ERAMADANI.COM, GIANYAR – Angkutan massal Trans Metro Dewata yang terencana beroperasi di wilayah Gianyar, tepatnya segera masuk Ubud mengundang reaksi dari kalangan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gianyar.
Angkutan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ini rutenya akan melintasi jalan protokol atau jalan utama mulai dari Ubung, Batubulan, hingga Ubud.
Ketua Organda Gianyar, Wayan Semadi mengapresiasi program pemerintah dalam meluncurkan Metro Dewata.
Namun, ia juga berharap untuk mempertimbangkan kelangsungan hidup para sopir angkutan umum.
“Kami juga masyarakat Bali, khususnya Gianyar yang selama ini menggantungkan hidup dari mengangkut penumpang, mohon dipertimbangkan,” ujarnya.
Dengan adanya Bus Metro Dewata yang akan memasuki wilayah kabupaten Gianyar, secara tidak langsung akan mengancam eksistensi para sopir angkutan umum yang terancam akan kehilangan penumpang.
Pernyataan Organda Gianyar Terkait Perencanaan Operasional Bus Metro Dewata
Wayan Semadi berharap pihak Dinas Perhubungan Gianyar dapat melibatkan Organda Gianyar.
Hal itu untuk bersama-sama membahas terkait perencanaan operasional Bus Metro Dewata ini.
“Karena berkaitan dengan penumpang, supaya ketika bus ini masuk para supir angkutan umum ini tidak mati. Kami menyesalkan Dishub Gianyar tidak pernah melibatkan kami dalam rapat,” tandasnya.
Melansir dari balipost.com, setelah terkonfirmasi, Kepala Dishub Gianyar, Wayan Suamba angkat bicara, ia membenarkan pihaknya tidak melibatkan Organda Gianyar dalam setiap bahasannya.
Hal itu karena program ini adalah program dari pemerintah pusat.
Selain ini, Suamba juga menerangkan bahwa dalam pembahasan operasional bus ini pada tingkat provinsi sudah melibatkan Organda Bali.
Pihaknya berpikir bahwa yang seharusnya menyampaikan ini adalah Organda Bali kepada Organda Gianyar.
“Kami kan rapatnya tingkat provinsi dan setiap pembahasan juga telah terikuti oleh Organda Bali, jadi seharusnya merekalah yang menyampaikan ini ke tingkat DPC-nya,” pungkasnya.
Setelah bus ini beroperasi, sistem pembayarannya nanti akan menggunakan kartu tarif subsidi dan setiap orang bisa memanfaatkannya.
Berdasarkan data, Program Bus Trans Metro Dewata sudah di-launching pada 7 September lalu.
Sementara tahap uji coba akan berlangsung pada akhir Desember 2020.
Dalam uji coba tersebut, akan ada 29 bus yang siap beroperasi dengan tiga bus cadangan. (LWI)




