• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result

Intimasi Suami Istri dalam Perspektif Islam: Doa dan Hukumnya

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hubungan intim suami istri dalam Islam bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, melainkan ibadah yang diatur secara syariat dan sarat makna spiritual. Praktiknya, menurut ajaran Islam, harus dilakukan dengan penuh kesadaran, kesucian hati, dan diiringi doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Pemahaman yang komprehensif mengenai hukum, adab, dan doa-doa terkait sangat penting bagi pasangan muslim untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan diridhoi Allah SWT.

Hukum Berhubungan Suami Istri: Fleksibilitas dalam Syariat

Hukum berhubungan suami istri dalam Islam bukanlah mutlak dan statis, melainkan bersifat dinamis dan bergantung pada konteks. Berbeda dengan pandangan yang terkadang menyederhanakannya, hukumnya tidak selalu wajib. Buku-buku fikih terkemuka seperti Fiqh Keluarga Terlengkap karya Rizem Aizid menjelaskan bahwa hukumnya dapat berubah-ubah, berkisar antara wajib, sunnah, makruh, hingga haram. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan pasangan, kondisi fisik, waktu (misalnya saat sedang berpuasa), dan situasi lainnya.

Pandangan yang menyatakan hubungan suami istri sebagai kewajiban (wajib) juga ditemukan dalam literatur fikih, seperti yang dikutip dari Fikih Wanita karya Ustaz Muiz al Bantani. Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, "Jika seorang laki-laki mengajak istrinya untuk menyalurkan hajatnya, maka hendaklah ia mendatangi suaminya, meskipun ia sedang berada di tungku perapian" (HR Ibnu Syaibah, Tirmidzi, Thabrani), seringkali dijadikan rujukan untuk pendapat ini. Namun, penting untuk diingat bahwa hadits ini perlu dikaji lebih dalam konteksnya dan tidak dapat dilepaskan dari penjelasan hukum yang lebih komprehensif dalam berbagai situasi. Dengan demikian, penting bagi pasangan muslim untuk memahami konteks dan berkonsultasi dengan ulama atau ahli fikih yang terpercaya jika menghadapi keraguan atau pertanyaan terkait hukum hubungan intim dalam situasi tertentu.

Doa-Doa yang Dianjurkan: Mengawali dan Menutup dengan Zikir

Intimasi Suami Istri dalam Perspektif Islam: Doa dan Hukumnya

Islam mengajarkan pentingnya mengawali dan mengakhiri setiap aktivitas, termasuk hubungan intim suami istri, dengan dzikir dan doa. Hal ini mencerminkan penekanan ajaran Islam pada spiritualitas dalam setiap aspek kehidupan. Buku Pendidikan Seks untuk Anak dalam Islam: Panduan bagi Orang Tua, Guru, Ulama, dan Kalangan Lainnya karya Yusuf al-Madan Tabrizi menekankan sentuhan spiritual dalam hubungan seksual, mengajak pasangan muslim untuk memulai dengan berdzikir kepada Allah SWT, menyebut nama-Nya, shalat, dan berdoa sebelum melakukan hubungan intim.

Berikut beberapa doa yang dianjurkan, dikutip dari berbagai sumber rujukan seperti Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf:

  • Doa Sebelum Berhubungan:

Bismillah, Allahumma jannibnasy syaithaana wa jannibisy syaithaana maa razaqtanaa.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau berikan kepada kami."

Doa ini memohon perlindungan dari godaan setan dan memohon agar hubungan intim tersebut diberkahi dan terhindar dari pengaruh buruk.

  • Doa Saat Keluar Air Mani:

Allahummaj’al nuthfatan dzurriyatan shaalihatan.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah air mani kami keturunan yang baik."

Doa ini mengandung harapan agar hubungan intim tersebut menghasilkan keturunan yang saleh dan berbakti kepada Allah SWT dan orang tua.

  • Doa Setelah Berhubungan:

Alhamdulillahilladzii khalaqa minal maa-i basyaran.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan wanita dan air (mani)."

Doa ini merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Ungkapan syukur ini mengingatkan pasangan muslim akan kebesaran Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur alam semesta.

Wudhu Setelah Hubungan Intim: Menjaga Kesucian dan Kesiapan

Jika pasangan suami istri ingin mengulangi hubungan intim, mereka dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya, kemudian ia ingin mengulanginya lagi, berwudhulah satu kali di antara yang dua kali itu." (HR Muslim). Wudhu bukan hanya sekadar membersihkan diri secara fisik, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual untuk kembali menjalani hubungan intim dengan kesucian hati dan niat yang baik.

Manfaat Membaca Doa: Perlindungan dan Berkah dari Allah SWT

Membaca doa sebelum dan sesudah berhubungan intim memiliki manfaat yang sangat besar bagi pasangan muslim. Selain sebagai bentuk ibadah dan ungkapan syukur, doa-doa tersebut juga memohon perlindungan dari godaan setan dan memohon berkah dari Allah SWT. Hadits dari Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyatakan, "Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca doa, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya." Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya doa dalam melindungi keturunan dan memberikan berkah dalam kehidupan rumah tangga.

Kesimpulan:

Hubungan intim suami istri dalam Islam merupakan ibadah yang diatur secara syariat dan diharapkan dilakukan dengan kesadaran penuh, kesucian hati, dan diiringi doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Memahami hukum, adab, dan doa-doa terkait sangat penting bagi pasangan muslim untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, berkah, dan diridhoi Allah SWT. Penting untuk terus belajar dan berkonsultasi dengan ulama atau ahli fikih yang terpercaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Semoga uraian ini memberikan penjelasan yang lebih komprehensif dan membantu pasangan muslim dalam menjalankan kehidupan rumah tangganya sesuai dengan ajaran Islam.

Previous Post

Mitos atau Fakta? Menelisik Anjuran Mencicipi Garam Sebelum Makan dalam Perspektif Hadis dan Sains

Next Post

Rencana Perjalanan Ibadah Haji 1446 H/2025 M: Kementerian Agama RI Umumkan Jadwal Keberangkatan

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post

Rencana Perjalanan Ibadah Haji 1446 H/2025 M: Kementerian Agama RI Umumkan Jadwal Keberangkatan

Megahnya Alhambra dan Generalife: Jejak Kejayaan Islam di Tanah Andalusia

Hukum Menelan Ludah saat Puasa: Kajian Mendalam atas Pandangan Ulama

Hukum Menelan Ludah saat Puasa: Kajian Mendalam atas Pandangan Ulama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.