NTT – Pasca Banjir Bandang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. (H. C.)
Doni Monardo segera memberikan instruksi untuk pengerahan helikopter, instruksi ini pada saat tiba di Maumere untuk melakukan tinjauan pada Senin (5/4). Keputusanini guna melakukan percepatan penanganan banjir bandang di NTT.
Lokasi pendaratan helikopter dalam keadaan darurat bencana, memiliki berbagai kendala mulai dari minimnya ruang terbuka dan kondisi pendaratan yang tidak rata. Para warga dan tim gabungan lainnya bekerjasama untuk membuat lokasi pendaratan helikopter yang ideal untuk membantu terdistribusinya bantuan logistik dan non logistik. Helikopter milik BNPB berjenis Kamov PK IKR berhasil mendaratkan bantuan dengan berat total 5 ton dalam satu sortie dengan menggunakan teknik sling load atau menggantungkan bantuan dengan tali sepanjang beberapa meter.
Kerahkan sebanyak enam Helikopter
BNPB mengerahkan sebanyak enam helikopter untuk melakukan penanganan banjir bandang di NTT. Selain untuk melakukan distribusi logistik, helikopter ini juga difungsikan untuk mengangkut para korban yang membutuhkan pertolongan darurat. Serta bantuan medis seperti tenaga perawat atau dokter untuk ditempatkan di sejumlah titik lokasi bencana.
Setelah berhasil mendarat, kemudian memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir bandang melalui para kepala desa atau tokoh masyarakat setempat. Berbekal dengan data kependudukan, kemudian kepala dusun membagikan bantuan kepada setiap kepala keluarga yang ada di wilayahnya masing-masing. Selanjutnya tugas untuk membagikan kepada setiap warga menjadi tanggung jawab kepala desa.
Beberapa desa yang sempat terisolir sekitar wilayah Lembata, Alor, Pantar, dan Adonara kini sudah berhasil terjangkau. Bantuan logistik dan non logistik menggunakan helikopter juga tepat, mengingat kondisi jalur darat yang masih belum memadai. Selain itu, survey udara juga rutin terlaksanakan guna menyisir lokasi yang masih belum terjangkau.
Operasi udara ini didukung penuh oleh Satuan Tugas TNI AU. Juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari pihak donatur maupun relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit terjangkau dengan transportasi darat. Dengan menjaga sinergitas ini, harapannya percepatan penanganan banjir bandang bisa berjalan dengan baik dan tepat.




