ERAMADANI.COM, DENPASAR – Beberapa hari terakhir ini, viral sebuah video di media sosial pekerja asal Indonesia minta pertolongan supaya cepat diselamatkan dan keluar dari tempat mereka diobservasi di kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Perairan Yokohama, Jepang lantaran terkena virus corona.
Di kapal tersebut terdapat sebanyak 77 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), diantaranya ternyata terdapat sekitar 20-an orang di antaranya berasal dari Bali.
Sekretaris Jendral Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) I Dewa Nyoman Budiasa saat dihubungi menyatakan, sekitar 15 sampai 20 orang asal Bali ada di Diamond Princess.
Dilansir dari Tribunnews.com, Warga asal Desa Tangkas, Klungkung I Ketut Janu Artika dan puluhan warga negara Indonesia (WNI) lainnya masih tertahan di Kapal Diamond Princess pada Jumat (28/02/2020).
I Ketut Janu Artika benar-benar tak berdaya dan tetap bersabar menunggu dijemput pemerintah Indonesia, agar ia tidak terdampak virus corona.
Kru Asal Indonesia Masih Tertahan di Kapal Diamond Princess

Dikabarkan hingga saat ini, WNI yang masih tertahan di Kapal Diamond Princess hanya kru asal Indonesia saja, sedangkan kru asal negara lain sudah dijemput negara mereka masing-masing.
“Pemerintah Indonesia mungkin banyak koordinasi, rapat. Hari ini hanya tinggal kru asal Indonesia saja yang masih kapal Diamond Princes,” ujar Janu Artika saat dikonfirmasi melalui media sosialnya, Sabtu (29/02/2020).
Sisa kru asal negara lain, seperti asal Mexico, Peru, Serbia, Rumania, dan Ukraina dijemput hari ini, Jumat (28/02/2020) oleh negara mereka masing-masing.
Sementara, Janu Artika serta WNI lainnya, sudah mendapatkan informasi bahwa mereka akan dijemput pemerintah, pada Ahad (01/03/2020) kemarin.
“Kata kapten, kami akan dijemput hari Minggu ini (1/3/2020),” ungkapnya.
Setelah dijemput, mereka juga sudah mendapatkan informasi akan dikarantina terlebih dahulu beberapa minggu di Pulau Seribu. Sebelum nantinya akan dikembalikan.
Meskipun demikian, Janu dan WNI lainnya menerima hal itu sebagai salah satu prosedur. Walau mereka sudah dua kali di tes kesehatannya, dan dinyatakan negatif virus corona.
“Kami memang sudah siap untuk dijemput dan dikarantina,” ungkapnya.
Janu Artika berangkat bekerja ke kapal pesiar Diamond Princes sejak tanggal 20 Januari lalu. Namun sejak tanggal 3 Februari, kapal itu harus berlabuh di Yokohana Jepang karena ada penumpangnya yang positif Corona. (MYR)




