ERAMADANI.COM, KARANGASEM – Kematian akibat pandemi Covid-19 di Karangasem bertambah, pada Selasa sore (10/11/20) satu pasien Covid asal Bebandem, Karangasem dinyatakan meninggal dunia di RS rujukan.
Koordinator Gugus Tugas Covid-19 Bid. Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengungkapkan, pasien meninggal tersebut sudah berusia 40 tahun ke atas.
Untuk proses pemakamannya, akan terlaksana sesuai dengan protokol kesehatan yang ada.
Sebagai catatan, hingga kini jumlah pasien meninggal Kabupaten Karangasem sebanyak 50 kasus dan tersebar pada beberapa kecamatan.
Melansir dari bali.tribunnews.com, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, penambahan kasus positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 1 kasus.
“Penambahan pasien kasus positif yang meninggal sebanyak 1 kasus, sehingga jumlah pasien konfirmasi yang meninggal jadi 50 kasus atau 5.15 persen dari jumlah komulatif kasus konfirmasi di Karangasem,” ujarnya.
Jumlah Kasus Meninggal Akibat Covid-19 pada Beberapa Kecamatan Kabupaten Karangasem
- 22 orang (Kecamatan Karangasem)
- 5 orang (Kecamatan Manggis)
- 3 orang (Kecamatan Kubu)
- 1 orang (Kecamatan Rendang)
- 7 orang (Kecamatan Abang)
- 4 orang (Kecamatan Selat)
- 2 orang (Kecamatan Sidemen)
- 6 orang (Kecamatan Bebandem)
Gusti Bagus juga mengungkapkan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal usianya variatif.
“Usia pasien Covid-19 yang meninggal bervariatif. Pasien berusia 14 – 25 tahun yang meninggal sekitar 1.56 persen. Usia 26 – 40 tahun 7.81 persen sedangkan pasien usia 41 – 60 tahun sebanyak 39.06 persen. Paling banyak yakni pasien usia di atas 60 tahun sekitar 51.56 persen,” ucap Gusti Pertama.
Sementara kasus probable yang meninggal dunia mencapai 54 orang.
Dari 249 kasus probable, 194 pasien sudah ternyatakan sembuh serta sisanya masih perawatan. Kasus suspek sebanyak 444 kasus, yang sudah sembuh 429 orang. Sementara kontak erat sebanyak 4.255 dan sudah sembuh 4.135.
Jumlah kasus konfirmasi Karangasem menjadi 970, yang sudah sembuh sebanyak 887 orang, meninggal 50 orang, dan sisanya masih perawatan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 947 lantaran transmisi lokal atau sekitar 97.63 persen, 23 kasus atau 2.37 persen dari pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN).
Pihaknya mengimbau untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, masyarakat agar disiplin serta rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir serta sabun, untuk menghindari penularan Covid.
“Kita minta seluruh warga selalu disiplin. Pakai masker yang benar, cuci tangan dengan air serta sabun, jaga jarak minimal 1 meter, serta perilaku hidup bersih dan sehat,” harap Gusti Putra Bagus Pertama. (LWI)



