• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result

Fathu Makkah: Kemenangan yang Diabadikan dalam Surat An-Nasr

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
339
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peristiwa Fathu Makkah, penaklukan kota suci Makkah oleh Rasulullah SAW dan pasukan Muslim, merupakan tonggak sejarah monumental dalam perjalanan Islam. Kejadian ini, yang terjadi tanpa pertumpahan darah yang signifikan, diabadikan dalam Surat An-Nasr, surat pendek namun sarat makna yang terdiri dari tiga ayat dan menempati urutan ke-110 dalam Al-Qur’an. Surat ini bukan sekadar catatan peristiwa, melainkan juga sebuah renungan mendalam tentang makna kemenangan sejati dan sikap yang seharusnya diambil oleh seorang mukmin setelah meraih keberhasilan.

Latar Belakang: Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah dan Konsekuensinya

Fathu Makkah tidak terjadi secara tiba-tiba. Peristiwa ini merupakan klimaks dari serangkaian peristiwa yang bermula dari Perjanjian Hudaibiyah, sebuah perjanjian damai yang ditandatangani antara Rasulullah SAW dan kaum Quraisy pada tahun 6 Hijriah. Perjanjian ini, meskipun membawa gencatan senjata yang krusial bagi perkembangan Islam, mengandung benih-benih konflik yang kemudian meletus.

Perjanjian Hudaibiyah, yang secara tekstual tampak menguntungkan kaum Quraisy, menetapkan gencatan senjata selama sepuluh tahun. Namun, kaum Quraisy, yang masih menyimpan dendam dan kebencian terhadap ajaran Islam, melanggar perjanjian tersebut dengan cara yang licik. Mereka memberikan dukungan terselubung kepada Bani Bakr, sekutu mereka, untuk menyerang Bani Khuza’ah, suku yang telah berbaiat kepada Rasulullah SAW dan menjadi sekutu umat Islam.

Serangan Bani Bakr terhadap Bani Khuza’ah mengakibatkan banyak korban jiwa di pihak Bani Khuza’ah. Peristiwa ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian Hudaibiyah, memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan umat Islam. Bani Khuza’ah, yang merasa dikhianati, kemudian mengadu kepada Rasulullah SAW di Madinah.

Fathu Makkah: Kemenangan yang Diabadikan dalam Surat An-Nasr

Mengetahui pelanggaran perjanjian tersebut, Rasulullah SAW tidak tinggal diam. Beliau menyadari bahwa kaum Quraisy telah bertindak curang dan mengingkari janji mereka. Sebagai respons, Rasulullah SAW memutuskan untuk mengambil tindakan tegas. Namun, bukannya langsung menyerang, Rasulullah SAW menunjukkan kebijaksanaan dan strategi yang matang. Beliau mengirim utusan untuk menemui kaum Quraisy, memberikan kesempatan terakhir bagi mereka untuk memperbaiki kesalahan.

Abu Sufyan, tokoh penting dari kaum Quraisy, diutus untuk menemui Rasulullah SAW di Madinah dan memohon maaf atas pelanggaran yang dilakukan. Namun, upaya Abu Sufyan untuk memperbaiki perjanjian gagal. Rasulullah SAW, yang telah melihat bukti nyata pengkhianatan kaum Quraisy, menolak permintaan maaf tersebut. Abu Sufyan bahkan mencoba melobi Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat dekat Rasulullah SAW, untuk membujuk beliau agar mengurungkan niatnya. Namun, kedua sahabat tersebut tetap teguh pada pendirian mereka, mendukung keputusan Rasulullah SAW.

Kegagalan diplomasi ini semakin meneguhkan tekad Rasulullah SAW untuk menyerang Makkah. Beliau menyadari bahwa perdamaian tidak dapat dicapai dengan kaum Quraisy yang telah terbukti mengingkari janji. Namun, Rasulullah SAW tetap mengedepankan strategi yang bijaksana. Beliau memerintahkan pasukan Muslim untuk mempersiapkan serangan secara rahasia, dengan tujuan untuk meminimalisir pertumpahan darah dan menghindari konflik yang lebih besar.

Penaklukan Makkah: Strategi Militer dan Kemenangan Tanpa Pertumpahan Darah

Serangan terhadap Makkah dilakukan secara terencana dan terselubung. Pasukan Muslim bergerak dengan cepat dan efisien, menguasai kota Makkah tanpa perlawanan berarti. Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi militer yang cermat dan keteguhan hati pasukan Muslim. Keadaan kaum Quraisy yang lengah dan tidak siap menghadapi serangan mendadak menjadi faktor kunci kemenangan.

Yang mengejutkan, setelah berhasil menaklukkan Makkah, Rasulullah SAW menunjukkan sikap yang luar biasa mulia dan pemaaf. Beliau tidak membalas dendam atas perlakuan buruk yang pernah diterima dari kaum Quraisy. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengumandangkan amnesti umum bagi seluruh penduduk Makkah, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memeluk Islam atau tetap mempertahankan agamanya dengan jaminan keamanan dan perlindungan.

Sikap Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang dan pengampunan ini mengejutkan banyak pihak. Banyak penduduk Makkah yang terharu dan kagum atas kemuliaan akhlak beliau. Hal ini menyebabkan banyak penduduk Makkah, termasuk tokoh-tokoh penting kaum Quraisy, masuk Islam secara sukarela. Fathu Makkah bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan moral dan spiritual yang luar biasa.

Surat An-Nasr: Refleksi Kemenangan dan Ketaatan kepada Allah SWT

Kemenangan gemilang dalam Fathu Makkah diabadikan Allah SWT dalam Surat An-Nasr. Ayat-ayatnya yang singkat namun penuh makna menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya bersyukur atas pertolongan Allah SWT dan menghindari sikap takabbur.

Berikut terjemahan Surat An-Nasr:

  • إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) Idzā jā’a nasrullāhi wal-fatḥu (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,)

  • وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) War-a’aytan-nāsa yadkhulūna fī dīni llāhi afwājā (Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,)

  • فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3) Fa-sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-hu innahu kāna tawwābā (Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.)

Surat An-Nasr mengajarkan beberapa hal penting:

  • Kemenangan berasal dari Allah SWT: Ayat pertama menekankan bahwa kemenangan yang diraih bukanlah semata-mata hasil usaha manusia, tetapi merupakan pertolongan dan karunia dari Allah SWT. Ini menjadi pengingat penting agar umat Islam senantiasa bersyukur dan tidak sombong atas keberhasilan yang dicapai.

  • Dakwah yang masif: Ayat kedua menggambarkan pemandangan yang menggetarkan hati, yaitu banyaknya manusia yang masuk Islam setelah Fathu Makkah. Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh kemenangan dan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.

  • Syukur dan istighfar: Ayat ketiga memberikan panduan bagaimana seharusnya seorang mukmin merespons kemenangan. Bukan dengan kesombongan, tetapi dengan bersyukur kepada Allah SWT melalui tasbih dan istighfar (memohon ampun). Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan manusia tetap membutuhkan ampunan-Nya.

Fathu Makkah dan Surat An-Nasr merupakan pelajaran berharga bagi umat Islam sepanjang zaman. Peristiwa ini mengajarkan tentang pentingnya strategi, keteguhan iman, dan akhlak mulia dalam menghadapi tantangan. Surat An-Nasr mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT dan tetap rendah hati dalam menghadapi setiap keberhasilan. Kemenangan sejati bukanlah hanya kemenangan duniawi, tetapi juga kemenangan spiritual yang membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT.

Previous Post

Raja Salman Kembali Berikan Umrah Gratis untuk 1000 Jemaah dari 66 Negara

Next Post

Atouna El Toufoule: Ratapan Pilu Anak-Anak Palestina yang Menggema di Seluruh Dunia

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Atouna El Toufoule: Ratapan Pilu Anak-Anak Palestina yang Menggema di Seluruh Dunia

Atouna El Toufoule: Ratapan Pilu Anak-Anak Palestina yang Menggema di Seluruh Dunia

Konsorsium Haji Khusus Seleksi Rigor untuk Layanan Prima Jemaah di Arafah dan Mina

Konsorsium Haji Khusus Seleksi Rigor untuk Layanan Prima Jemaah di Arafah dan Mina

Sujud Syukur: Manifestasi Syukur Hamba kepada Sang Khalik

Sujud Syukur: Manifestasi Syukur Hamba kepada Sang Khalik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.