ERAMADANI.COM – Dunia ini menawarkan warna-warninya, hingga sering manusia lengah pada hal-hal kecil yang justru berkah dan lupa mensyukurinya. Padahal, nikmat dari Allah yang sering lupa untuk disyukuri itu termasuk kunci bagi manusia untuk dapat merasakan berkah-berkah yang lain.
Mintalah kesehatan kepada Allah, karena sesungguhnya tidak ada nikmat yang paling utama daripada kesehatan, selain keimanan (Nabi Muhammad SAW).
Dengan kondisi sehat, seseorang dapat bekerja mencari nafkah, dapat beribadah, menikmati makanan, dan pergi berekreasi.
Pendek kata, orang yang sehat dapat melakukan apa saja yang disenanginya.
Sebaliknya, bagi orang yang sakit, makanan yang enak pun menjadi pahit dan bahkan terkadang menjadi pantangan.
Kalau sudah demikian, uang jutaan rupiah yang dimilikinya seolah tak ada artinya.
Dengan demikian, kesehatan merupakan nikmat terbesar bagi manusia.
HR Ibnu Majah
Melansir dari republika.co.id, dalam hadis riwayat Ibnu Majah di atas, Nabi Muhammad SAW menempatkan kesehatan sebagai yang terbaik setelah keimanan.
Dalam konteks ini, amat menarik penafsiran ahli tafsir Ibn Katsir ketika membahas ayat: Rabbana atina fi al-dunya hasanah wafil akhirati hasanah… (QS: 2:201).
Menurutnya, muatan “kebahagiaan dunia” yang kita mohonkan kepada Allah dalam ayat itu terdiri atas 10 macam kebahagiaan.
Demikian pula kebahagiaan akhirat, juga terdiri atas 10 macam.
Hal menarik dalam tataran ini adalah kebahagiaan dunia yang paling utama dan pertama. Menurut Ibn Katsir, adalah kesehatan.
Dalam ibadah salat, permohonan agar mendapat kesehatan menjadi bagian dari doa bacaan salat, misalnya ketika duduk antara dua sujud dan bacaan qunut.
Doa duduk antara dua sujud adalah: Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku rezeki, angkatkanlah derajat diriku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.
Doa qunut, sebagiannya adalah: Ya Allah, tunjukilah aku dan sehatkanlah aku.
Islam Menempatkan Kesehatan Sebagai Nikmat Teratas dan Terbesar
Kesehatan wajib kita syukuri, dengan cara menggunakannya untuk berbuat baik, misalnya menolong orang kesusahan, memperbanyak ibadah, dan seluruh amal saleh lainnya.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan:
“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dalam menggunakannya, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan.”
HR Bukhari
Nabi SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya nikmat pertama yang diminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat adalah nikmat kesehatan.”
HR Tarmizi
Nabi Muhammad mengingatkan: “Jaga lima sebelum datang yang lima…”. Hal pertama adalah menggunakan kesehatan sebelum sakit.”.
(ITM)




