Jakarta, 27 Mei 2025 – Gelombang kedua pemberangkatan jemaah haji 1446 H/2025 M tengah berlangsung, namun bayang-bayang duka menyelimuti keberangkatan suci ini. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per pukul 12.00 WIB hari ini, tercatat 68 jemaah haji telah wafat di Tanah Suci. Angka ini menjadi catatan penting di tengah keberangkatan 176.857 jemaah yang telah berhasil menunaikan ibadah haji hingga saat ini.
Data Siskohat mengungkap profil jemaah yang meninggal dunia, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Lebih dari 50 persen dari mereka merupakan jemaah lanjut usia (lansia), menunjukkan kerentanan kelompok usia ini terhadap kondisi lingkungan dan tekanan fisik selama pelaksanaan ibadah haji. Sementara itu, 45,6 persen lainnya berada pada rentang usia produktif, yakni 41-64 tahun. Fakta ini menyoroti pentingnya persiapan kesehatan yang matang bagi seluruh jemaah, terlepas dari usia dan kondisi fisik mereka.
Analisis lebih lanjut menunjukkan disparitas gender dalam angka kematian jemaah haji. Sebanyak 64,7 persen jemaah yang meninggal dunia adalah laki-laki, sedangkan sisanya, 35,3 persen, adalah perempuan. Perbedaan ini membutuhkan kajian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap angka kematian yang lebih tinggi pada jemaah laki-laki. Apakah hal ini terkait dengan faktor gaya hidup, kondisi kesehatan pra-perjalanan, atau faktor lain yang perlu diteliti lebih mendalam.
Lokasi kejadian wafat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan haji. Sebagian besar jemaah meninggal di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, KKHI Makkah, dan KKHI Bandara. Distribusi lokasi ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap akses dan kualitas layanan kesehatan di berbagai titik strategis di Tanah Suci, untuk memastikan respon cepat dan penanganan medis yang optimal bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Berikut daftar lengkap nama dan asal daerah jemaah haji yang meninggal dunia, sebagai bentuk penghormatan dan dokumentasi peristiwa ini:

(Daftar Nama Jemaah Haji Meninggal Dunia – Berikut ini adalah daftar nama yang telah diurutkan berdasarkan asal embarkasi untuk memudahkan pembacaan dan referensi. Data lengkap meliputi nama, usia, alamat, dan kode embarkasi.)
-
ASAL EMBARKASI SOC-4:
- Daimah Suwaryo (65 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Banjarnegara
-
ASAL EMBARKASI JKS-2:
- Johariyah Nasir (76 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Bogor
- Kasta Eman (77 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Bogor
- Budiwowati Wignyosuyoto Pawiro Dimejo (67 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Bogor
-
ASAL EMBARKASI SUB-20:
- Syamsudin Bakri Mursani (69 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Bogor
- Nur Fadillah (45 tahun), Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo
-
ASAL EMBARKASI SOC-17:
- Noer Koesmitro Soedarno (65 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Tegal
-
ASAL EMBARKASI LOP-4:
- Padilah Sulaeman (53 tahun), Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur
-
ASAL EMBARKASI BTH-1:
- Abdul Kadir (84 tahun), Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun
-
ASAL EMBARKASI JKS-6:
- Agung Dewanto (51 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi
-
ASAL EMBARKASI PLM-8:
- Tarmizi Azhari Usman (69 tahun), Bangka Belitung, Kabupaten Bangka
-
ASAL EMBARKASI BTH-2:
- Yusman Johar (56 tahun), Kepulauan Riau, Kota Batam
-
ASAL EMBARKASI UPG-1:
- Amirah Tayyimah Daman (68 tahun), Sulawesi Selatan, Kota Makassar
-
ASAL EMBARKASI JKG-7:
- Sagiyem Karyo Dikromo (76 tahun), Lampung, Kabupaten Lampung Timur
-
ASAL EMBARKASI PLM-6:
- Bakri Junaidi Abas (58 tahun), Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Selatan
-
ASAL EMBARKASI PDG-3:
- Saidun Basirun Sena (76 tahun), Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Selatan
- Inten Retno Wati (56 tahun), Jawa Timur, Kabupaten Kediri
- Soesanto Soemantri Notodiarjo (73 tahun), Jawa Timur, Kota Surabaya
-
ASAL EMBARKASI SUB-5:
- Syahrul Hadi Salna (69 tahun), Bengkulu, Kabupaten Lebong
-
ASAL EMBARKASI SOC-20:
- Ali Zaenal Abidin (66 tahun), Jawa Tengah, Kota Tegal
- Rachmat Selamat (55 tahun), Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros
-
ASAL EMBARKASI UPG-12:
- Karnadi Tiwan Tangso (73 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Pemalang
-
ASAL EMBARKASI BDJ-4:
- Acil Suhud Yusuf (81 tahun), Kalimantan Selatan, Kabupaten Tabalong
-
ASAL EMBARKASI LOP-3:
- Marhanah Muhamad (81 tahun), Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram
-
ASAL EMBARKASI SOC-31:
- Sodiq Zubadi (64 tahun), Jawa Tengah, Kota Semarang
-
ASAL EMBARKASI UPG-3:
- Ambo Bennu Petta Nini (62 tahun), Sulawesi Selatan, Kabupaten Sinjai
-
ASAL EMBARKASI PLM-1:
- Sugito Adi Harjo (84 tahun), Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
-
ASAL EMBARKASI SUB-16:
- Aidi Madri Umar (65 tahun), Bengkulu, Kabupaten Kepahiang
-
ASAL EMBARKASI JKS-32:
- Tri Mursal (54 tahun), Jawa Barat, Kota Bekasi
-
ASAL EMBARKASI SUB-9:
- Muhadi Madris (74 tahun), Jawa Timur, Kabupaten Blitar
-
ASAL EMBARKASI JKG-40:
- Kusnandari Endi Adimihardja (67 tahun), Banten, Kabupaten Tangerang
-
ASAL EMBARKASI JKS-2:
- Ganis Aribowo Soepangkat (usia tidak tercantum), D.I. Yogyakarta, Kota Yogyakarta
-
ASAL EMBARKASI JKS-2:
- Khoirul Huda (45 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Bogor
-
ASAL EMBARKASI BTH-13:
- Yakkub Abu Bakar (71 tahun), Jambi, Kota Jambi
-
ASAL EMBARKASI UPG-2:
- Sapo Panisi Lili (79 tahun), Sulawesi Selatan, Kabupaten Pinrang
-
ASAL EMBARKASI BTH-8:
- Reni Maifida Zainal Muhammad (53 tahun), Riau, Kabupaten Pelalawan
-
ASAL EMBARKASI JKS-28:
- Atang Widaryan Udin (64 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya
-
ASAL EMBARKASI LOP-3:
- Sugianto Yoso Pawiro (69 tahun), Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram
-
ASAL EMBARKASI JKG-26:
- Marhamah Muhair Muhammad (66 tahun), DKI Jakarta, Kota Jakarta Selatan
-
ASAL EMBARKASI JKS-32:
- Koswara Katum Mohamad Idris (65 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Ciamis
-
ASAL EMBARKASI BTH-14:
- Syofyan Muhammad Kasidah (64 tahun), Jambi, Kabupaten Kerinci
-
ASAL EMBARKASI SUB-64:
- Masiah Joyosijas Sarpan (59 tahun), Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro
-
ASAL EMBARKASI KNO-16:
- Adam Chairuddin Harahap (51 tahun), Sumatera Utara, Kabupaten Labuhan Batu
-
ASAL EMBARKASI JKG-9:
- Karjiyah Binti Legimo (75 tahun), Jawa Timur, Kabupaten Tuban
-
ASAL EMBARKASI UPG-27:
- Karsah Jumarta Asmani (69 tahun), DKI Jakarta, Kota Jakarta Barat
-
ASAL EMBARKASI SOC-26:
- La Apala (59 tahun), Papua, Kabupaten Biak Numfor
-
ASAL EMBARKASI SOC-18:
- Kanafi Munawir (58 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Kendal
-
ASAL EMBARKASI UPG-19:
- Toisah Narbun Syakir (58 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Pemalang
-
ASAL EMBARKASI JKG-33:
- St Nur Kunding (45 tahun), Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar
-
ASAL EMBARKASI JKS-39:
- Gustian Mahfudin Muchtar (60 tahun), Banten, Kabupaten Pandeglang
-
ASAL EMBARKASI PLM-9:
- Iyan Muhidin (80 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi
-
ASAL EMBARKASI LOP-1:
- Najamuddin Abdul Syukur (63 tahun), Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu
-
ASAL EMBARKASI UPG-17:
- Sahrim Sulaiman (82 tahun), Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Barat
-
ASAL EMBARKASI JKG-28:
- Amin Abdullah Saleh (67 tahun), Maluku Utara, Kota Ternate
-
ASAL EMBARKASI JKG-49:
- Kasminah Kusnan Halim (66 tahun), Lampung, Kabupaten Lampung Timur
-
ASAL EMBARKASI JKG-15:
- Sahman Muhammad Yasin (60 tahun), Banten, Kabupaten Lebak
-
ASAL EMBARKASI BPN-4:
- Siswanto Subandi Husdi (56 tahun), Lampung, Kabupaten Lampung Utara
-
ASAL EMBARKASI SOC-16:
- Dendy Wahyu Prihadi (62 tahun), Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur
-
ASAL EMBARKASI SOC-34:
- Tohir Sarga (85 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Tegal
-
ASAL EMBARKASI SUB-32:
- Pudji Hardjo Baderi (64 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Semarang
-
ASAL EMBARKASI PDG-11:
- Jasmi Paimin Paejan (85 tahun), Jawa Timur, Kabupaten Jember
-
ASAL EMBARKASI JKS-14:
- Nurleli Muhammad Ni (83 tahun), Sumatera Barat, Kota Pariaman
-
ASAL EMBARKASI SOC-42:
- Jumar Sarlan (82 tahun), Jawa Tengah, Kabupaten Demak
-
ASAL EMBARKASI SUB-76:
- Gogok Priadi Djasmin (56 tahun), Jawa Timur, Kota Malang
-
ASAL EMBARKASI BTH-16:
- Achmad Hasan Muchtar (71 tahun), Jambi, Kabupaten Tebo
-
ASAL EMBARKASI BDJ-6:
- Hartati Anang Saal (48 tahun), Kalimantan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau
-
ASAL EMBARKASI KJT-6:
- Rukoyah Ab Hadi (60 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Majalengka
-
ASAL EMBARKASI JKS-0-35:
- Acem Aba (63 tahun), Jawa Barat, Kabupaten Karawang
(Catatan: Data usia dan alamat dapat bervariasi tergantung sumber dan validasi data. Penulis berupaya menyajikan informasi yang akurat berdasarkan data yang tersedia.)
Kematian jemaah haji ini menjadi sorotan penting bagi penyelenggara haji, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan haji, mulai dari persiapan kesehatan jemaah, penanganan medis di Tanah Suci, hingga sistem pendukung lainnya, harus dilakukan untuk meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang. Peningkatan kualitas layanan kesehatan, peningkatan aksesibilitas fasilitas kesehatan, dan penyediaan informasi kesehatan yang komprehensif kepada jemaah menjadi hal krusial yang perlu diprioritaskan. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut faktor-faktor risiko kematian pada jemaah haji, termasuk penyakit penyerta, kondisi fisik, dan faktor lingkungan, untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. Duka cita mendalam disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga amal ibadah para jemaah haji yang telah wafat diterima oleh Allah SWT.



