• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
pasar tiban

Potret destinasi wisata Pasar Tiban di Boyolali. - (Foto: boyolali.go.id)

Keistimewaan Destinasi Wisata Baru Pasar Tiban di Boyolali

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar, Pariwisata, Wisata Halal
0 0
0
379
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, BOYOLALI – Berbagai pariwisata di Indonesia memiliki keunikanya sendiri, apalagi objek wisata yang baru muncul, sama halnya dengan destinasi wisata baru Pasar Tiban di Boyolali yang memiliki keunikan kearifan wisatanya.

Pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah. Melalui bidang ini juga pemerintah daerah dapat mengembangkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Dilansir dari Detik.com, salah satu destinasi pariwisata baru yang ada di kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, berhasil mensejahterakan pelakunya, destinasi tersebut adalah Pasar Tiban.

Pasar Tiban: Menjadi Modern tidak Perlu Menangalkan Identitas

Pasar Tiban: Menjadi Modern tidak Perlu Menangalkan Identitas. – (Foto: Facebook Desa Wisata Semiran Selo Boyolali)

Sekelompok mahasiswa program studi sosiologi dan pendidikan sosiologi Universitas Negeri Jakarta melakukan penelitian sosial disana. Mereka menetap selama 8 hari di rumah-rumah warga. Penelitian ini bermaksud membahas isu-isu sosial di desa itu.

Kecamatan ini dibelah oleh jalan Magelang, Boyolali, dengan waktu tempuh kendaraan sekitar 30 menit dari Simpang Lima Boyolali.

Satu pelajaran penting dari desa-desa di kecamatan Selo adalah: Menjadi modern tidak perlu menanggalkan identitas. Warga desa masih melestarikan pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi motor perekonomian.

Beragam produk sayur-mayur di tanam dan dipanen setiap bulan hingga musim kemarau tiba. Saat musim kemarau pun warga desa berlomba-lomba menanam tembakau, komoditas yang nilai ekonominya paling besar bagi warga Selo.

Pariwisata menjadi sumber ekonomi baru bagi warga Selo. Posisi kecamatan yang strategis, diantara gunung Merapi dan gunung Merbabu, sudah menjadi magnet bagi wisatawan berbagai daerah untuk berkunjung.

Warga desa hanya perlu berinovasi untuk membuat pengunjung menetap lebih lama di desa. Mereka punya beberapa, salah satu yang menarik perhatian adalah Pasar Tiban di Desa Samiran.

Pasar Tiban adalah pasar rakyat yang menjajakan makanan dan buah tangan khas warga Selo. Pasar ini diadakan saat ada rombongan tamu yang berkunjung dan membeli paket desa wisata.

Kearifan Wisata yang Dikombinasikan Dengan Jajanan Khas Selo

Jajanana khas Selo. – (Foyo: doyanjalanjajan.com)

Pengalaman wisata yang ditawarkan adalah kombinasi jajanan khas Selo dan atraksi seni budaya. Kemudian ditambah dengan pemandangan keindahan gunung Merapi. Keunikan pasar ini bukan hanya komoditas yang dijajakan, transaksi jual belinya juga menggunakan token berupa koin.

Koin ini berbahan batok kelapa yang nilainya setara dengan Rp 2.000. Untuk menghibur pengunjung yang berbelanja dan menyantap jajanan, anak-anak sanggar mempertontonkan atraksi tari tradisional dan menghangatkan suasana desa.

Warga Selo telah mengorganisir potensi wisata sebagai sumber ekonomi baru. Pasar tiban sendiri diselenggarakan sebagai upaya pemerataan ekonomi.

Semua penjual di Pasar Tiban adalah warga lokal yang tidak memiliki homestay. Mereka diberikan kesempatan untuk mendapatkan rejeki dari wisatawan yang telah menginap di homestay milik warga setempat.

Semua penjual tidak dipungut biaya oleh pokdarwis. Bagi hasil berlangsung saat penjual menukarkan kembali koin batok yang mereka kumpulkan dari pembeli kepada pengelola pokdarwis.

Tanah subur dan kekayaan budaya adalah modal kemakmuran. Pembangunan desa menjadi berkelanjutan bila diarahkan untuk mengembangkan kedua modal tersebut sebagai roda ekonomi desa. Inilah pelajaran dari warga Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (IAA)

Tags: BoyolaliBudayaBudaya IndonesiaBudaya kuGaleri BudayaIndonesiaindonesia kuIndonesia MajuIndonesia Masa Kiniindonesia rayaKebudayaanKulinerKuliner IndonesiaLaman PariwisataNusantaraObjek WisataPariwisata BerkualitasPariwisata DuniaPotret BudayaPotret IndonesiaPotret Kuliner IndonesiaPotret NusantaraPotret WisataRagam BudayaWajah IndonesiaWisata AlamWisata GlobalWisata HalalWisata IndonesiaWisata Kulinerwisatawan MuslimYogyakarta
Previous Post

Penandatanganan Pakta Integritas RS Bhayangkara

Next Post

Google Sampaikan Peringatan Pada Pengguna Huawei

benlaris

benlaris

Next Post
huawei

Google Sampaikan Peringatan Pada Pengguna Huawei

gojek dan grab

Apakah Gojek dan Grab Bakal Bergabung di 2020? Ini Ulasannya

makanan kekinian

Kenali Tren Makanan Kekinian yang Membahayakan Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.