• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Jablah

Inilah Kisah Jablah, Mualah yang Murtad Usai Tunaikan Ibadah Haji. - (Foto: ihram.co.id).

Inilah Kisah Jablah, Mualaf yang Murtad Usai Tunaikan Ibadah Haji

benlaris by benlaris
in Featured, Sejarah
0 0
0
370
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM – Jablah ialah penguasa negeri Syam yang sempat masuk Islam, tetapi pada akhirnya ia murtad setelah menunaikan ibadah haji. Raja Ghossan ini masuk Islam pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.

Melansir dari republika.co.id, Nasiruddin S.AG MM dalam bukunya “Kisah Keadilan Para Pemimpin Islam” menceritakan, setelah Jablah bin Ayham bin Harits Al-A’raaz bin Syamar Al-Ghossani ini masuk Islam, ia hendak menunaikan ibadah haji ke kota Makkah.

Ia pun mengirimkan surat ke Madinah, pusat pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab atas rencananya menunaikan ibadah haji.

“Surat itu isinya menginformasikan bahwa Jablah akan mengunjungi kota Madinah sebagai ibu kota pemerintahan Islam, pada masa itu untuk bersilahturahmi dengannya setelah itu menunaikan ibadah haji.”

Nasiruddin

Khalifah Umar bin Khathab menerima maksud kedatangan itu dengan senang hati. Khalifah Umar pun berjanji akan melayani Raja Ghossan itu sebagai tamu kehormatan.

Jablah dan Rombongan Menuju Madinah

Jablah pun bersiap-siap untuk berangkat ke Madinah dengan menyiapkan 500 orang yang terdiri atas keluarga kerajaan, kaum kerabat, handa taulan, dan para pengawalnya untuk menunaikan ibadah haji.

Ketika rombongan itu telah memasuki kota Madinah, Raja Ghossan ini mengutus pengawalnya untuk menginformasikan kedatangannya kepada Khalifah Umar bin Khathab.

Khalifah Umar senang mendengar kedatangan Raja Ghossan itu.

Kemudian Khalifah Umar memerintahkan para penduduk kota Madinah menyambut kedatangan Jablah, sembari menyiapkan hidangan untuk tamu terhormat itu.

Sementara itu, Jablah memerintahkan seratus orang pengawalnya untuk mengenakan pakaian ketentaraan yang terbuat dari sutra.

Para pengawal dengan gagahnya mengendarai kuda yang berhiaskan emas, permata, dan aneka hiasan lainnya.

Raja Ghossan sendiri mengenakan mahkota yang bertahtakan intan permata dan berlian yang indah dan mahal.

Pada saat rombongan Raja Ghossan memasuki gerbang kota Madinah, para penduduk Madinah keluar menyambut.

Tua muda, anak-anak, kaum remaja, kaum bapak, dan kaum ibu bersorak-sorai menyambut kedatangan Raja Ghossan, tamu kehormatan Khalifah Umar bin Khattab.  

Para janda dan anak gadis sangat terheran-heran dengan pakaian yang dikenakan Jablah saat itu. Semua memuji keindahan dan kemewahan pakaian kerajaannya.

Ketika sampai di kota Madinah, Raja Ghossan langsung menemui Khalifah Umar untuk memberi tahu kedatangannya.

Khalifah Umar langsung menyambut dengan penuh penghormatan dan ramah tamah seorang khalifah terhadap pembesar negeri lainnya.

"Assalamualaikum wahai amirul mukminin apa kabarnya Anda saat ini?" Sapa Jablah.

"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," jawab Khalifah Umar dengan penuh kehormatan.

"Alhamdulillah berkat doa Anda sekalian, sampai saat ini saya dalam keadaan sehat wal afiat," kata Khalifah Umar.

Khalifah Umar bin Khattab pun menjamu tamunya dengan ramah, juga menghidangkan makanan sebagai pengisi perut atas perjalanan yang melelahkan bagi Raja Jablah Al-Ghossani dan rombongannya.

Keduanya mengobrol asik tentang kondisi keamanan dan kesejahteraan rakyat di negeri sekitar Syam.

Raja Ghossan berkata kepada Khalifah Umar terkait niatnya.

"Wahai Amirul Mukminin, sebenarnya kedatangan saya ke Kota Makkah nanti adalah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini," katanya.

Khalifah Umar pun menyambut positif maksud kedatangannya Jablah.

"Insya Allah saya juga akan melaksanakan ibadah haji tahun ini, dan jika tidak keberatan bagaimana kita berangkat bersama-sama ke Kota Makkah, untuk menunaikan ibadah haji," ajak Khalifah Umar.
(Ilustrasi) Perjalanan Khalifah Umar bin Khattab dan Raja Ghossan menuju Kota Makkah. – (Foto: manado.tribunnews.com).

Setelah sampai Kota Makkah, mereka bersama-sama melaksanakan tawaf qudum sebagai tanda kedatangan mereka.

Mereka berbaur dengan kaum Muslimin lainnya melaksanakan tawaf dengan khusyuk dan khidmat.

Jablah Memukul Lelaki Bani Fazaroh

Ketika Jablah sedang melakukan tawaf pada sekeliling Ka’bah, tiba-tiba kain ihramnya tanpa disadari terinjak oleh kaki seorang lelaki dari bani Fazaroh, hingga terlepas dari tubuhnya.

Sontak Raja Ghossan ini terkejut dengan hal itu, lalu dengan perasaan kesal ia memukul muka lelaki itu dengan tangannya hingga berdarah.

Kemudian lelaki dari bani Fazaroh datang dan mengadu kepada Khalifah Umar tentang perlakuan Raja Ghossan itu terhadapnya, lelaki bani Fazuroh merasa tidak terima, karena sebenarnya ia pun juga tidak sengaja.

Khalifah Umar memang seorang khalifah yang sangat arif dan bijaksana, serta memperhatikan pengaduan rakyat kecil dan keluhan umatnya.

Khalifah Umar pun mendengarkan semua pengaduan laki-laki tersebut serta mengakomodasikan untuk dicarikan jalan keluar yang terbaik baginya.

Kemudian, setelah Khalifah Umar mendengarkan cerita laki-laki bani Fazaroh itu, ia mengutus seseorang untuk memanggil Jablah agar mengahadapnya.

"Hai Jablah, benarkah Anda telah memukul seorang lelaki dari bani Fazaroh ketika ia sedang tawaf di sekeliling Ka'bah?" Tanya Khalifah Umar.

Dengan angkuh Jablah menjawab pertanyaan Khalifah Umar.

"Benar Amirul Mukminin. Memang benar saya telah memukul hidung lelaki itu karena ia dengan sengaja telah menginjak kain ihram saya, hingga akhirnya terlepas dari tubuh saya. Kalau seandainya saja bukan karena kemuliaan Ka'bah baitullah, saya sudah tebas batang lehernya!" Jawab Jablah panjang.
"Baiklah, karena Anda telah melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain, maka sebaiknya minta maaf kepadanya dan kalau tidak, saya akan memerintahkan kepadanya untuk menuntut balas atas perbuatan Anda tersebut, karena bagaimana pun Anda tidak boleh berbuat sewenang-wenang terhadap sesama muslim!" Kata Khalifah Umar.

Jablah pun terkejut dan balik bertanya.

"Apa yang akan Anda lakukan terhadap saya, hai Amirul mukminin?"

"Saya akan menyuruh lelaki dari bani Fazaroh yang pernah Anda cederai untuk memukul hindung Anda," jawab Khalifah Umar.

Betapa terkejutnya Raja Ghossan ini mendengar ucapan Khalifah Umar bin Khattab.

"Ya Amirul mukminin, bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi? Anda sendiri telah mengetahui bahwa saya ini adalah seorang pembesar dari negeri Syam sedangkan lelaki itu hanyalah rakyat jelata," tukas Jablah.
"Ketahuilah olehmu hai Jablah, sesungguhnya Islam telah mempersatukan Anda sebagai seorang pembesar suatu kaum dengan lelaki tersebut yang hanya rakyat jelata. Sebenarnya antara Anda dengannya tidak ada keistimewaan apa-apa, kecuali keimanan dan ketakwaan," jawab Khalifah Umar.

Tak Mau Minta Maaf dan Ancam Keluar dari Islam

Namun, Jablah tidak merespon dengan baik dan justru jawabannya sangat mencengangkan.

"Saya mengira bahwa saya akan menjadi lebih mulia dan dihormati setelah saya memeluk agama Islam. Akan tetapi, pada kenyataannya saya malah lebih diabaikan dari sebelumnya."
"Sudahlah, Anda jangan banyak berkomentar! Kalau Anda tetap bersikeras untuk tidak minta maaf kepada lelaki itu, maka saya akan suruh dia untuk menuntut balas kepada Anda," balas Khalifah Umar bin Khatab.
"Kalau Amirul mukminin tetap memaksa saya untuk meminta maaf kepadanya, maka saya akan pindah kepada agama Nasrani," jawab Jablah.

Lantas Khalifah Umar pun menjawab.

"Kalau Anda berpindah ke agama Nasrani, maka dengan sangat terpaksa sekali saya akan tebas batang leher Anda, karena sebelumnya Anda telah mengikrarkan dengan suka hati untuk masuk ke dalam agama Islam, seandainya sekarang Anda akan berpindah agama, maka saya akan memerangi Anda," kata Khalifah Umar.

Jablah merasa takut dan ciut juga hatinya melihat ketegasan Khalifah Umar bin Khattab.

"Baiklah, akan saya pikirkan terlebih dahulu hal ini secara masak-masak malam ini," jawab Raja Ghossan itu.

Pada saat itu, sebenarnya para pengawal Jablah dan beberapa orang lelaki dari bani Fazaroh sudah berkumpul di luar rumah Khalifah Umar.

Masing-masing siap membela dan mempertahankan kehormatannya.

Khalifah Umar pun menyuruh mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Lantaran khawatir akan terjadi pertumpahan darah antara kedua kelompok tersebut.

Raja Ghossan beserta beberapa orang pengawalnya mengendap-endap melarikan diri menuju negeri Syam, ketika malam telah menggelapkan kota Makkah dan penduduk sudah lelap tidur.

Jablah dan rombongannya sudah melarikan diri selepas azan subuh.

Setelah sampai negeri Syam, 500 orang pengikutnya pergi ke kota Konstantinopel untuk menemui kaisar Heraklius, sekarang kota itu ialah Kota Istanbul.

Kaisar Romawi itu menyaksikan Jablah dan para pengikutnya masuk agama Nasrani. (ITM)

Tags: BaliDenpasarHajiIbadah HajiIndonesiaInfo DenpasarInfo SarbagitaInformasi Terkini!IslamJablahKhalifah Umar bin Khattabkhazanah islamMadinahMakkahMualah yang MurtadNegeri SyamRaja GhossanSejarahSejarah IslamUmar bin Khattab
Previous Post

NASA Prediksi Potensi Asteroid Tabrak Bumi, Bahayakah?

Next Post

Tradisi Wanara Laba di Pura Agung Pulaki, Ribuan Kera Turun

benlaris

benlaris

Next Post
Tradisi

Tradisi Wanara Laba di Pura Agung Pulaki, Ribuan Kera Turun

Perkuat

Perkuat Ekonomi, BPRS Fajar Sejahtera Gandeng ACT

Suga Yoshihide

Suga Yoshihide, PM Baru Jepang Ini Berencana Kunjungi Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.