• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Dua Puluh Lima Kali Menuju Baitullah: Kisah Seorang Pembimbing Haji yang Menghadapi Beragam Karakter Jemaah

Dua Puluh Lima Kali Menuju Baitullah: Kisah Seorang Pembimbing Haji yang Menghadapi Beragam Karakter Jemaah

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Makkah, 12 Juni 2025 – Di tengah hiruk-pikuk jutaan jamaah haji yang memenuhi Tanah Suci, sosok Ustaz Abdullah Bahreisy berdiri teguh. Bukan sebagai jamaah biasa, melainkan sebagai pembimbing yang telah 25 kali menunaikan ibadah haji, sebuah pencapaian luar biasa yang diiringi pengalaman unik dan tak terlupakan. Selama seperempat abad, ia telah menjadi saksi bisu perjalanan spiritual ribuan jamaah, menavigasi beragam karakter dan tantangan yang menyertainya.

Perjalanan spiritual Ustaz Abdullah ke Baitullah bermula pada tahun 1996. Kala itu, ia menunaikan ibadah haji pertama kali bersama ibundanya, menggunakan jasa travel haji dan umrah Aida Tourindo Wisata. Siapa sangka, perjalanan suci tersebut menjadi titik awal sebuah perjalanan panjang yang akan mengukir namanya dalam sejarah pembimbingan haji.

Kemampuan dan dedikasi Ustaz Abdullah dalam membimbing jamaah tak luput dari perhatian Husein Badeges, pimpinan Aida Tourindo Wisata. Sejak tahun 2001, ia dipercaya untuk menjadi pembimbing haji, sebuah amanah yang ia emban dengan penuh tanggung jawab dan kesabaran. Jumlah jamaah yang pernah ia bimbing dalam rukun Islam kelima ini terbilang fantastis; pernah mencapai angka 200 orang dalam satu rombongan.

Dua puluh lima kali menunaikan ibadah haji dan membimbing jamaah, menjadikan Tanah Suci sebagai tempat yang selalu dirindukannya. Setiap perjalanan haji, baginya, adalah sebuah kisah unik yang penuh makna, sebuah pengalaman rohani yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

"Pengalaman rohani ini sulit diungkapkan," ujar Ustaz Abdullah, kelahiran 1 Juni 1965, saat berbincang dengan detikHikmah di Makkah. "Ada pengalaman-pengalaman yang tak bisa kita ungkapkan, tak semua orang bisa percaya, karena memang sangat luar biasa."

Dua Puluh Lima Kali Menuju Baitullah: Kisah Seorang Pembimbing Haji yang Menghadapi Beragam Karakter Jemaah

Menjadi pembimbing haji bukan sekadar tugas, melainkan sebuah panggilan jiwa. Ustaz Abdullah selalu berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada setiap jamaah di bawah bimbingannya. Ia menyadari bahwa setiap individu memiliki karakter dan watak yang berbeda-beda, menuntut kesabaran ekstra dalam menghadapi berbagai situasi.

"Karena yang kita bawa ini manusia, dengan watak dan karakter masing-masing, dibutuhkan kesabaran yang sangat ekstra," tegasnya. Ia menghadapi setiap tantangan dengan senyuman dan kesabaran yang luar biasa, menjadikan dirinya sebagai sosok panutan bagi jamaah yang dibimbingnya.

Perubahan signifikan dalam sistem dan fasilitas haji di Arab Saudi turut menjadi saksi perjalanan panjang Ustaz Abdullah. Ia membandingkan pengalamannya di masa lalu dengan kondisi saat ini.

"Dulu sistemnya lebih sulit. Kita bisa menghabiskan waktu 6-7 jam di Jeddah. Jamaah yang kurang sabar bisa marah-marah, dan kita harus meredam emosi mereka, menjelaskan bahwa bukan kita yang mengatur, tetapi maktab. Sekarang sudah jauh lebih baik perbaikannya, sekarang sudah sangat-sangat enak," kenang Ustaz Abdullah, yang juga mendirikan sekolah untuk anak-anak kurang mampu di Ampel, Surabaya.

Perubahan tersebut, menurutnya, sangat membantu dalam kelancaran ibadah haji. Proses yang lebih efisien dan fasilitas yang lebih memadai mengurangi potensi konflik dan stres di antara jamaah. Hal ini tentu saja memudahkan tugasnya sebagai pembimbing haji.

Lebih dari sekadar mengurus administrasi dan logistik, peran Ustaz Abdullah sebagai pembimbing haji juga mencakup aspek spiritual. Ia berperan sebagai penasihat, pendengar yang baik, dan pengayom bagi jamaah yang membutuhkan bimbingan. Ia memahami bahwa perjalanan haji bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga proses spiritual yang mendalam.

Berbagai tantangan telah dihadapi Ustaz Abdullah selama 25 tahun berkecimpung dalam dunia pembimbingan haji. Mulai dari menghadapi jamaah yang keras kepala, egois, hingga mereka yang mudah panik dan frustasi. Namun, setiap pengalaman tersebut telah membentuknya menjadi seorang pembimbing yang lebih bijaksana dan empati.

Ia mampu mengelola konflik dengan tenang, mencari solusi terbaik bagi setiap permasalahan yang muncul. Ia juga mampu memberikan motivasi dan semangat kepada jamaah yang merasa lelah atau putus asa. Kemampuannya dalam berkomunikasi dan berempati menjadi kunci keberhasilannya dalam membimbing jamaah.

Kisah Ustaz Abdullah bukan hanya sekadar catatan perjalanan haji selama 25 tahun. Ia merupakan representasi dedikasi dan pengabdian seorang pembimbing haji yang tulus dan ikhlas. Ia telah membuktikan bahwa kesabaran, kebijaksanaan, dan empati merupakan kunci keberhasilan dalam membimbing jamaah haji yang beragam karakternya.

Pengalamannya yang kaya dan beragam ini menjadi pelajaran berharga, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi para calon pembimbing haji lainnya. Kisah Ustaz Abdullah menginspirasi kita semua untuk senantiasa berbuat baik dan mengabdi kepada sesama, terutama dalam konteks ibadah haji yang penuh dengan nilai spiritual dan kemanusiaan. Dedikasinya selama 25 tahun menjadi bukti nyata bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan individu, tetapi juga perjalanan bersama yang membutuhkan kerja sama, kesabaran, dan kebersamaan. Semoga kisahnya menginspirasi banyak orang untuk senantiasa berbuat baik dan mengabdi kepada sesama. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah dan amal baik Ustaz Abdullah Bahreisy.

Previous Post

PBNU Desak Respon Global yang Tegas Terhadap Eskalasi Konflik Israel-Iran

Next Post

Polemik Kuota Haji 2026: Pernyataan Kontradiktif Picu Kegelisahan Publik

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Polemik Kuota Haji 2026: Pernyataan Kontradiktif Picu Kegelisahan Publik

Polemik Kuota Haji 2026: Pernyataan Kontradiktif Picu Kegelisahan Publik

Awal Pemulangan Haji Diwarnai Keterlambatan, DPR Desak Persiapan Darurat Maksimal

Awal Pemulangan Haji Diwarnai Keterlambatan, DPR Desak Persiapan Darurat Maksimal

Amirul Hajj: Pilar Spiritual dan Strategis dalam Ibadah Haji

Amirul Hajj: Pilar Spiritual dan Strategis dalam Ibadah Haji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.