ERAMADANI.COM, BANYUWANGI – Kasus positif Covid-19 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Banyuwangi mengalami penambahan yang tinggi. Pemerintah Provinsi Jatim bersama Kemenag tengah bekerja sama dalam menangani klaster baru tersebut.
Diketahui kasus positif Covid-19 di Banyuwangi per 31 Agustus mencapai 772 positif, 84 sembuh, 678 dalam perawatan, dan 10 meninggal.
Berdasarkan data untuk santri sendiri, per Minggu 30 Agustus 2020, tercatat sebanyak 539 dari 624 santri yang menjalani tes swab dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.
Ponpes Darussalam telah mengambil langkah memisahkan santri positif COVID-19 dengan gejala agak berat dan santri positif tanpa gejala.
Adapun santri positif tanpa gejala diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
Saat ini, telah disediakan tiga tempat isolasi, yakni untuk santri putra yang sakit, santri putri yang sakit, dan untuk santri yang hasil tesnya reaktif.
Dalam satu kamar diisi dua sampai tiga santri.
Sebanyak 40 dokter telah dikerahkan ke Ponpes Darussalam pada 30 Agustus 2020.
Mereka dibagi menjadi lima tim kesehatan, yakni Tim Pemeriksa Kesehatan, Tim Tracing, Tim Swab, Tim Trauma Healing, dan Tim Disinfeksi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelabuhan (KKP) Probolinggo, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, turut serta dalam membantu tim medis dalam menangani kasus positif Covid-19 itu.
Adapun Dinas Sosial Banyuwangi telah mendirikan dapur umum untuk menyiapkan stok makanan bagi para santri.
“Untuk mencukupi kebutuhan santri selama masa karantina, Dinas Sosial Banyuwangi mendirikan dapur umum di lapangan Desa Karangmulyo,” ujar Zayadi, mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, dilansir dari idntimes.com.
“Ada bantuan dari Gugus Tugas dan dari masyarakat Banyuwangi berupa bahan makanan, minuman herbal, susu, dan vitamin, serta suplemen kesehatan bagi santri dalam perawatan,” imbuhnya.
Saat ini seluruh aktivitas pondok dihentikan dan dilakukan karantina masal. Seluruh akses ke pondok pesantren ditutup total.
Akses ke pondok pun dijaga ketat oleh 1 SSK tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Pemkab Banyuwangi. (ITM)




