Bulan Muharram, salah satu dari empat bulan mulia dalam kalender Islam, tiba kembali. Lebih dari sekadar penanda pergantian tahun baru Hijriah, Muharram menjadi momentum strategis bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman-Nya dalam Surat At-Taubah ayat 36 yang menegaskan kemuliaan bulan-bulan haram, termasuk Muharram, dan menyerukan untuk menjauhi segala bentuk kezhaliman dan memperkuat persatuan umat dalam melawan kemusyrikan. Ayat tersebut menekankan pentingnya ketakwaan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.
Namun, ibadah di bulan Muharram tak hanya sebatas ritual individu. Pentingnya penguatan spiritual keluarga menjadi fokus utama dalam memanfaatkan momentum ini. Melaksanakan ibadah bersama keluarga bukan sekadar menjalankan kewajiban agama, melainkan juga sarana efektif untuk mempererat ikatan, membangun keharmonisan rumah tangga, dan menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini kepada anak-anak. Teladan Rasulullah SAW yang senantiasa melibatkan keluarga dalam berbagai aktivitas ibadah menjadi inspirasi utama dalam hal ini. Beliau menjadikan ibadah sebagai metode pendidikan karakter dan pembentukan akhlak mulia.
Berangkat dari pentingnya ibadah keluarga di bulan Muharram, berbagai amalan dapat dijalankan bersama-sama, sebagaimana dirangkum dalam panduan berikut ini, yang terinspirasi oleh buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun" karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
1. Puasa Penghujung Dzulhijjah dan Awal Muharram:
Amalan sunnah ini dianjurkan dengan berpuasa di hari terakhir Dzulhijjah dan hari pertama Muharram. Meskipun terdapat hadits yang menyebutkan pengampunan dosa bagi yang menjalankannya, hadits tersebut dinilai lemah secara sanad. Namun, nilai ibadah ini tetap relevan untuk diteladani. Puasa bersama keluarga tak hanya melatih kesabaran dan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling mendukung dalam menjalankan ibadah. Hal ini sangat penting, terutama dalam mendidik anak-anak agar memahami pentingnya komitmen dan konsistensi dalam menjalankan perintah agama.

2. Membaca Doa Akhir Tahun (Wirid Akhir Tahun):
Pada sore hari terakhir Dzulhijjah, membaca doa akhir tahun merupakan amalan yang dianjurkan. Doa ini menjadi refleksi diri atas perjalanan spiritual setahun yang telah dilalui, memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa. Melaksanakannya bersama keluarga menciptakan momen introspeksi bersama, menciptakan ruang dialog terbuka antara orang tua dan anak, serta memperkuat ikatan spiritual keluarga. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik di tahun baru Hijriah.
3. Membaca Doa Awal Tahun (Wirid Awal Tahun):
Di malam 1 Muharram, membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali merupakan amalan yang dianjurkan. Riwayat menyebutkan bahwa Allah SWT akan mengirimkan malaikat untuk melindungi yang membacanya dari gangguan setan sepanjang tahun. Melakukannya bersama keluarga menciptakan suasana penuh harapan dan tekad untuk memulai tahun baru dengan semangat yang lebih baik. Doa bersama ini juga mengajarkan anak-anak untuk senantiasa bergantung dan berserah diri kepada Allah SWT.
4. Menghidupkan Malam Pertama Muharram:
Malam pertama Muharram merupakan malam yang mulia. Beberapa amalan yang dapat dikerjakan bersama keluarga antara lain: shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Kegiatan ini menanamkan kecintaan terhadap ibadah malam sejak dini, membiasakan anak-anak untuk memanfaatkan waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini juga akan membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.
5. Dzikir Setelah Shalat Subuh:
Beberapa ulama menganjurkan membaca basmalah dan ayat Kursi masing-masing 360 kali setelah shalat Subuh di bulan Muharram. Amalan ini dapat dibagi-bagi anggota keluarga agar lebih ringan. Amalan ini diyakini sebagai sarana untuk membuka pintu rezeki dan perlindungan dari berbagai macam bahaya. Melakukannya bersama keluarga akan mengajarkan pentingnya kerjasama dan saling membantu dalam mencapai kebaikan.
6. Puasa Hari Pertama Muharram:
Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." Puasa di awal Muharram menjadi simbol memulai tahun baru dengan niat yang baik dan komitmen untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Melaksanakannya bersama keluarga akan memperkuat ikatan dan meningkatkan keimanan.
7. Puasa Tasu’a (9 Muharram):
Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW berpuasa pada hari ini untuk membedakannya dari kebiasaan kaum Yahudi. Menjadikan puasa Tasu’a sebagai kebiasaan keluarga akan meneladani sunnah Nabi SAW dan menanamkan nilai keunikan ajaran Islam.
8. Puasa Asyura (10 Muharram):
Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW menyebutkan pahala yang setara dengan pahala para malaikat, haji, umrah, dan para syuhada. Puasa ini menjadi puncak ibadah di bulan Muharram, dan menjalankannya bersama keluarga akan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
9. Amalan di Hari Asyura:
Selain berpuasa, amalan lain yang dianjurkan di hari Asyura antara lain: bersedekah, memperbanyak dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Melakukannya bersama keluarga akan menciptakan suasana penuh kebaikan dan berbagi.
10. Membaca Doa Asyura:
Doa Asyura dianjurkan dibaca setelah shalat Maghrib pada tanggal 10 Muharram, minimal tujuh kali, bahkan lebih utama hingga tujuh puluh kali. Membacanya bersama keluarga akan meningkatkan kekhusyukan dan kebersamaan dalam berdoa kepada Allah SWT.
11. Puasa Tanggal 11 Muharram:
Beberapa ulama, termasuk Ibnu Qayyim, menganjurkan puasa tanggal 11 Muharram untuk membedakannya dari kebiasaan kaum Yahudi. Puasa ini memperkuat tekad menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
12. Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Muharram):
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dianjurkan. Melaksanakannya bersama keluarga akan melatih disiplin spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Beribadah Bersama Keluarga:
Ibadah bersama keluarga memiliki dampak positif yang luas, meliputi:
- Penguatan Ikatan Keluarga: Ibadah bersama menciptakan momen berkualitas yang mempererat hubungan antar anggota keluarga.
- Harmonisasi Rumah Tangga: Suasana rumah yang dipenuhi lantunan doa dan aktivitas ibadah akan menciptakan kedamaian dan ketentraman.
- Pendidikan Karakter: Ibadah bersama menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan disiplin kepada anak-anak.
- Peningkatan Keimanan: Kebersamaan dalam beribadah akan meningkatkan semangat dan keimanan seluruh anggota keluarga.
Bulan Muharram menjadi kesempatan emas untuk memulai dan membudayakan ibadah bersama keluarga. Dengan komitmen dan konsistensi, bulan mulia ini dapat dimaksimalkan untuk memperkuat spiritualitas keluarga dan membangun pondasi keimanan yang kokoh bagi generasi mendatang. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan memberikan keberkahan di bulan Muharram ini.



