ERAMADANI.COM, DENPASAR – Rabu (05/05/2021) Sore, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Denpasar gelar acara buka puasa bersama di Musholla Pondok Solusi Umat, TPU Suwung.
Kegiatan bertajuk “Baznas Berbagi: Ramadhan Penuh Berkah” adalah program rutin Bazna selama bulan Ramadhan 1442 Hijriyah.
Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Pendidikan dalam pemukiman warga yang mayoritasnya pekerja di TPU Suwung itu dihadiri oleh puluhan warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak santri sekitar.
Pimpinan Baznas Kota Denpasar, Feri Hendri mengungkapkan bahwa 100 paket nasi kotak, takjil dan minuman serta 100 paket sembako tersedia dalam kegiatan tersebut. Semuanya di prioritaskan untuk dibagi kepada masyarakat luas dan para santri anak-anak yang sekiranya memang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Feri Hendri sampaikan bahwa kegiatan berbagi ini juga bertujuan untuk menguatkan keimanan masyarakat, khususnya warga TPU Suwung.
“Dalam kondisi Covid ini kita semua pasti terdampak, dari orang kaya yang beban dampaknya besar hingga masyarakat menengah kebawah. Namun kita yang masih bisa eksis hingga hari ini di Bali sudah tentunya wajib bersyukur!”, Ujar Feri.
“Salah satu syukur yang wajib kita lakukan adakah syukur atas Iman yang hingga saat ini masih kita pertahankan! Karena Iman itu adalah harta yang ternilai daripada dunia dan seisinya, melainkan tiket kita untuk bebas dari siksa neraka,” tekan Feri kepada masyarakat yang hadir.
Sebelumnya Feri Hendri sampaikan bahwa menurunnya kekuatan ekonomi masyarakat di banyak berimbas pada warga yang akhirnya memilih untuk menggadaikan aqidahnya.
Maka hal tersebut yang menjadi perhatiana Baznas dalam beberapa programnya di TPA Suwung, salah satunya memakmurkan Pondok Solusi Umat, sebagai satu-satunya lembaga keagamaan dan pendidikan Islam di areal pemukiman warga TPA Suwung.
Sambutan Hiburan Penuh Manfaat

Selain sambutan Ketua Baznas, warga tak hanya buka puasa dan mendapat sembako. Dalam kesempatan tersebut, Baznas mengundang Ustadz Ali Rusly yang piawai bercerita dalam metode dakwahnya untuk menghibur masyarakat TPU Suwung.
Ustadz Rusly dengan piawai bercerita dan membuat seisi Pondok tertawa bahagia mendengar celoteh kocaknya yang penuh manfaat.
Ustadz Rusly menyampaikan kisah bahaya seorang ayah soleh yang gagal memasuki surga. Hal itu karena dalam ibadahnya hanya memikirkan diri sendiri, tanpa mengajak dan mengajarkan keluarganya. Namun kisah tersebut bisa tersampaikan dengan unik karena pembawaannya yang jenaka.
Kajian pun berakhir dengan serah terima sembako, makan bersama serta sholat maghrib berjamaah. (RAB)





