ERAMADANI.COM, DENPASAR – Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Udayana, Unit Kegiatan Kerohanian Islam Forum Persatuan Mahasiswa Islam Universitas Udayana (UKKI FPMI UNUD) selenggarakan muktamar secara online, Sabtu (5/9/20).
Muktamar online ini merupakan muktamar pertama yang dilakukan oleh FPMI UNUD.
Sebelumnya kegiatan ini direncanakan secara tatap muka pada 5-6 April 2020. Namun, dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19, akhirnya diundur berbulan-bulan dan dilaksanakan secara online.
Noval Fariz Mutaqien selaku Ketua Umum FPMI Unud ungkapkan harapan besarnya.
“Sekarang ini kita mengalami krisis global, yang mana muktamar online dilakukan bukan sebagai penanda sebuah akhir,” ujarnya.
“Harapan saya dari muktamar ini akan lahir pemimpin baru yang hebat sesuai dengan krisis yang kita alami saat ini. Sebagaimana Nabi Muhammad lahir di masa krisis pula, yaitu krisis akhlak,” sambungnya.
Meskipun secara online, muktakmar pada tahun ini tetap dilaksanakan selama dua hari, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pada hari pertama, muktamar dimulai sekitar pukul 08:00 WITA.
Terdapat empat sesi pada hari pertama, terkait agenda besar. Kempat sesi tersebut sebagai berikut.
- Pembacaan tata tertib muktamar dan pemilihan presidium sidang.
- Pembacaan dan pembahasan LPJ Ketum FPMI.
- Pembacaan dan pembahasan LPJ Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO).
- Pembacaan AD/ART FPMI.
Selepas istirahat salat Dhuhur, dilanjutkan dengan pembahasan Garis-garis Besar Haluan Kerja (GBHK) selama dua sesi.
Sementara itu pada hari kedua hanya difokuskan pada pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan ketua DPO untuk periode yang baru.
Berdasarkan hasil pengajuan peserta, voting, dan musyawarah, diputuskan Dimas Aryo Dwi Putranto sebagai ketua umum.
Baiq Yustika Ratu sebagai wakil ketua umum, dan Noval Fariz Mutaqien sebagai ketua DPO.
Acara yang dilaksankaan secara online tersebut berjalan lancar dan peserta tetap aktif dalam diskusi. (ERK)




