ERAMADANI.COM, DENPASAR – Kamis (11/06/2020) kemarin, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali resmi launching program Sahabat Usaha Mikro Indonesia, yang disasar adalah para ibu-ibu yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga menggantikan suami saat pandemi karena dirumahkan.
Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia ini adalah sebuah bentuk program pemberian bantuan modal usaha secara berkala.
Bantuan modal ini, nantinya dapat dipergunakan untuk mengembangkan usaha yang sudah digeluti para ibu-ibu.
Untuk tahap pertama program ini, ACT mulai menyalurkan bantuan modal kepada 10 ibu-ibu di beberapa daerah di Bali, Klungkung, Buleleng, Denpasar, dan Jembrana.
Sementara, bentuk usaha yang telah diberikan bantuan modal diantaranya kuliner, cemilan, jualan es, jamu, dan laundry.
Salah satu penerima manfaat dari program Sahabat Usaha Mikro adalah ibu Gusti Ayu Putu Kasih, ia merupakan pedagang es rasa rasa.
“Selama pandemi ini mas, susah sekali rasanya karena sepi, jadi modal usaha kepake untuk keperluan sehari-hari, makanya mau mulai usaha lagi, bingung modalnya dari mana, jadi jual seadanya saja,” ujarnya.
Menurut Arif Marsudi Branch Manager ACT Bali program Sahabat Usaha Mikro adalah salah satu bentuk kepedulian ACT dalam membantu proses recovery Perekonomian masyarakat.
Terutama, masyarakat menengah kebawah. Serta untuk membantu masyarakat prasejahtera untuk dapat menjalankan usahanya lagi.
Agar para pelaku usaha dapat memenuhi kebutahan hidup selam masa pandemi Covid-19 berlangsung di tanah air.
Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia ini, diharapkan mampu meringankan beban dan menjadi solusi permasalahan ekonomi masyarakat.
“Ini adalah langkah serius dari ACT Bali dalam penyelesaian masalah perekonomian masyarakat menengah kebawah saat pamdemi,” tutur Arif.
Ia juga berharap semua pihak ikut menyambut dan mengambil berperan dalam menyukseskan program ini ke depannya.
“Modal yang diberikan kepada para ibu-ibu ini adalah dari para dermawan atau donatur yang yang menitipkan kepada kami,” ungkapnya.
“Sekali lagi mari ikut berperan, supaya makin banyak lagi ibu-ibu yang terbantukan, terutama mereka masyarakat prasejahtera,” ujarnya. (NET)




