ERAMADANI.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta mengelar silaturahim tatap muka pertama kali, dalam rangka menindaklanjuti gagasan dan inisiati membentuk komunitas pegiat Islamisasi IPTEK untuk wilayah Solo dan sekitarnya.
Pertemuan ini sudah berlangsung beberapa minggu lalu, pada Jumat (21/02/2020), yang awalnya komunitas ini dimulai dengan grup WhatsApp dengan jumlah pegiat hampir mencapai 50 orang.
Hingga kini tercatat pengurus komunitas ini sedang bersiap untuk menyelenggarakan rangkaian program yang akan diselenggarakan di Solo.
Komunitas ini terbentuk untuk mengisi kekosongan wadah di wilayah Solo dan dalam rangka turut terlibat mengambil peran dalam gerakan Islamisasi IPTEK yang sedang berlangsung di seantero Indonesia oleh berbagai institusi, baik formal maupun non formal.
Program Komunitas Pegiat Islamisasi IPTEK

Selain itu, kegiatan yang akan dilakukan memiliki sebuah ciri khas agar berbeda dengan komunitas yang telah lebih dahulu berkiprah di area yang berdekatan dengan Solo agar tidak tumpang tindih serta dapat menjalin ukhuwah dan kerjasama ilmiah.
Misalnya, program yang diselenggarakan Bentala Tamaddun Nusantara di Yogyakarta berfokus pada ranah filsafat dan pemikiran.
Supaya menguasai ranah tersebut, komunitas islamisasi IPTEK dapat bergabung mengikuti rangkaian program Bentala mengingat jarak antara Yogya dan Solo yang mudah untuk diakses melalui berbagai moda transportasi.
Sementara itu komunitas Pegiat Islamisasi IPTEK di Solo akan berfokus pada ranah metodologi, teoritik, dan praktek keilmuan.
Oleh karena itu komunitas ini bersifat praktikal, dalam artian peran yang hendak duambil dalam gerakan Islamisasi IPTEK adalah melakukan kegiatan perumusan ilmu dan pengamalan ilmu di masyarakat.
Sehingga pegiat yang tergabung dalam komunitas ini adalah dari kalanganpendidik, peneliti, dan praktisi profesional dari berbagai bidang ilmu.
Komunitas Pegiat Islamisasi IPTEK ini di posisikan sebagai wadah silaturahim keilmuan dan wadah integrasi aksi keilmuan dengan model peer-group.
Para pendidik, peneliti, dan praktisi profesional membentuk kelompok kajian bidang ilmu masing-masing dengan melibatkan para mahasiswa dan koleganya.
Peran Komunitas
Peran komunitas ini dalam lingkup internal adalah menjalin komunikasi antar anggota peer-group dan antar peer-group bidang ilmu agar dapat berlangsung.
Sehingga sekat antara pihak akademisi-peneliti-praktisi dapat disingkirkan, dan sekat bidang keilmuan yang mengarah pada super-spesialisasi dapat dihindari.
Contoh kembali, ustadz Arif Wibowo yang idi komunitas ini, memiliki kepakaran di bidang pertanian dari ranah teoritik hingga praktek.
Ia melibatkan Ustadz Daru, alumnus PKU Gontor, yang juga memiliki latarbelakang ilmu pertanian dan mendalami filsafat pertanian.
Hla ini bertujuan untuk mengkaji ilmu serta praktek pertanian pada hari ini dari perspektif Islam.
Begitu pula Dokter Nanang yang juga sebagai orangtua di komunitas ini melibatkan para koleganya sesama dokter, peneliti kedokteran, dan dosen di bidang ilmu kedokteran.
Ia juga melibatkan para mahasiswa kedokteran untuk mengkaji dan mengamalkan Kedokteran Islam di bumi Surakarta Jawa Tengah.
Pembicaraan mengenai pertanian yang berhubungan dengan dimensi kesehatan manusia dapat berlangsung di dalam komunitas ini.
Begitu juga dengan bidang ilmu lainnya , seperti arsitektur, dapat menjalin komunikasi dengan Ustadz Arif, alumnus PKU Gontor, terkait dengan ilmu pembangunan.
Pun begitu juga dengan perkembangan urban farming yang sedang menjadi trend arsitektur di perkotaan besar, dalam mengkajinya komunitas ini melibatkan ustadz Arif Wibowo.
Akhir kata, komunitas ini baru saja lahir dan hendak belajar merangkak sambil terus meningkatkan gizi asupan.
Harapannya agar komunitas ini dapat berperan dan memberikan manfaat dalam gerakan Islamisasi IPTEK, terutama di wilayah Solo.
Komunitas ini juga mengajak para Guru dan akademisi yang hendak turut terlibat menjadi bagian dari komunitas ini. Tentunya sangat menantikan dengan penuh keterbukaan.
Mari kita realisasikan Islamisasi IPTEK dan kita wujudkan Sains Islam. (HAD)




