ERAMADANI.COM – Beberapa waktu lalu, Presiden Prancis, Emannuel Macron, membuat pernyataan yang melukai hati para pemeluk agama Islam di dunia. Akibatnya, sejumlah negara memutuskan memboikot produk Prancis.
Melansir dari cnbcindonesia.com, beberapa asosiasi perdagangan Arab pun menjadi pihak yang memutuskan untuk melakukan pemboikotan terhadap produk negara yang sejak abad ke-17 terkenal sebagai Kota Mode ini.
Pihak Kuwait, ketua serta anggota dewan direksi dari Al-Naeem Cooperative Society memutuskan untuk memboikot semua produk Kota Mode ini dan mengeluarkannya dari rak supermarket.
Tak hanya itu, Asosiasi Dahiyat al-Thuhr juga mengambil langkah yang serupa.
Asosiasi itu menyebut Macron mendukung kelompok yang menghina Nabi Muhammad, sehingga mereka memutuskan untuk menghapus produk-produk Kota Mode ini.
“Berdasarkan posisi Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan dukungannya terhadap kartun ofensif terhadap Nabi tercinta kami.
Kami memutuskan untuk menghapus semua produk Prancis dari pasar dan cabang sampai pemberitahuan lebih lanjut.”
Asosiasi Dahiyat al-Thuhr
Kemudian Qatar, perusahaan Wajbah Dairy dan Al Merra Consumer Goods Company juga melakukan hal yang sama.
“Kami menegaskan bahwa sebagai perusahaan nasional,
kami bekerja sesuai dengan visi yang sejalan dengan agama kami yang benar,
adat istiadat dan tradisi kami yang mapan, dan dengan cara melayani negara dengan keyakinan kami serta memenuhi aspirasi pelanggan kami.”
Al Merra
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam acara yang bertajuk “Bestepe National Congress and Culture Center” pada Senin 26 Oktober 2020, juga turut menyerukan kepada seluruh masyrakat Turki untuk memboikot produk Kota Mode ini.
“Sama seperti bagaimana mereka memboikot produk Turki di Prancis, saya menyerukan kepada rakyat Turki untuk memboikot produk Prancis,” seru Erdogan. (ERK)




