• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Gaya hidup hijau

Konsep EcoMesjid yang diterapkan oleh MUI diharapkan menjadi langkah untuk menjalani hidup hijau, - Dream.co.id

EcoMesjid Diharapkan Mampu Jalani Gaya Hidup Hijau Dari Krisis Air

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
345
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, DENPASAR – Dengan diterapkannya konsep EcoMesjid untuk mesjid yang ada di Indonesia diharapkan mampu hadapi ancaman krisis air dan dapat menjalani gaya hidup hijau.

Konsep baru pada lingkungan mesjid yang disebut dengan EcoMesjid ini, diterapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Konsep EcoMasjid berasal dari dua kata, yaitu Eco dan Masjid. Eco diambil dari kata ecology yang erat kaitannya dengan ekosistem, yaitu suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Sedangkan Masjid adalah tempat yang disediakan untuk shalat, Jadi, Eco Masjid adalah tempat beribadah tetap yang memiliki kepedulian terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Bertujuan untuk menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah melainkan juga pusat pendidikan, dalam hal ini pendidikan lingkungan hidup dan peningkatan kesadaran umat untuk aktif menjaga alam.

Dr. Hayu Susilo Prabowo selaku Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (PLH & SDA MUI) mengatakan bahwa salah satu tujuan konsep Eco Masjid ramah lingkungan yaitu menghadapi ancaman krisis air.

EcoMesjid Dapat Menjadi Solusi Krisis Air

Dengan adanya EkoMesjid diharapkan dapat menghadapi ancaman krisis air di Indonesia, – Merdeka.com

Dilansir dari Greeners.co, Ia juga mengatakan, keberhasilan menciptakan kehidupan yang ramah lingkungan merupakan penjelmaan dari hati bersih dan pikiran jernih.

Yang berasal dari umat beragama dan merupakan titik tolak upaya menciptakan negeri yang asri, nyaman, aman sentosa.

Aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan sumber daya alam yang penting seperti air.

“Kampanye Eco Masjid ini diharapkan bisa menangani atau menghadapi krisis air yang berakibat kepada krisis pangan dan sosial,” ujarnya

Menurutnya, Islam memandang ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, namun juga merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat ibadah yaitu bersuci dari hadas besar dan kecil.

Hemat air dalam konsep EcoMasjid, dapat mengajak umat muslim untuk wudhu pada takaran satu mud yang artinya setara dengan volume air pada kedua telapak tangan orang dewasa atau sama dengan 625 – 1.030 ml atau sekitar satu botol air mineral ukuran sedang.

Salah satu cara agar dapat mengikuti sunah Rasul tersebut adalah mengatur debit keran air sedemikian rupa agar air wudhu tidak berlebihan.

Setelah melakukan pengamatan dan percobaan, cara termudah untuk mengatur debit air keran adalah memasang alat pembatas aliran pada keran-keran air untuk berwudu.

EcoMasjid Diharapkan Mampu Jalani Gaya Hidup Hijau

Ilustrasi gaya hidup hijau melalui EcoMesjis, – Zona1000.com

Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtaba Hamdi mengatakan, Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup (PLH) dan Sumber Daya Alam (SDA) MUI sudah memberi contoh konsep EcoMasjid.

Menurutnya, selama ini masih banyak jamaah di Masjid yang sering menghambur hamburkan air wudhu karena penggunaan yang berlebihan. Sisa air wudhu tersebut dialirkan ke tempat pembuangan tanpa didaur ulang.

Dilansir dari Republika.co.id, sisa air wudhu perlu dikelola dengan baik agar dapat bermanfaat dan dikembalikan ke alam dengan baik. Sehingga dapat mewujudkan gaya hidup hijau.

Gaya hidup hijau ini semakin marak dijalani oleh masyarakat di Barat. Inisiatif untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan juga mulai muncul pada anak anak sekolah, dengan adanya demonstrasi Fridays for Future.

Gaya hidup berkelanjutan bisa digalakkan melalui forum dan dakwah agama. Meskipun begitu, hal ini belum menjadi trend di Indonesia padahal EcoMasjid mungkin bisa menjadi solusinya untuk mewujudkan gaya hidup hijau. (MYR)

Tags: BaliDenpasardenpasar BaliDMIEcoMesjidGaya Hidup HijauIndonesiaIndonesia Majuindonesia rayaMUIPLHPotret IndonesiaSDA
Previous Post

Tak Hanya Iuran BPJS, Sederet Tarif Ini Bakal Ikut Melambung Tahun Depan

Next Post

Menteri Agama: Himbau Batasi Penggunaan Niqab dan Doa Berbahasa Indonesia

benlaris

benlaris

Next Post
Menteri Agama

Menteri Agama: Himbau Batasi Penggunaan Niqab dan Doa Berbahasa Indonesia

menteri dalam negeri

Kementerian Dalam Negeri Wacanakan Tim Pengawasan Radikalisme

iuran

Beberapa Hal Yang Harus Diketahui Soal Kenaikan Iuran BPJS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.