• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Alat Intensity Meter

Bali rancang untuk pasang Alat Intensity Meter agar dapat mendekteksi bencana, - ERAMADANI.COM

Bali Rawan Gempa, 50 Alat Intensity Meter Dipasang

benlaris by benlaris
in Bali, Berita, Kabar
0 0
0
350
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, DENPASAR – Bali merupakan salah satu provinsi yang rawan gempa dan gelombang tsunami. Oleh sebab itu, untuk mendekteksi bencana di pasang Alat Intensity Meter.

Kondisi alam yang rawan ini harus diterima dan dihadapi oleh masyarakat yang tinggal di batas pertemuan lempeng tektonik.

Upaya strategis yang perlu dilakukan adalah meningkatkan dan mengembangkan kapasitas masyarakat dan lembaga terkait mitigasi bencana.

Penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam merespon informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami serta pemberdayaan masyarakat agar lebih mampu mencegah dan mengurangi risiko bencana.

Hal ini menjadi tuntutan mutlak dan selaras dengan prinsip penanggulangan bencana yaitu merespon dengan cepat dan tepat.

Pasang Alat Intensity Meter

Pemasangan alat Intensity Meter di beberapa wilatah Pulau Bali, – Eramadani.com

Untuk itu pada tahun 2019, BMKG bekerjasama dengan BPBD memprioritaskan Bali untuk pemasangan intensitymeter di 50 titik dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Buleleng sebanyak 12 unit.

Intensity meter berguna untuk mengestimasi tingkat getaran akibat gempa bumi dengan cepat sehingga dapat disampaikan ke Pemda sesegera mungkin.

Data hasil pengamatan dapat dijadikan salah satu parameter untuk memonitor dampak kerusakan yang disebabkan gempa bumi.

Peralatan ini bukan mengukur kekuatan gempa bumi dan mengirimkan pengamatan ke BMKG melalui internet secara otomatis.

Pemasangan intensitymeter oleh tim BMKG di BPBD Provinsi Bali dilaksanakan di UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali pada hari Sabtu sd Minggu, 30 November sd 1 Desember 2019, dan diuji coba berjalan dengan baik.

Kepala UPTD, Bapak Petrus Surianta mewakili Kalaksa BPBD Provinsi Bali menyambut baik, dan mengharapkan setiap BPBD Kabupaten/Kota dapat dipasang alat ini.

Ini sebagai wujud sinergi BMKG dan BPBD dalam penanggulangan bencana di wilayah Bali.

Fungsinya Untuk Mendeteksi Tingkat Guncangan Gempa

Bicarakan tentang fungsi terkait alat yang akan di pasang untuk mendekteksi bencana, – Eramadani.com

Alat ini membantu untuk menentukan luasan assement awal yang dilakukan oleh BPBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota pada saat terjadinya gempa bumi.

Secara teknis alat ini mendeteksi tingkat guncangan gempa skala MMI. Dari I MMI hingga XII MMI.

Digitizer pada intensity meter akan muncul skala intensitas, I-II MMI getaran tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.

Akan muncul warna putih. Intensitymeter berwarna hijau atau III-V MMI getaran gempa dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan.

Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. Kemudian, jika warna kuning muncul di alat Intensitymeter atau VI MMI, bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan.

Seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan.

Selanjutnya, VII – VIII MMI atau muncul berwarna jingga di alat digitizer pada Intensity Meter, gempa yang terjadi menyebabkan banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah.

Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.

Jika di alat digitizer pada Intensity Meter berwarna merah atau IX-XII MMI, getaran gempa tersebut menyebabkan sebagian besar dinding bangunan permanen roboh.

Struktur bangunan mengalami kerusakan berat, rel kereta api melengkung hingga bangunan hancur sama sekali.

Pemanfaatkan teknologi digital sebagai sebuah terobosan atau inovasi dalam rangka meminimalisasi resiko bencana dengan keterpaduan unsur didalamnya menjadi sesuatu yang memberi nilai positif didalam penanggulangan bencana. (ZAN)

Tags: Alat Intensity MeterBaliBencana alamBMKGBPBDbulelengDenpasarGempa bumiI-II MMILingkungamPotret BaliPotret BudayaPotret DewataUPTD
Previous Post

ACT Bali Gandeng Mitra dan Donatur Untuk Memanusiakan Manusia

Next Post

Serunya Belajar Multibahasa Bersama Komunitas Polyglot Indonesia Chapter Bali

benlaris

benlaris

Next Post
belajar multibahasa

Serunya Belajar Multibahasa Bersama Komunitas Polyglot Indonesia Chapter Bali

reuni 212

Peserta Reuni 212 Gelar Salat Tahajud di Monas

KSEI ICON!

KSEI ICON! FEB Unud Kenalkan Ekonomi Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.