ERAMADANI.COM, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi mengosongkan aktivitas sementara Masjid Al-Haram dan area Mataf atau tempat tawaf (mengelilingi Ka’bah 7 kali) pada Kamis (05/03/2020) kemarin waktu setempat.
Pengosongan aktivitas tersebut dilakukan guna sterilisasi di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi cegah wabah virus corona yang dikhawatirkan.
Sementara dampak dari strerilisasi atau pembersihan itu tidak adanya aktivitas jamaah di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi selama beberapa jam.
Pengosongan Aktivitas Masjid Al-Haram Bersifat Sementara

Dilansir dari Ihram.co.id, Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M Nur juga memberikan tangapan.
Ia memastikan tidak adanya aktivitas jamaah di arean tersebut hanya bersifat sementara untuk sterilisasi demi menyelamatkan manusia dari wabah corona.
“Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi ditutup untuk masa satu jam setelah shalat Isya dan dibuka kembali satu jam sebelum subuh,” kata Firman kepada Republika.co.id, Jumat (06/03/2020).
AMPHURI mengapresiasi Kerajaan Arab Saudi atas tindakan pencegahan sementara jamaah atau peziarah ke Tanah Suci bagi umat Muslim seluruh dunia.
Bahkan, saat ini penundaan sementara tersebut diberlakukan juga bagi warga negara Saudi dan ekpatriat alias mukimin yang tinggal di Saudi untuk menunaikan umrah atau ziarah.
“Tampaknya penanggulangan antisipasi penyebaran virus corona ini berlanjut sampai sterilisasi area mataf bagi jamaah yang ingin tawaf,” katanya.
Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi ditutup untuk beribadah dan iktikaf dari satu jam setelah shalat Isya sampai satu jam menjelang adzan pertama shalat Subuh.
“Alasan semua tindakan ini dapat diterima AMPHURI, demi menjaga keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan jamaah dalam beribadah di dalam dua tempat suci tersebut,” katanya.
AMPHURI berharap usaha antisipasi ini didukung dengan segera mendatang alat-alat teknologi canggih yang dapat memastikan kesehatan jamaah.
Bail jamaah yang akan masuk ke dalam dua tempat suci tersebut. Dengan demikian, penundaan ini juga dapat segera dicabut.
Sehingga jamaah dari seluruh dunia bisa kembali datang ke Masjid al-Haram maupun Masjid Nabawi untuk melakukan beribadah.
AMPHURI berharap semua jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya untuk lebih bersabar menunggu kabar selanjutnya.
Karena penundaan sementara ini diberlakukan bagi umat Muslim sedunia, bahkan warga negara Saudi sendiri juga merasakan.
“Dan teruslah mendoakan agar dua Tanah Suci dan seluruh umat Islam dunia dijaga Allah SWT dari musibah tercemar virus corona baru,” katanya. (MYR)




