ERAMADANI.COM, JAKARTA – Belum ada satu pekan Yudian Wahyudi menjabat selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasilan (BPIP) sudah memulai dengan membuat pernyataan kontroversional, yang ditanggapi banyak pihak dan menjadi perbincangan khalayak.
Dilansir dari Republika.co.id, dalam satu pernyataan di media nasional, Yudian mengatakan bahwa “musuh terbesar Pancasila adalah agama, bukan kesukuan”.
Pernyataan yang ia keluarkan itu, dilantarbelakangi terkait dengan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mereduksi agama sesuai dengan kepetingannya sendiri dan bertentangan dengan Pancasila.
Padahal saat pelantikan Presiden RI Joko Widodo berharap Yudian bisa mempercepat upaya pembumian Pancasila terutama kepada generasi muda atau kalangan millenial.
“Ya bisa lebih cepat lagi, membumikan Pancasila tetapi yang terpenting memang targetnya yang sudah sering saya sampaikan yakni kira-kira 129 juta yang itu adalah anak-anak muda di bawah 39 tahun,” kata Presiden Jokowi.
Profil Singkat Yudian Wahyudi yang Heboh soal Pernyataan Kontroversional

Prof Yudian Wahyudi saat ini masih aktif mengajar. Ia mengajar pada Program Studi Ilmu Syari’ah, Fakultas Syari’ah dan Hukum. Ia bertugas menggantikan Yudi Latief yang mundur dari jabatannya pada tahun lalu.
Pendidikan terakhir yang diembannya adalah S3, ia menamatkan pendidikan Sarjana di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Peradilan Agama pada 1987.
Kemudian, ia melanjutkan S2 di kampus yang sama dengan mengambil jurusan Islamic Studies pada tahun 1993 silam,
Selanjutnya untuk pendidikan S3, ia memilih McGill University di Montreal, Kanada jurusan Islamic Studies pada 2002, untuk memperoleh pendidikan.
Tak cuma itu, setelah meraih gelar profesor, ia bergabung dalam American Asosiation of University Professors dan dipercaya untuk mengajar di Tufts University, Amerika Serikat.
Selain menulis buku ‘Jihad Ilmiah Dari Tremas ke Harvard’ yang berisikan perjalanan kisahnya, tercatat ia juga menerjemahkan 40 buku berbahasa Arab, 13 buku berbahasa Inggris dan dua buku berbahasa Prancis ke bahasa Indonesia.
Di tahun 2016, Yudian turut mendirikan TK, SD dan SMP Sunan Averroes Islamic Boarding School. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pendiri dan pembina Pesantren Nawasea, pesantren khusus bagi mahasiswa pasca sarjana.
Selanjutnya ia menjabat sebagai ketua BPIP yang sudah tertuang dalam Keppres no 12/P/2020 tentang pengangkatan kepala BPIP.
Dalam posisinya nanti, Yudian akan bekerja di bawah Dewan Pengarah BPIP yang saat ini diketuai Megawati Soekarnoputri. Sementara Presiden Jokowi melantik Yudian Wahyudi pada 5 Februari lalu. (MYR)




