port Security Awareness Program atau Kampanye Kesadaran Keselamatan Pelayaran dan Keamanan Pelabuhan.
Dilansir dari Republika.co.id, kegiatan ini menyasar Pelabuhan Pelabuhan dengan potensi kunjungan wisatawan yang tinggi sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, untuk mendukung sektor pariwisata Indonesia.
Saat membuka acara Kasubdit Patroli dan Pengamanan Direktorat KPLP, Capt. Ramadhan Hasri Harahap mewakili Dirjen Perhubungan Laut mengatakan bahwa alam perlu dijaga.
“Negara kita dianugerahi dengan pesona alam yang begitu indah sehingga menarik minat banyak wisatawan. Dan kita ketahui pula bahwa sektor pariwisata di negara kita merupakan salah satu sektor andalan yang mempunyai daya dorong penggerak ekonomi masyarakat sampai ke tingkat desa, ” tuturnya.
“Untuk itulah, sudah menjadi tugas kita untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan sektor pariwisata kita dengan mengupayakan terwujudnya keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, dalam hal ini tentunya di wilayah Pelabuhan kita,” tambahnya.
Kampanye Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Benoa

Menurutnya, Bali hingga saat ini, masih menunjukkan pamornya sebagai destinasi wisata populer di dinia dan menjadi salah satu pilihan utama bagi para wisatawan mancanegara.
Pelabuhan Benoa memiliki peran yang sangat krusial sebagai pintu gerbang kunjungan wisatawan. Gangguan keamanan yang terjadi.
Baik terhadap Pelabuhan atau kapal penumpang, dapat berdampak sangat fatal dan berisiko mengganggu roda perekonomian daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata.
“Oleh karena itu, adalah tugas kita semua sebagai pemangku kepentingan, untuk memastikan para wisatawan penumpang kapal pesiar dan pengguna jasa Pelabuhan,” ujarnta.
“Mendapatkan jaminan rasa aman, nyaman karena performa keamanan Pelabuhan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dari pengguna jasa, (kapal pesiar),” tukasnya.
Kegiatan ini juga merupakan wujud upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara terus menerus.
Acara ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran keamanan dari seluruh komponen masyarakat, utamanya di sekitar Pelabuhan.
Dimata Ramadhan, keamanan Pelabuhan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi yang baik antara pemangku kepentingan dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami hadir di sini untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam deteksi dini ancaman keamanan. Oleh karena itu, informasi yang akan kami bagikan,” ungkapnya.
“Informasnya adalah tentang aktifitas yang dapat dikategorikan mencurigakan dan berpotensi menjadi ancaman keamanan pelabuhan serta respon pelaporan yang diharapkan,” terangnya.
Tagline: Lihat, Dengar dan Laporkan

Dalam kegiatan Maritime and Port Security Awareness Program ini, masyarakat dikenalkan dengan Tagline: Lihat, Dengar dan Laporkan
Tagline ini, diharapkan dapat mudah diingat dan dipahami opeh masyarakat umum, sehingga mereka dapat turut berpartisipasi aktif dalam program keamanan Pelabuhan.
Kgiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Benoa juga dihadiri oleh Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelavuhan (KSOP) Kelas II Benoa, PT. Pelindo III (Persero) Regional Bali, Nusa Tenggara dan Cabang Benoa.
Perwakilan unsur TNI/Polri, instansi Pemerintah Daerah Bali, BUMN, swasta, asosiasi serta masyarakat di sekitar Pelabuhan Benoa. (MYR)




