ERAMADANI.COM, BALI – Pandemi Covid-19 yang menghantap Bali selama 6 bulan ini melemahkan sektor ekonomi, bisnis pariwisata yang merupakan sokoguru ekonomi Pulau Dewata sudah tidak mampu mengangkat laju ekonomi, khususnya masyarakat ekonomi bawah. Menanggapi hal itu, BPR Syariah Fajar Sejahtera Bali bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Bali, dalam menggulirkan program bantuan modal usaha mikro untuk perkuat ekonomi.
Di tengah lesunya bisnis pariwisata, ternyata masih ada bisnis yang bertahan.
Bahkan, bisnis itu ada kecenderungan naik saat pandemi, yakni bisnis ekonomi mikro.
Adapun program dari BPR Syariah Fajar Sejahtera Bali ini menyasar usaha mikro wilayah Denpasar dan Badung. Penyerahan bantuan itu berlangsung di kantor BPRS Fajar Sejahtera, Jumat (2/10/20).

“Bantuan modal ini merupakan stimulan untuk pelaku usaha mikro yang sudah berjalan hampir satu tahun,” ujar IB Putu Swara Hamdani selaku direktur utama BPRS Fajar Sejahtera.
“Kita berikan stimulan tambahan modal produktif agar mereka semangat dalam menjalankan bisnis saat pandemi,” tambahnya.
Menurut Arif selaku ketua ACT Bali, program ini merupakan program penguatan ekonomi pada masa pandemi.
“Kami ingin agar masyarakat tetap semangat saat ekonomi sedang lesu, bahkan bisa menjadi backbone pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Terdapat 14 pengusaha mikro untuk saat ini yang mendapat suntikan permodalan produktif.
Kedepannya akan terus bertambah sebagai bagian dari kepedulian ACT dan BPRS Fajar Sejahtera dalam membantu ekonomi mikro. (RLS)




