Sholat tahajud, amalan sunnah yang dikerjakan pada sepertiga malam terakhir, telah lama menjadi bagian integral dari praktik keagamaan umat Islam. Landasan hukumnya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, yang mendorong umatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah di waktu-waktu mustajab. Ayat Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 79 (dengan catatan redaksi memperbaiki kesalahan penulisan ayat dalam teks sumber yang tidak terbaca dengan baik) mengajak hamba-Nya untuk mendirikan sholat tahajud sebagai ibadah tambahan, dengan harapan mendapatkan kedudukan yang terhormat di sisi-Nya. Hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dan Ahmad, juga menganjurkan sholat malam—yang dimaknai sebagai sholat tahajud—sebagai kebiasaan para saleh terdahulu, sarana mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa, pencegah kejahatan, dan penjaga kesehatan.
Makna "tahajud" sendiri, secara harfiah, berarti bangun dari tidur. Oleh karena itu, sholat ini dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar. Namun, pertanyaan krusial muncul: Bolehkah sholat tahajud dikerjakan menjelang waktu subuh? Perdebatan seputar waktu ideal pelaksanaan sholat tahajud ini telah memunculkan beragam pandangan dan interpretasi.
Hukum Sholat Tahajud Menjelang Subuh: Sebuah Kajian Hukum Islam
Tidak terdapat dalil eksplisit dalam Al-Qur’an maupun Hadits yang secara tegas membatasi waktu akhir pelaksanaan sholat tahajud. Ketiadaan batasan waktu yang pasti ini membuka ruang interpretasi dan ijtihad para ulama. Sebagian berpendapat bahwa sholat tahajud masih diperbolehkan selama azan subuh belum berkumandang. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman bahwa sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang fleksibel, selama masih berada dalam rentang waktu antara sholat Isya dan subuh.
Pendapat ini diperkuat oleh pernyataan Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, yang disampaikan dalam ceramahnya di kanal YouTube Al Bahjah TV. Buya Yahya menyatakan bahwa sholat tahajud diperbolehkan hingga sebelum azan subuh dikumandangkan. Beliau menekankan pentingnya mendahulukan tidur sebelum melaksanakan sholat tahajud, meskipun waktu yang tersisa menjelang subuh mungkin relatif singkat. Pernyataan ini, yang telah mendapatkan izin kutipan dari redaksi detikHikmah, memberikan landasan bagi praktik sholat tahajud menjelang subuh bagi sebagian besar umat Islam.

Meskipun diperbolehkan, Buya Yahya juga menyinggung aspek waktu yang lebih singkat untuk sholat tahajud menjelang subuh. Hal ini bukan berarti melarang praktik tersebut, melainkan hanya sebuah catatan praktis terkait durasi waktu yang tersedia. Intinya, selama azan subuh belum berkumandang, sholat tahajud masih dianggap sah.
Waktu Terbaik Sholat Tahajud: Mencari Waktu Mustajab
Meskipun tidak ada larangan untuk melaksanakan sholat tahajud menjelang subuh, pertanyaan tentang waktu terbaik tetap relevan. Di Indonesia, sepertiga malam terakhir umumnya jatuh sekitar pukul 03.00 WIB. Buku "Sholat Tahajud & Kebahagiaan" karya Abd Muqit menyebutkan waktu tersebut sebagai waktu yang lebih afdhal. Namun, waktu terbaik ini bersifat relatif dan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi fisik dan kesiapan spiritual masing-masing individu.
Buku "Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja" karya Ahmad Hawassy memberikan panduan lebih rinci tentang waktu-waktu yang dianjurkan untuk sholat tahajud. Buku ini, yang mengacu pada pemahaman fikih Ahlussunnah wal Jamaah, kemungkinan besar memberikan uraian lebih detail tentang waktu-waktu mustajab berdasarkan perhitungan waktu astronomis dan hadits-hadits yang relevan. Sayangnya, detail uraian tersebut tidak tersedia dalam teks sumber berita yang diberikan.
Menimbang Aspek Praktis dan Spiritual
Perdebatan seputar waktu sholat tahajud tidak hanya berkutat pada aspek hukum, tetapi juga aspek praktis dan spiritual. Waktu menjelang subuh, meskipun memungkinkan untuk sholat tahajud, memiliki keterbatasan waktu. Hal ini dapat memengaruhi jumlah rakaat dan kekhusyukan sholat. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi fisik dan kesiapan spiritual sebelum memutuskan untuk melaksanakan sholat tahajud pada waktu tersebut.
Lebih jauh lagi, tujuan utama sholat tahajud adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti waktu yang dianggap ideal. Sholat tahajud yang dikerjakan dengan hati yang khusyuk pada waktu yang lebih awal, misalnya di tengah malam, mungkin lebih bernilai daripada sholat tahajud yang dikerjakan terburu-buru menjelang subuh.
Kesimpulan: Fleksibilitas dan Prioritas Kekhusyukan
Sholat tahajud menjelang subuh diperbolehkan selama azan subuh belum berkumandang. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada batasan waktu yang absolut. Prioritas utama adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah. Waktu terbaik untuk sholat tahajud bergantung pada kondisi masing-masing individu dan kesiapan spiritual mereka. Meskipun waktu sepertiga malam terakhir sering dianggap sebagai waktu yang lebih afdhal, fleksibilitas dalam memilih waktu sholat tahajud tetap diijinkan selama masih dalam rentang waktu antara sholat Isya dan subuh. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah ini. Konsultasi dengan ulama atau tokoh agama yang terpercaya juga sangat dianjurkan bagi mereka yang masih ragu atau ingin mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hukum dan waktu sholat tahajud. Dengan demikian, praktik sholat tahajud dapat dijalankan dengan penuh pemahaman dan keikhlasan, menjadikan ibadah ini sebagai sarana untuk meraih ridho Allah SWT.



