DENPASAR – Di tengah duka mendalam yang menyelimuti Bali akibat bencana banjir bandang, Fungsionaris DPW Partai Gelora Bali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Sebanyak satu ton beras yang dihimpun dari donasi para simpatisan diserahkan secara langsung untuk meringankan beban para korban.
Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Bali sejak Rabu (10/9/2025) dini hari, telah meninggalkan luka yang mendalam. Bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat fenomena gelombang badai Rossby dan Kelvin. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali per Jumat (12/9/2025) pagi, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 18 orang, dengan 2 lainnya masih dalam pencarian.
Wilayah yang terdampak parah tersebar di beberapa kabupaten/kota, termasuk Denpasar, Jembrana, Gianyar, dan Badung. Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi dan merusak ratusan bangunan, termasuk rumah tinggal dan kios-kios pasar, dengan kerugian material ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan masa tanggap darurat hingga 17 September 2025.
Menyikapi kondisi tersebut, Fungsionaris Partai Gelora Bali bergerak cepat menunjukkan solidaritasnya. Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Sekretaris DPW Partai Gelora Bali, H. Turmudi terjun ke lokasi untuk memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Turmudi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dari seluruh keluarga besar Partai Gelora kepada para warga yang menjadi korban. Ia menyatakan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu sesama yang tengah ditimpa musibah.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar seorang relawan di lokasi.
Aksi solidaritas ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan darurat, tetapi juga dapat menguatkan semangat para korban dan penyintas untuk bersama-sama bangkit dan memulihkan kembali kondisi pasca-bencana. Berbagai elemen masyarakat lainnya juga terus bergerak memberikan bantuan, menunjukkan kuatnya rasa persatuan di tengah cobaan.




