• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Tempe

Harga Kedelai Masih Tinggi, Para Perajin Tempe Kecilkan Ukuran dan Kurangi Produksi. - (Foto: foto.bisnis.com).

Harga Kedelai Masih Tinggi, Para Perajin Tempe Kecilkan Ukuran dan Kurangi Produksi

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
334
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, JAKARTA – Ketua Pusat Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo mengungkapkan hingga kini harga kedelai masih naik dan akan terus meningkat hingga Mei 2021.

Dengan harga kedelai yang masih memberatkan para perajin inilah yang membuat para perajin mengecilkan ukuran tempe.

“Harga kedelai terus akan naik diperkirakan sampai Mei. Pada saat demo awal Januari harga di pengrajin Rp 9.200, sekarang sudah Rp 10.000,” papar Sutaryo, Rabu (17/2/21), mengutip dari kumparan.com.

Ia juga mengatakan dengan harga Rp 10.000 pada perajin, maka untuk masyarakat di pasar harus membayar minimal Rp 12.000.

Sutaryo menuturkan para perajin menyiasati tingganya harga kedelai dengan memperkecil ukuran dan mengurangi jumlah produksi.

“Cara menyiasati pengrajin naikkan harga atau mengecilkan ukuran dan mengurangi produksi.

Harga mahal tidak apa-apa, ini yang parah daya beli masyarakat rendah, ini problem,”

Ketua Pusat Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo

Sementara itu, para perajin telah menggelar aksi mogok produksi sejak awal Januari 2021.

Walaupun aksi mogok itu sudah mendapat perhatian dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, tapi aksi mogok produksi itu tidak hanya terkait penurunan harga saja.

“Mogok produksi bukan berarti bisa menurunkan harga, tetapi biar konsumen tempe dan tahu mengerti tempe dan tahu harganya naik,” pungkas Sutaryo. (ITM)

Tags: BaliDenpasarHarga KedelaiIndonesiaInfo DenpasarInfo SarbagitaInformasi Terkini!JakartaKedelaiPerajin TempeTempe
Previous Post

Koster Minta Pegawai Pemprov Bali Berempati Bantu Perajin Tenun Endek Bali

Next Post

Ekspor Pertanian Tumbuh 14,03%, Kepala BPS: Sektor Pertanian Harus Diberi Perhatian Lebih

benlaris

benlaris

Next Post
Ekspor Pertanian

Ekspor Pertanian Tumbuh 14,03%, Kepala BPS: Sektor Pertanian Harus Diberi Perhatian Lebih

Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan Infrastruktur Tetap Jalan Meski Pandemi, Ini Alasan Pemerintah

Amalan

Amalan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Salat 5 Waktu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.