ERAMADANI.COM – Sebanyak 210 orang penumpang pesawat asal Tiongkok dengan penerbangan carter maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT2648 tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (22/01).
Penerbangan carter tersebut penerbangan perdana dari Tiongkok ke Bali setelah Pemerintah Tiongkok mengizinkan warganya untuk kembali bepergian ke luar negeri sejak 8 Januari lalu.
“Jadi ini yang pertama secara secara resmi. Ini merupakan momentum yang baik untuk mengembalikan turis Tiongkok ke Bali,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Made Ayu Marthini.
Setibanya di Terminal Internasional Bandara Bali, 210 orang wisatawan yang berangkat dari Shenzhen, itu langsung disambut dengan pengalungan bunga, tarian tradisional Bali, serta kesenian Barongsai.
Melansir dari bali.wahananews.co, Ni Made Ayu Marthini berharap setelah kedatangan penerbangan perdana itu akan ada lebih banyak lagi turis-turis dari Tiongkok yang tiba di Pulau Dewata.
“Target yang ditetapkan pemerintah 255.300 orang wisatawan Tiongkok. Itu target, tapi kami berharap dan berupaya untuk melampaui target tersebut bahkan kalau bisa seperti tahun 2019,” kata dia.
Ia menambahkan berdasarkan informasi yang diterima, Pemerintah Tiongkok mulai 6 Februari mendatang juga akan mulai melepas wisatawan ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
“Mereka juga sudah menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang dituju. Dan seluruh penerbangan yang dulu dapat izin itu juga dapat dibuka juga. Jadi saya rasa setelah Imlek ini akan lebih banyak lagi pesawat yang akan datang secara langsung ke Bali,” tambah Ni Made Ayu Marthini.
Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan kembali hadirnya wisatawan dari Tiongkok itu diyakini akan membangkitkan kembali pariwisata Bali.
“Kami berharap pariwisata bangkit kembali seperti situasi normal yaitu 6,3 juta orang wisatawan setahun. Kami berharap paling tidak tahun ini 4,5 juta,” kata Gubernur Koster saat menyambut para wisatawan.




