• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Kasih Sayang Rasulullah SAW Terhadap Hewan: Lebih dari Sekadar Pemeliharaan

Kasih Sayang Rasulullah SAW Terhadap Hewan: Lebih dari Sekadar Pemeliharaan

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
333
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rasulullah SAW, teladan umat Islam, dikenal bukan hanya karena kepemimpinannya yang bijaksana dan ajarannya yang suci, tetapi juga karena kasih sayang yang begitu besar kepada seluruh makhluk ciptaan Allah SWT, termasuk hewan. Kehidupan beliau menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai welas asih dan kepedulian terhadap sesama, baik manusia maupun hewan, diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bukti nyata kasih sayang ini tercermin dalam perkataan dan perbuatan beliau, serta dalam hewan-hewan yang pernah beliau pelihara. Riwayat-riwayat yang sahih dan berbagai kitab hadits mencatat hal ini dengan detail.

Mengutip dari kitab Rahmah Ar Rasul Shallallahu Alaihi Wa Sallam susunan Raghib As Sirjani, terjemahan Moh Suri Sudahri dan Rony Nugroho, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada hewan. Beliau menekankan agar hewan tidak dibiarkan kelaparan atau dibebani pekerjaan di luar kemampuannya. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud menggambarkan keprihatinan beliau terhadap seekor unta yang kurus: "Bertakwalah kepada Allah SWT untuk binatang-binatang yang asing ini. Tunggangilah ia dengan cara yang baik, dan makanlah dagingnya dengan cara yang baik." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya perlakuan yang manusiawi dan penuh rasa hormat terhadap hewan, bahkan hewan yang bukan milik pribadi.

Lebih jauh lagi, hadits yang diriwayatkan Bukhari mengisahkan tentang seorang wanita yang memperoleh ampunan Allah SWT karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Kisah ini, meskipun melibatkan seorang pelacur dari Bani Israil, menunjukkan bahwa kebaikan terhadap hewan, sekecil apapun, akan mendapatkan balasan yang besar di sisi Allah SWT. Kebaikan tersebut tidak memandang status sosial atau latar belakang pelaku. Ini menegaskan bahwa kasih sayang Rasulullah SAW terhadap hewan bukanlah sekadar tindakan personal, melainkan ajaran universal yang menekankan pentingnya welas asih terhadap seluruh makhluk hidup.

Kasih sayang Rasulullah SAW terhadap hewan juga tercermin dalam hewan-hewan yang beliau pelihara sepanjang hidupnya. Mengacu pada kitab Zadul Ma’ad tulisan Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terjemahan Masturi Irham, terdapat beberapa jenis hewan yang menjadi bagian dari kehidupan beliau. Berikut uraian detailnya:

1. Kuda: Rasulullah SAW memiliki tujuh ekor kuda, masing-masing dengan nama dan karakteristik yang berbeda. Salah satunya adalah As-Sakb, kuda berwarna kemerah-merahan yang dibeli dari seorang Arab Badui seharga 10 uqiyah. Kuda lainnya, Al Murtajaz yang berwarna abu-abu, pernah ditunggangi oleh Khuzaimah bin Tsabit, seorang sahabat Rasulullah SAW yang dikenal dengan keberaniannya dalam medan perang. Nama-nama kuda lainnya yang tercatat antara lain Al Luhaif, Al Lizaz, Azh Zharid, Sabhah, dan Al Ward. Kepemilikan kuda ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memahami pentingnya hewan dalam kehidupan masyarakat Arab kala itu, baik untuk keperluan transportasi maupun aktivitas lainnya.

Kasih Sayang Rasulullah SAW Terhadap Hewan: Lebih dari Sekadar Pemeliharaan

2. Unta: Rasulullah SAW memelihara 45 ekor unta perahan dan seekor unta yang terlatih dari peternakan Bani Uqail. Di antara unta-unta tersebut, Al Qashwa memiliki tempat istimewa karena digunakan oleh beliau saat hijrah ke Madinah. Kehadiran Al Qashwa dalam peristiwa hijrah ini menjadi simbol penting dalam sejarah Islam, menunjukkan peran hewan dalam perjalanan sejarah dan perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Unta lainnya, Al Adhba’, dikenal karena kecepatannya yang luar biasa. Jumlah unta yang cukup banyak ini mengindikasikan bahwa Rasulullah SAW memahami pentingnya pengelolaan hewan ternak sebagai bagian dari perekonomian dan kehidupan masyarakat.

3. Bagal: Bagal, hasil persilangan antara kuda jantan dan keledai betina (atau sebaliknya), juga menjadi bagian dari hewan peliharaan Rasulullah SAW. Salah satu bagal beliau bernama Duldul, berwarna kelabu, merupakan hadiah dari Raja Mesir Al Muqauqis. Bagal lainnya, Fidhah, diperoleh dari Farwah Al Judzaimi. Beliau juga menerima bagal sebagai hadiah dari penguasa Ailah dan penguasa Daumatul Jandal. Kepemilikan bagal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memiliki akses dan hubungan dengan berbagai kalangan, termasuk penguasa dan tokoh penting di luar wilayah kekuasaannya.

4. Domba: Rasulullah SAW memiliki 100 ekor domba. Beliau menjaga jumlah tersebut agar tetap konstan; setiap kali seekor anak domba lahir, beliau akan menyembelih seekor domba dewasa. Kebijakan ini menunjukkan kebijaksanaan beliau dalam mengelola ternak, menjaga keseimbangan populasi, dan memastikan ketersediaan sumber daya. Hal ini juga mencerminkan kesederhanaan dan keadilan dalam kehidupan beliau.

5. Keledai: Rasulullah SAW juga memelihara keledai. Ufair, hadiah dari Raja Mesir Al Muqauqis, adalah salah satu keledai yang beliau miliki. Keledai lainnya merupakan hadiah dari Farwah Al Judzaimi. Kepemilikan keledai menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memanfaatkan berbagai jenis hewan sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya.

Mitos Kucing Rasulullah SAW:

Terdapat narasi yang cukup populer tentang Rasulullah SAW memelihara seekor kucing bernama Mueeza. Kisah ini, yang antara lain dikisahkan dalam buku Anjing Hitam yang Mengingatkan Seorang Syekh susunan Mahmud Asy Syafrowi, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memotong bagian lengan jubahnya agar tidak mengganggu Mueeza yang sedang tidur di atasnya. Namun, kebenaran kisah ini perlu dikaji lebih lanjut. DetikHikmah dan pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia menyatakan bahwa tidak ada riwayat sahih yang mendukung klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa sebagian besar riwayat yang mengisahkan interaksi Rasulullah SAW dengan kucing tidak berasal dari kitab-kitab hadits yang terkenal dan diakui keasliannya. Oleh karena itu, kisah kucing Mueeza perlu dilihat dengan lebih kritis dan hati-hati. Wallahu a’lam.

Kesimpulannya, kasih sayang Rasulullah SAW terhadap hewan bukan sekadar cerita atau legenda. Riwayat-riwayat yang sahih dan berbagai kitab hadits menunjukkan bahwa beliau memelihara berbagai jenis hewan dan mengajarkan pentingnya berbuat baik dan menyayangi hewan. Sikap beliau ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk selalu memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang dan menjaga keseimbangan ekosistem. Perilaku beliau menunjukkan bahwa kepedulian terhadap makhluk hidup merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang mengajarkan keadilan dan kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah SWT. Hal ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk menghormati dan melindungi seluruh makhluk hidup di bumi ini.

Previous Post

Larangan Membunuh Ular di Rumah dalam Perspektif Islam: Sebuah Kajian Hadits dan Pendapat Ulama

Next Post

Masjid Aisyah: Lonjakan Jemaah Umrah dan Popularitasnya sebagai Miqat Favorit

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Masjid Aisyah: Lonjakan Jemaah Umrah dan Popularitasnya sebagai Miqat Favorit

Masjid Aisyah: Lonjakan Jemaah Umrah dan Popularitasnya sebagai Miqat Favorit

Jaminan Asuransi bagi Jemaah Haji Reguler yang Wafat: Rincian dan Prosedur Klaim

Jaminan Asuransi bagi Jemaah Haji Reguler yang Wafat: Rincian dan Prosedur Klaim

Misteri Kuota Haji 2026: Antara Harapan dan Kekhawatiran di Tengah Kabar Berseliweran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.