Jakarta, Republika.co.id – Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali mengingatkan bahaya minuman keras (miras) dalam ceramahnya yang viral di media sosial. Ia menceritakan kisah tentang seseorang yang dihadapkan pada pilihan melakukan tiga dosa: membunuh, memperkosa, atau minum khamar.
"Orang tersebut berpikir, membunuh dan berzinah itu berat, jadi dia memilih minum miras yang dianggapnya lebih ringan," ujar UAS dalam video tausiyahnya yang beredar luas.
Namun, pilihan yang dianggap ringan itu justru menjadi pintu gerbang menuju dosa-dosa lainnya. Setelah menenggak miras, orang tersebut kehilangan kesadaran dan terpengaruh oleh hawa nafsu. Dalam keadaan mabuk, ia melakukan pemerkosaan, kemudian dihantui rasa takut dan khawatir ketahuan, sehingga akhirnya melakukan pembunuhan.
"Tiga dosa terlaksana dalam satu waktu gara-gara minum miras," tegas UAS, menekankan betapa bahayanya miras.
UAS juga menanggapi argumen bahwa minum miras dalam jumlah sedikit, hanya untuk menghangatkan badan, tidak akan membuat mabuk. Ia menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah menyatakan, "Jika banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun haram." Artinya, jika miras dapat memabukkan, maka minum sedikit pun tetap haram.

"Banyak orang merasa pintar, bahkan merasa lebih pintar dari Allah SWT. Kalau Allah SWT sudah melarang minum miras, maka turuti saja, jangan sok tahu dan sok pintar mengatakan hanya untuk menghangatkan badan," tegas UAS.
Ia mengingatkan bahwa mabuk merupakan dosa besar, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran.
Dalam ceramahnya, UAS juga menekankan pentingnya mematuhi larangan Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT telah melarang miras karena mengetahui dampak buruknya bagi manusia.
"Allah SWT sudah melarang miras, maka harus dipatuhi. Jangan sampai kita terjebak dalam dosa karena menganggap diri lebih pintar dari Allah SWT," pesan UAS.
Miras: Ancaman Terhadap Kehidupan

Peringatan UAS tentang bahaya miras bukanlah hal baru. Di berbagai agama dan budaya, miras telah lama dianggap sebagai ancaman terhadap kehidupan manusia. Dampak negatif miras tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, tetapi juga merambah ke aspek sosial, ekonomi, dan moral.
Secara medis, miras dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti kanker, penyakit hati, dan gangguan mental. Konsumsi miras juga dapat menyebabkan kecelakaan, kekerasan, dan tindak kriminal.
Di tingkat sosial, miras dapat merusak hubungan keluarga, memicu konflik antar individu, dan menghancurkan tatanan masyarakat.
Dari sisi ekonomi, miras dapat menguras keuangan keluarga, menurunkan produktivitas kerja, dan menghambat pembangunan.
Pentingnya Pencegahan dan Edukasi
Untuk mencegah dampak buruk miras, diperlukan upaya pencegahan dan edukasi yang komprehensif.
Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur peredaran miras, memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, dan mengkampanyekan bahaya miras kepada masyarakat.
Lembaga pendidikan juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang bahaya miras kepada anak-anak dan remaja.
Keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan agama kepada anak-anak, serta memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.




