• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Gencatan Senjata

Gencatan Senjata Armenia-Azerbaijan Tak Berhasil, Perang Masih Berlanjut. - (Foto: cnnindonesia.com).

Gencatan Senjata Armenia-Azerbaijan Tak Berhasil, Perang Masih Berlanjut

benlaris by benlaris
in Berita, Mancanegara
0 0
0
361
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, Nagorno-Karabakh – Konflik berkepanjangan antara Armenia dan Azerbaijan menyebabkan perang perebutan wilayah Nagorno-Karabakh terus membara. Sejumlah wilayah sekitar Nagorno-Karabakh terus mengalami serangan militer meski telah ada kesepakatan gencatan senjata.

Serangan itu membuat sejumlah warga sipil dan militer tewas.

Tidak hanya itu, bangunan dan fasilitas umum juga telah hancur.

Melansir dari bbc.com, sebelumnya telah terjadi perang selama 2 Minggu berturut-turut, sehingga kedua belah pihak bersedia berdialog di Moskow pada Jumat (9/10/20).

Pembicaraan selama 10 jam tersebut menyepakati adanya gencatan senjata.

Namun, pertempuran baru antara Armenia dan Azerbaijan terjadi hanya beberapa jam setelah gencatan senjata.

Ledakan menghantam Stepanakert, ibu kota wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, terjadi pada Sabtu malam (10/10/20) menurut saksi mata dan media di Armenia.

Kedua belah pihak terus-menerus saling tuduh atas serangan yang terjadi saat gencatan senjata.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan laporan kegiatan militer terus berlanjut.

Termasuk terhadap sasaran sipil dan korban sipil, meski perjanjian itu tercatat.

Menurut pernyataan yang rilis pada Minggu, 11 Oktober 2020, lebih dari 300 orang tewas.

Ribuan lainnya mengungsi sejak kejadian kekerasan terbaru dalam konflik berkepanjangan yang pecah pada 27 September.

Pemimpin wilayah Nagorno-Karabakh, Arayik Harutyunyan, mengatakan kepada AFP bahwa situasinya lebih tenang pada Minggu.

Namun, ia memperingatkan gencatan senjata itu berbahaya.

Sebuah blok apartemen tempat tinggal di Kota Ganja, Azerbaijan, telah hancur pada Sabtu malam sebagai serangan rudal Armenia.

Para pejabat mengatakan tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Armenia menyebut laporan serangan itu sebagai “kebohongan mutlak”.

Latar Belakang Perang Ini Bermula

Konflik bermula setelah Unisofiet pecah. Azerbaijan dan Armenia membentuk kedaulatannya masing-masing.

Wilayah Nagorno-Karabakh diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi mayoritas warga Nagorno-Karabakh adalah etnis Armenia.

Keduanya pun terus berperang memperebutkan wilayah ini sejak 1988, hingga perjanjian gencatan senjata pada 1994.

Namun, meski ada kesepakatan tersebut, bentrokan atau serangan militer terus berlanjut pada tahun-tahun setelahnya.

Hingga letupan paling parah mulai terjadi pada 27 September 2020.

Kedua bekas Republik Soviet ini saling menyalahkan atas pecahnya kekerasan terbaru, yang juga terburuk dalam beberapa dekade.

Menteri Luar Negeri Armenia, Zohrab Mnatsakanyan kemudian menggambarkan pembicaraan itu (kesepakatan gencatan senjata) sebagai agak sulit.

Ia juga mengatakan Armenia ingin Nagorno-Karabakh terakui secara internasional sebagai negara merdeka.

Pejabat Karabakh yang mendeklarasi diri atas jabatannya, menggemakan seruan ini dan menuduh Azerbaijan menggunakan pembicaraan gencatan senjata sebagai kedok untuk mempersiapkan serangan baru.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, mengatakan tidak cukup banyak tekanan yang diberikan kepada Armenia selama pembicaraan dan situasi di Nagorno-Karabakh tidak bisa tetap seperti itu.

Azerbaijan mengharapkan untuk menguasai lebih banyak wilayah.

Gencatan senjata hanya akan berlangsung selama Palang Merah mengatur penukaran jenazah.

Turki, yang mendukung Azerbaijan mengatakan gencatan senjata adalah kesempatan terakhir Armenia untuk menarik pasukan dari wilayah sengketa.

Kejadian Setelah Gencatan Senjata Berlaku

Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan, pasukan Azeri meluncurkan serangan lima menit setelah gencatan senjata berlaku, dengan pasukan etnis Armenia merespons.

Pasukan Azerbaijan juga membombardir sebuah kota.

Sementara itu, kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan Armenia secara terang-terangan melanggar rezim gencatan senjata.

Selain itu juga melakukan penembakan ke wilayah Azerbaijan, tepatnya ke Terter dan Agdam, tetapi Armenia membantahnya.

Terdapat pula pertempuran sengit menjelang gencatan senjata.

Otoritas etnis Armenia yang mendeklarasikan diri di Nagorno-Karabakh mengatakan Azerbaijan menembakkan rudal ke lingkungan sipil di kota utama, Stepanakert.

Aksi saling serang rudal dan saling tuduh antara Armenia dan Azerbaijan. – (Foto: bbc.com).

Armenia menuduh pasukan Azerbaijan meningkatkan serangan drone.

Sementara Azerbaijan mengatakan Armenia telah menyerang daerah berpenduduk dekat Nagorno-Karabakh dan mengatakan pihaknya membalas tembakan.

Pada hari Kamis, Armenia menuduh Azerbaijan sengaja menembaki katedral bersejarah Nagorno-Karabakh.

Gambar-gambar menunjukkan kerusakan serius pada Holy Saviour Cathedral, Kota Shusha (terkenal sebagai Shushi dalam bahasa Armenia).

Pada saat yang sama, Azerbaijan mengatakan bahwa kota terbesar kedua, Ganja, dan wilayah Goranboy telah hancur oleh pasukan Armenia, dengan setidaknya satu warga sipil tewas.

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, memperingatkan tentang genosida pada wilayah itu, juga mengatakan itu merupakan “Armenia, tanah orang Armenia.”

Bentrokan itu telah membuat setengah dari populasi Nagorno-Karabakh, yakni sekitar 70.000 orang mengungsi.

Stepanakert telah mengalami beberapa hari penembakan, dengan penduduk yang berlindung pada ruang bawah tanah dan sebagian besar kota terbiarkan tanpa listrik. (IAA)

Tags: ArmeniaArmenia-AzerbaijanAzerbaijanBaliDenpasarGenjatan SenjataIndonesiaInfo DenpasarInfo SarbagitaInformasi Terkini!KarabakhKonflikMancanegaraNagornoNagorno-KarabakhPerangPerebutan WilayahRudal
Previous Post

Merasa Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Perhatikan Hal Ini!

Next Post

Rute Perjalanan Program “We Love Bali”, Jangan Terlewat!

benlaris

benlaris

Next Post
Program

Rute Perjalanan Program “We Love Bali”, Jangan Terlewat!

We Love Bali

Berikut Jadwal Program “We Love Bali” 2020

Suga

Bahas Kemitraan, Suga Yoshihide Menelepon Jokowi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.