ERAMADANI.COM – Banjir bandang menerjang beberapa wilayah di Sumatera Barat pada hari Minggu (12/5/2024), mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia. Bencana ini melanda beberapa daerah, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, dan Padang Pariaman.
Data Korban Jiwa:
- Kabupaten Agam: 19 orang meninggal dunia, 3 orang masih dalam pencarian
- Kabupaten Tanah Datar: 13 orang meninggal dunia, 7 orang masih dalam pencarian
- Kota Padang: 1 orang meninggal dunia, 1 orang masih dalam pencarian
- Kabupaten Padang Pariaman: 8 orang meninggal dunia
Upaya Pencarian dan Evakuasi:
Melansir dari okezone.com, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, tim gabungan telah mengevakuasi 84 KK yang terdampak.
BPBD Kabupaten Tanah Datar dibantu tim Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya masih terus berupaya melakukan penanganan darurat, pendataan serta pertolongan untuk warga terdampak.
Kerusakan:
- 84 unit rumah terdampak
- 16 jembatan terdampak
- 2 fasilitas ibadah terdampak
- 20 ha sawah terdampak
- Kondisi lalu lintas dari Kabupaten Tanah Datar – Padang – Solok lumpuh total.
Insiden Rombongan Gubernur:
Rombongan Gubernur Sumatera Barat nyaris menjadi korban banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar. Beruntung, gubernur dan rombongan tidak menjadi korban, meskipun kejadian itu berlangsung di hadapannya.
2 unit kendaraan minibus yang terbawa material longsor ke dalam jurang. Gubernur beserta rombongan tim humas dibantu beberapa warga langsung turun ke dasar jurang untuk melakukan evakuasi korban.
Kesimpulan
Banjir bandang yang melanda Sumatera Barat telah menelan korban jiwa sebanyak 37 orang, termasuk warga yang menjadi korban terjebak dalam bencana alam yang menghancurkan. Rombongan Gubernur Sumatera Barat nyaris menjadi korban banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar.
Beruntung, gubernur dan rombongan tidak menjadi korban, meskipun kejadian itu berlangsung di hadapan mereka. Hal ini membuktikan betapa ganasnya bencana alam yang melanda daerah tersebut, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya kesigapan dan koordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
Meskipun demikian, langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana harus terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materi akibat dari bencana alam yang sering melanda Indonesia.




