Bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah, memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam. Di antara amalan sunnah yang dianjurkan di bulan ini adalah puasa Tasua dan Asyura, yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Tahun 2025 Masehi, atau 1447 Hijriah, puasa Tasua akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Juli, dan puasa Asyura pada hari Minggu, 6 Juli. Kedua amalan ini memiliki kedudukan yang penting dalam ajaran Islam, dengan keutamaan yang telah dijelaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram:
Hadits riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan keutamaan puasa di bulan Muharram: "Sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadits ini menggarisbawahi posisi istimewa bulan Muharram dalam konteks ibadah puasa, menempatkannya sebagai bulan yang paling utama setelah Ramadan, bulan suci penuh berkah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya umat Islam untuk memanfaatkan momentum bulan Muharram untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amal ibadah, termasuk puasa sunnah.
Hukum Puasa Tasua dan Asyura:
Puasa Tasua, yang jatuh pada tanggal 9 Muharram, hukumnya sunnah. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas RA yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW: "Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram." (HR Muslim). Hadits ini menunjukkan anjuran kuat dari Nabi SAW untuk melaksanakan puasa Tasua, meskipun bukan merupakan kewajiban. Anjuran ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasua sebagai bentuk ketaatan dan meneladani sunnah Nabi.

Sementara itu, puasa Asyura, yang dijalankan pada tanggal 10 Muharram, juga merupakan amalan sunnah, namun dengan kedudukan yang lebih ditekankan. Hadits riwayat Ibnu Abbas RA menyebutkan: "Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu." (Muttafaq ‘Alaih – disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim). Perintah Nabi SAW untuk berpuasa Asyura ini menunjukkan bahwa puasa Asyura termasuk sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Kedudukan sunnah muakkad ini menunjukkan pentingnya amalan ini dalam ajaran Islam.
Hikmah Puasa Tasua dan Asyura:
Selain keutamaan yang telah disebutkan, terdapat hikmah lain di balik pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura. Salah satu hikmahnya adalah untuk membedakan umat Islam dari orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram). Dengan melaksanakan puasa Tasua, umat Islam menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada ajaran Islam yang berbeda dengan tradisi keagamaan lainnya. Hal ini sekaligus menjadi penegasan identitas keislaman dan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama.
Lebih jauh, pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura dapat dimaknai sebagai bentuk refleksi diri dan penyucian jiwa. Puasa, sebagai ibadah yang penuh pengorbanan, mendorong umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, merenungkan amal perbuatan, dan memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan. Momentum ini menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Niat Puasa Tasua dan Asyura:
Niat merupakan rukun terpenting dalam ibadah puasa. Niat puasa Tasua dan Asyura dibaca pada malam hari sebelum puasa dimulai atau pada pagi hari sebelum makan sahur. Berikut bacaan niat puasa Tasua dan Asyura dalam bahasa Arab dan artinya:
1. Niat Puasa Tasua:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma yaumal Tasu’aa sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: Saya berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta’ala.
2. Niat Puasa Asyura:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma yaumal ‘Asyuraa sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.
Penting untuk memahami bahwa niat harus diucapkan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah SWT. Niat yang tulus akan memberikan nilai ibadah yang lebih besar dan berdampak positif bagi spiritualitas seseorang.
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1447 H (2025 M):
Berdasarkan Kalender Hijriah Nasional Indonesia tahun 1447 H yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, jadwal puasa Tasua dan Asyura 2025 adalah sebagai berikut:
- Puasa Tasua (9 Muharram 1447 H): Sabtu, 5 Juli 2025
- Puasa Asyura (10 Muharram 1447 H): Minggu, 6 Juli 2025
Jadwal ini merupakan acuan resmi yang dapat digunakan oleh umat Islam di Indonesia. Namun, penting untuk tetap mengecek kembali informasi jadwal tersebut melalui sumber-sumber terpercaya, seperti website resmi Kementerian Agama atau lembaga-lembaga keagamaan lainnya. Perbedaan waktu antara daerah satu dengan daerah lainnya perlu diperhatikan, terutama untuk wilayah yang memiliki perbedaan waktu signifikan.
Kesimpulan:
Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Kedua puasa ini memiliki keutamaan dan hikmah yang besar bagi peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan memahami hukum, niat, dan jadwalnya, umat Islam dapat melaksanakan kedua amalan sunnah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sehingga mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga informasi ini bermanfaat bagi seluruh umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Tasua dan Asyura di tahun 1447 H/2025 M. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita.



