ERAMADANI.COM – Video pembangunan di kawasan Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, tengah viral di media sosial. Dalam video itu terlihat proyek besar yang disebut akan membangun lift kaca setinggi 182 meter di tebing pantai. Selama ini wisatawan harus menuruni tangga curam untuk menikmati keindahan Kelingking Beach.
Pihak pengembang menyebut proyek lift bertujuan memudahkan wisatawan menuju bibir pantai. Namun, rencana ini menimbulkan pro dan kontra. Sebagian pihak khawatir proyek tersebut mengganggu keindahan alam dan merusak ekosistem di sekitar lokasi wisata.
Proyek Sudah Mengantongi Izin
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistiawati, menyebut proyek ini telah memiliki izin resmi. Meski begitu, ia akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan detail perizinan dan keterlibatan investor.
“Kami masih berkoordinasi dengan Dinas PU, Dinas Perizinan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Setelah ada kepastian dari masing-masing dinas, kami akan menyampaikan informasi resmi,” ujar Sulistiawati.
Koster Kritik Lemahnya Pengawasan
Gubernur Bali I Wayan Koster menyoroti lemahnya pengawasan tata ruang di daerah. Ia menilai, sistem Online Single Submission (OSS) tanpa evaluasi daerah membuat banyak proyek berjalan tanpa pengawasan.
Koster mengungkapkan, masyarakat dan pemerintah daerah sering tidak mengetahui proses izin yang sedang berlangsung. Akibatnya, terjadi kekacauan di lapangan dan muncul pembangunan yang tidak sesuai tata ruang.
Langkah DPRD dan Pembenahan Pembangunan
Melansir dari kompas.com, Dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 di Denpasar, Koster menyampaikan dukungannya terhadap Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Ia menilai langkah pansus menegakkan aturan merupakan upaya penting untuk menata Bali.
“Saya mendukung upaya Pansus TRAP menegakkan aturan tata ruang dan perizinan. Langkah ini bagian penting dari penataan Bali ke depan,” ujar Koster.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan memperketat pengawasan pembangunan agar tetap menjaga keseimbangan alam dan budaya Bali.




