• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
kapal china

Perairan Natuna yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. - Detik.com

Kapal China Masuk Natuna, TNI Tingkatkan Kesiagaan

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
341
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, – Kapal ikan China melanggar batas dan dikabarkan sudah masuk ke peraiaran Natuna, sehingga Pemerintah Indonesia dibuat gerah atas ulah Kapal Negeri Tirai Bambu Coast Guard tersebut.

Untuk memastikan hal itu tidak terjadi kembali, maka TNI menggelar apel dan menyiagakan 600 personel untuk mengamankan perairan Natuna yang berada di Kepulauan Riau, Indonesia.

Akan tetapi Republik Rakyat China mengatakan kawasan yang dilewati coast guard adalah wilayahnya sendiri. Batas wilayahnya adalah 9 Garis Putus-putus (9 Dash Line) yang dibikin sejak 1947.

Dilansir dari Detik.com, 9 Garis Putus-putus yang diklaim China sebagai batas teritorinya itu menabrak teritori negara lain, termasuk menabrak Perairan Natuna milik Indonesia.

TNI Tingkatkan Kesiagaan soal Masuknya Kapal China

TNI siagakan 600 personel amankan Natuna. – Kumparan.com

Kendati begitu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono menyebutkan.

Bahwa pasukan gabungan terdiri dari 3 matra TNI yakni AD, AL hingga AU. Apel digelar di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna.

Dalam hal ini Yudo meminta para personel tegas menindak pelanggaran tanpa terprovokasi kapal asing yang masuk ke wilayah RI.

“Kehadiran Kapal Perang Indonesia adalah representasi negara, sehingga mereka harusnya paham ketika negara mengeluarkan Kapal perangnya bahwa negara pun sudah hadir disitu,” kata Yudo.

Seperti di kutip dari Kumparan.com, pasukan yang terlibat dalam apel tersebut berjumlah kurang lebih 600 personel.

Yang terdiri dari 1 Kompi TNI AD Batalyon Komposit 1 Gardapati, 1 Kompi Gabungan TNI AL terdiri dari personel Lanal Ranai, unsur KRI Teuku Umar 385 dan KRI Tjiptadi 381, Satgas Komposit Marinir Setengar, serta 1 Kompi TNI AU (Lanud Raden Sadjad dan Satrad 212 Natuna).

Ia menegaskan pelanggaran kapal asing di wilayah di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Hal itulah yang akan coba ditindak oleh personel pengamanan yang telah disiagakannya. (keterangan tertulis Yudo pada Sabtu (04/01/2020).

“Untuk itu, TNI wajib melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar asing yang telah memasuki wilayah dan kegiatan ilegal berupa penangkapan ikan tanpa izin dari pemerintah Indonesia,” tuturnya.

Ia mengingatkan kepada jajaran personel yang diturunkan agar memahami seluruh aturan yang berlaku baik hukum laut internasional maupun hukum nasional di wilayah laut Indonesia.

Kemudian ia juga meminta para personel untuk tegas menindak pelanggaran tanpa terprovokasi kapal asing yang masuk ke wilayah RI.

“Kehadiran Kapal Perang Indonesia adalah representasi negara, sehingga mereka harusnya paham ketika negara mengeluarkan Kapal perangnya bahwa negara pun sudah hadir disitu,” jelasnya.

Tanggapan Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Tanggapan Luhut Binsar Pandjaitan soal kapal China yang masuk Natuna. – Ekonomi.bisnis.com

Disamping itu, sikap berbeda ditunjukkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Ia mengatakan, persoalan ini tak perlu dibesar-besarkan.

Menurutnya, masuknya kapal-kapal asing dari China tersebut merupakan akibat kurangnya kemampuan Indonesia mengawasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Kemudian ia meminta semua pihak untuk tidak meributkan masalah pelanggaran kedaulatan oleh China di Natuna. Ia khawatir ribut tentang persoalan ini akan mengganggu hubungan ekonomi. (MYR)

Tags: Chinaekonomiekonomi globalEkonomi IndonesiaIndonesiaindonesia kuIndonesia MajuIndonesia Masa Kiniindonesia rayaKapal ChinaKapal China Masuk NatunaKemenko Kemaritiman dan InvestasiNatunaPanglima TNITiongkokTNITNI ALTNI-PolriZona Ekonomi Eksklusif
Previous Post

Deretan Diet Diet Terpopuler Sepanjang Tahun 2019

Next Post

Awal Tahun 2020, Bambang Santoso Bersilaturahim dan Serap Aspirasi Masyarakat

benlaris

benlaris

Next Post
Serap aspirasi

Awal Tahun 2020, Bambang Santoso Bersilaturahim dan Serap Aspirasi Masyarakat

jamaah

Harapan Menteri Pertanian Menjadikan Bali Lokomotif Ekspor Pertanian

kebakaran hutan

Langit Australia Masih Merah Membara Akibat Kebakaran Hutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.