ERAMADANI.COM, DENPASAR – Berbisnis di masa pandemi ini merupakan sebuah tantangan sekaligus pilihan yang harus dihadapi masyarakat. Mengingat banyaknya sektor pekerjaan yang sudah merumahkan karyawannya, jelas itu berdampak pada tingkat pengangguran yang semakin tinggi. Namun, hal tersebut tidak serta merta mematahkan semangat berjuang bertahan hidup, kita bisa memilih untuk melakukan bisnis “Tuyul Online”. Nah, seperti apa bisnis itu?
Bisnis “Tuyul Online” bisa jadi solusi bagi masyarakat yang masih bingung memikirkan usaha yang bisa dibangun saat pandemi ini.
Berbisnis “Tuyul Online” atau Dropshipper merupakan bisnis yang kini banyak diminati oleh masyarakat.
Lantaran bisnis ini bersifat fleksibel, dapat dikerjakan di mana pun, dan kapan pun (online).
Bagi masyarakat yang saat ini dirumahkan dan butuh pekerjaan/penghasilan, bisa mencoba peluang bisnis menjadi seorang Dropshipper/Tuyul Online.
Dropshipper diistilahkan menjadi Tuyul Online, karena pada dasarnya pekerjaan ini sangatlah mudah.
Selain fleksibel, pekerjaan ini hanya butuh modal kuota dan gawai saja.
Sembari duduk santai di rumah dan cukup mengeluarkan sedikit isi pikiran untuk merancang strategi pemasaran, penghasilan bisa dengan mudah kita dapatkan.
Dropshipper/Tuyul Online berbeda dengan Reseller

Keuntungan bisa diraih dengan “mencuri” atau memanfaatkan barang atau produk orang lain.
“Mencuri” di situ maksudnya bukan mengambil produk orang lain, tetapi memakai 1 foto untuk promosi. Jadi, 1 foto itu bisa dipakai siapa saja.
Selain itu, keunggulan menjadi Tuyul Online yakni menjual barang tanpa harus memiliki produk yang dijual.
Menurut salah satu Dropshipper sukses sekaligus CEO Digital Class Marketer, Arief Budiman Nasuko, tanpa ada barangnya lansung, kita tetap bisa berjualan, dilansir dari finance.detik.com.
“Jadi kita menjual produk orang lain, istilahnya jual gambar orang, ketika ada orderan kita teruskan supplier, habis itu ya udah barangnya dikirim supplier,” katanya dalam acara d’Mentor detikcom, Kamis (17/9/20).
Ia juga mengatakan bahwa menjadi seorang Tuyul Online tidak perlu memiliki produk, tidak memiliki risiko kerugian, dan tidak pula mengurus pengemasan barang.
Hal paling dibutuhkan adalah modal kuota internet.
"Saya coba jualan, tapi produknya saya ambil yang ada di marketplace, produk dari marketplace saya jual lagi di marketplace, artinya saya tidak punya produk. Nah, itulah yang disebut dropship." Arief Budiman Nasuko - CEO Digital Class Marketer
Bagaimana Langkah Menjadi Tuyul Online?
1. Pilih Produk dan Partner yang Tepat
Pilihan produk yang tepat mengantarkan kita pada konsumen yang banyak. Partner dropship/supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis kita.
2. Tambahkan Nilai Jual yang Unik
Tidak hanya menjual barang dengan harga yang murah–murah, tetapi juga alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan.
Misalnya saja, customer service yang andal, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin, reward, selipkan freebies, tester produk, dan sebagainya.
3. Perhatikan Branding Bisnis Tuyul Online
Identitas bisnis ada dalam branding, karena identitas sendiri itu unik.
Kita bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu bentuk nilai jual atau unique selling point.
Untuk membuat konsep ini lebih mudah dipahami, kita bisa menganggap branding sebagai seorang teman.
Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya tampak dalam desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.
4. Buat Website
Pembuatan website memang terkesan berlebihan, tetapi di sinilah letak kunci bisnis terlihat berkelas dan kompetitif dipasaran.
Tidak hanya punya media sosial seperti Instagram dan Facebok, semua informasi penting soal bisnis, detail produk, konten promosi, dan foto bisa terhadir lengkap di website toko online.
Lebih penting lagi, website bisa memaksimalkan brand awareness bisnis.
5. Tawarkan Kemudahan dengan Sistem Otomatis
Semua orang mau berbelanja dengan cepat dan mudah.
Oleh karenanya, kita perlu menerapkan sistem otomatis dalam berbelanja, terutama saat pembeli ingin menghitung biaya ongkos kirim.
Arief terjun sebagai Tuyul Online sejak 2015. Ia terjun ke profesi ini lantaran pada saat itu ia sakit dan baru saja kehilangan pekerjaan.
Kondisi yang membuatnya harus di rumah saat itu memaksanya untuk mencari ide bisnis. Alhasil, ketemu lah “Tuyul Online” ini.
“Saya coba jualan, tapi produknya saya ambil yang ada di marketplace, produk dari marketplace saya jual lagi di marketplace, artinya saya tidak punya produk. Nah, itulah yang disebut dropship,” jelasnya. (LWI)




