ERAMADANI.COM – Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Allah juga menjanjikan bahwa Ia akan mengabulkan doa-doa dari para hamba-Nya.
Dalam penggalan Surah Al-Baqarah Allah ta’ala berfirman:
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, ketika dia berdoa kepada-Ku.”
QS. Al-Baqarah: 186
Atau firman-Nya dalam Surat Ghafir:
“Rabb kalian (Allah) berfirman, Mintalah kepada-Ku, niscaya aku memberi ijabah kepada kalian.
Sesungguhnya, orang-orang yang bersikap sombong dalam beribadah (tidak mau berdoa) kepadaku, mereka akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.”
QS. Ghafir : 60
Selain itu, Allah juga merupakan Zat yang Maha Pemalu lagi Maha Pemurah yang tidak akan membiarkan tangan hambanya turun dalam keadaan kosong alias doanya tidak terkabul.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Pemurah.
Allah Ta’ala malu kepada hamba-Nya yang mengangkat dua tangannya kepada-Nya, namun kembali dalam keadaan kosong (yaitu, tidak dikabulkan).”
HR. Tirmidzi no. 3556 dan lainnya
Namun, terkadang seorang merasa doanya tak kunjung terkabul.
Padahal mungkin saja ia telah berusaha bertaqwa dengan memenuhi segala syarat pengkabulan doa atau telah berdoa berulang-ulang dengan semaksimal mungkin.
Jika demikian, maka perlu untuk memperhatikan beberapa hal berikut.
Melansir dari pengusahamuslim.com, berikut hal yang perlu mendapat perhatian ketika merasa doa tak kunjung terkabul.
Bentuk Ijabah Doa Tak Mesti Sesuai Keinginan Hamba
Dalam Surat Ghafir ayat 60, Allah berjanji kepada orang yang berdoa dengan ijabah atau istijabah.
Penting untuk mengetahui bahwa padanan kata “ijabah” atau “istijabah” yang lebih tepat dalam bahasa Indonesia bukan “memberi” atau “mewujudkan sesuai dengan sesuatu yang kita inginkan”.
Akan tetapi, padanan kata yang sesuai adalah “merespon”.
Sebagaimana yang kita pahami dari kata “merespon”, tidak selalu dalam bentuk memberikan sesuatu yang kita inginkan.
Memberikan perhatian yang baik pun sudah termasuk dalam kategori “merespon”.
Maka terkait makna ayat tersebut, terkadang Allah memang telah memberikan ijabah untuk doa kita.
Namun, dalam bentuk yang berbeda, sebab “respon baik” terhadap doa bentuknya juga bermacam-macam.
“Tidaklah seorang muslim yang berdoa, dan doanya tidak berisi perbuatan dosa atau memutus silaturahim, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan:
(1) Allah kabulkan doanya,
(2) Allah hindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan isi doanya,
dan (3) Allah simpan dalam bentuk pahala untuknya di akhirat.”
HR. Ahmad dan lainnya, serta mendapat penilaian shahih oleh Musthafa Al-Adawi
Yakinlah Bahwa Kehendak Allah Adalah yang Terbaik
Umumnya, orang berkeyakinan bahwa sesuatu yang ia minta adalah yang terbaik untuknya, padahal belum tentu. Allah berfirman:
“Bisa jadi, kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian.
Terkadang pula, kalian mencintai sesuatu, padahal itu buruk bagi kalian. Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.”
QS. Al-Baqarah : 216
Oleh karenanya, penting untuk meresapi hal ini agar tidak berburuk sangka kepada Allah.
Allah adalah Zat yang maha sempurna, yakinlah bahwa segala kehendaknya adalah yang terbaik untuk kita!
Termasuk ketika doa yang kita panjatkan tak kunjung terijabah.
Jangan Putus Asa dalam Berdoa
Meski merasa doa tak kunjung terkabul, tetap jangan putus asa dalam berdoa kepada Allah.
Sebab dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:
“Tidak hentinya doa seorang hamba akan dikabulkan, selama bukan doa yang mengandung maksiat atau memutus silaturahim, dan doa yang tidak tergesa-gesa.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa?”
Beliau menjawab, “Orang itu mengatakan, “Saya telah berdoa…, saya telah berdoa…, namun saya merasa belum pernah dikabulkan. Kemudian, dia putus asa dan meninggalkan doanya.”
HR. Muslim
(ERK)




