Jakarta – Kepercayaan akan hari kiamat merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran agama Islam. Hari akhir, yang ditandai dengan kehancuran alam semesta dan perhitungan amal perbuatan manusia di hadapan Allah SWT, bukanlah sekadar mitos atau dongeng, melainkan sebuah keyakinan yang ditegaskan dalam Al-Quran. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 7, "Sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur," merupakan penegasan mutlak akan datangnya hari perhitungan tersebut. Ayat ini menjadi pengingat bagi seluruh umat manusia akan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi hari yang tak terelakkan ini, dengan senantiasa beramal saleh dan menjauhi segala bentuk perbuatan dosa.
Kepercayaan ini diperkuat oleh berbagai hadis dan kisah-kisah yang menggambarkan tanda-tanda kiamat, baik tanda-tanda kecil maupun besar. Munculnya Dajjal, kedatangan Nabi Isa AS, dan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj hanyalah sebagian kecil dari gambaran dahsyatnya hari akhir. Namun, di luar tanda-tanda tersebut, terdapat pula kisah-kisah yang lebih bersifat naratif, berfungsi sebagai pengingat akan konsekuensi dari perbuatan dosa dan kemaksiatan. Salah satu kisah yang paling menggugah dan penuh peringatan adalah kisah Huraisy, sebuah makhluk mengerikan yang konon berasal dari neraka Jahanam.
Kisah Huraisy, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber literatur keagamaan, seperti buku "Kumpulan Kisah Teladan" karya Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D, menggambarkan sosok makhluk luar biasa besarnya. Ukuran tubuh Huraisy digambarkan begitu monumental; panjangnya membentang dari langit hingga bumi, sementara lebarnya membentang dari timur hingga barat. Gambaran ini, meskipun bersifat metaforis, menunjukkan betapa besarnya dampak dosa-dosa yang diwakilinya. Ukuran Huraisy yang maha dahsyat ini bukan sekadar deskripsi fisik, melainkan representasi dari skala kerusakan dan kehancuran yang diakibatkan oleh perbuatan-perbuatan tercela.
Kemunculan Huraisy dari neraka Jahanam bukan tanpa sebab. Dalam kisah tersebut, Malaikat Jibril AS, yang memiliki pengetahuan luas tentang segala hal yang terjadi di alam semesta, bertanya kepada Huraisy mengenai tujuan kedatangannya. Dengan suara menggelegar yang mengguncang alam, Huraisy menjawab bahwa ia tengah mencari lima kelompok manusia yang telah melakukan dosa-dosa besar. Kelima kelompok manusia tersebut adalah:
-
Mereka yang meninggalkan kewajiban salat: Shalat merupakan tiang agama Islam, merupakan bentuk ibadah yang paling fundamental dan wajib dilakukan oleh setiap muslim. Meninggalkan shalat, baik sengaja maupun karena kelalaian, merupakan dosa besar yang menunjukkan kurangnya ketaatan dan keimanan kepada Allah SWT. Huraisy mencari kelompok ini sebagai representasi dari mereka yang mengabaikan perintah Allah yang paling dasar.
-
Mereka yang enggan membayar zakat: Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh mereka yang telah memenuhi nisab (batas minimal harta). Zakat merupakan bentuk ibadah sosial yang bertujuan untuk mendistribusikan kekayaan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta keadilan dan kesejahteraan sosial. Keengganan membayar zakat menunjukkan sifat kikir dan pelit, serta kurangnya kepedulian terhadap sesama. Huraisy mencari kelompok ini sebagai simbol dari mereka yang mengabaikan tanggung jawab sosial dan keagamaan.
-
Mereka yang durhaka terhadap orang tua: Ketaatan dan bakti kepada orang tua merupakan ajaran agama yang sangat ditekankan. Mendurhakai orang tua merupakan dosa besar yang dapat menyebabkan murka Allah SWT. Kelompok ini diincar Huraisy sebagai representasi dari mereka yang melupakan jasa dan pengorbanan orang tua, serta mengabaikan hubungan kasih sayang yang suci.
-
Mereka yang suka meminum minuman keras (khamr): Minuman keras merupakan sesuatu yang diharamkan dalam Islam karena dapat merusak akal, kesehatan, dan moral. Konsumsi minuman keras merupakan tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama dan dapat menyebabkan berbagai macam masalah sosial. Huraisy mencari kelompok ini sebagai simbol dari mereka yang merusak diri sendiri dan mengabaikan kesehatan jasmani dan rohani.
-
Mereka yang suka membicarakan hal-hal duniawi di dalam masjid: Masjid merupakan tempat suci yang seharusnya digunakan untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah SWT. Membicarakan hal-hal duniawi di dalam masjid menunjukkan kurangnya kesucian hati dan kurangnya penghormatan terhadap tempat ibadah. Huraisy mencari kelompok ini sebagai representasi dari mereka yang tidak menghargai kesucian tempat ibadah dan mengabaikan nilai-nilai spiritual.
Kisah Huraisy bukanlah sekadar cerita fiksi belaka. Ia merupakan sebuah alegori yang sarat makna, sebuah peringatan keras bagi seluruh umat manusia agar senantiasa menjaga amal ibadah dan akhlak. Kelima kelompok manusia yang dicari Huraisy mewakili dosa-dosa besar yang sering dilakukan oleh manusia, dan menunjukkan betapa pentingnya untuk menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut. Ukuran Huraisy yang maha dahsyat juga menggambarkan betapa besarnya hukuman yang akan diterima oleh mereka yang melakukan dosa-dosa tersebut.
Melalui kisah Huraisy, kita diajak untuk merenungkan kembali kehidupan kita sehari-hari. Apakah kita telah menjalankan kewajiban agama kita dengan sebaik-baiknya? Apakah kita telah berbuat baik kepada sesama dan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela? Kisah ini bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga amal ibadah dan akhlak, sehingga kita dapat terhindar dari siksa Allah SWT di akhirat kelak. Semoga kisah Huraisy ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu berada di jalan yang benar dan mendapatkan ridho Allah SWT. Amin.



